Jakarta, ekoin.co — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menemukan momentumnya setelah sempat tertekan di awal pekan. Pada penutupan perdagangan Selasa (13/1), IHSG melonjak 0,72 persen dan berakhir di level 8.948,3.
Penguatan ini ditopang derasnya arus dana asing yang mencatatkan pembelian bersih hampir Rp2 triliun di seluruh papan perdagangan.
Masuknya investor global memberi napas segar bagi pasar saham domestik yang sebelumnya bergerak fluktuatif.
Aksi akumulasi tersebut menjadi penopang utama rebound IHSG di tengah kehati-hatian pelaku pasar.
Memasuki perdagangan Rabu (14/1), perhatian investor bergeser ke faktor domestik, khususnya kondisi fiskal pemerintah. Isu defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kian mendekati batas aman 3 persen menjadi salah satu variabel yang dinilai berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar.
Dari sisi sektoral, saham-saham telekomunikasi kembali dilirik seiring stabilnya kinerja dan prospek permintaan. BRI Danareksa Sekuritas menilai pergerakan teknikal XL Axiata (EXCL) masih membuka peluang penguatan lanjutan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda merekomendasikan strategi buy on weakness untuk EXCL. Saham ini terakhir diperdagangkan di kisaran Rp3.910, dengan area penopang kuat di sekitar Rp3.600. Sementara itu, potensi target kenaikan berada di level Rp4.050.
Strategi ini dinilai cocok bagi investor yang ingin mengakumulasi saham secara bertahap saat terjadi koreksi harga, dengan tetap mengacu pada batas risiko dan area teknikal yang telah ditentukan.






Comments 1