Magelang, ekoin.co – Pendaki Gunung Slamet yang dilaporkan hilang, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ke-17 operasi pencarian, Rabu (14/1/2025).
Jasad korban ditemukan di area tebing kawah Gunung Slamet, sekitar 50 meter dari puncak. Hal tersebut disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan di lingkungan Pemerintah Kota Magelang.
“Korban ditemukan dalam posisi terbaring di tebing kawah, bukan di dasar kawah. Lokasinya diperkirakan sekitar 50 meter dari puncak Gunung Slamet,” kata Catur yang dikutip Kamis (15/1).
Penemuan jasad Ali dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melakukan penyisiran lanjutan di kawasan puncak. Lokasi penemuan berada di area yang sebelumnya telah beberapa kali dilalui dalam proses pencarian, sehingga menjadi perhatian sejumlah relawan.
Catur menjelaskan, informasi penemuan korban diterima pihaknya sekitar pukul 10.30 WIB langsung dari tim SAR yang berada di puncak Gunung Slamet.
Saat itu, pemerintah daerah segera melakukan koordinasi lintas instansi untuk penanganan lanjutan.
“Sekitar pukul 10.30 WIB kami menerima laporan dari tim SAR di puncak. Survivor atas nama Mas Ali, putra Bapak Dhani dan Ibu Tari, sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Proses evakuasi jenazah saat ini masih berlangsung.
Jenazah Ali diperkirakan akan tiba di basecamp Dipajaya dalam waktu sekitar 15 jam setelah penemuan, mengingat medan yang sulit dan faktor keselamatan tim evakuasi.
Pemerintah Kota Magelang juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang terkait proses pemulangan jenazah ke daerah asal keluarga.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Pemalang. Beliau menyatakan siap mengantar jenazah sampai ke Kota Magelang kapan pun waktunya,” ujar Catur.
Selain itu, tim dari BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang telah diberangkatkan untuk membantu proses pengawalan jenazah dari Pemalang menuju Magelang setelah evakuasi selesai.
Operasi pencarian pendaki tersebut melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, relawan, dan unsur terkait sejak korban dilaporkan hilang 17 hari lalu di kawasan Gunung Slamet. (*)





