EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Kompleks hunian sementara (huntara) yang baru saja rampung dibangun oleh BNPB di Desa Manyang Cut, Pidie Jaya. Sebanyak 50 KK dijadwalkan akan segera menempati barak ini sebelum memasuki bulan Ramadan, Minggu (18/1/2026). (Foto: Dok. BNPB/Istimewa)

Kompleks hunian sementara (huntara) yang baru saja rampung dibangun oleh BNPB di Desa Manyang Cut, Pidie Jaya. Sebanyak 50 KK dijadwalkan akan segera menempati barak ini sebelum memasuki bulan Ramadan, Minggu (18/1/2026). (Foto: Dok. BNPB/Istimewa)

Kejar Target Ramadan, BNPB Selesaikan 10 Huntara untuk Korban Bencana Pidie Jaya

Hasrul Ekoin oleh Hasrul Ekoin
18 Januari 2026
Kategori DAERAH
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Pidie Jaya, Ekoin.co – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menuntaskan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Tenaga Ahli BNPB Kolonel (Purn) Agus Marsanto menyebutkan, sebanyak 10 kopel atau barak huntara yang disiapkan untuk 50 kepala keluarga (KK) telah selesai dan siap diserahterimakan kepada pemerintah daerah.

“Pembangunan dimulai sejak 1 Januari 2026 dan kini sudah bisa segera ditempati masyarakat,” ujar Agus, Minggu.

Huntara tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi dengan melibatkan kontraktor lokal. Setiap unit telah dilengkapi fasilitas dasar, termasuk sambungan listrik PLN dan ketersediaan air bersih dari sumur bor.

Hunian sementara ini diperuntukkan bagi warga dengan kategori rumah rusak berat. Sementara bagi warga terdampak yang tidak menempati huntara, pemerintah tetap menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebagai solusi sementara.

Berita Menarik Pilihan

Tembus Rp 27,5 Triliun, Aceh Utara Ajukan Anggaran Jumbo untuk Pemulihan Infrastruktur Pasca-Banjir Bandang

Ringankan Beban Korban Banjir, Dinas Pendidikan Aceh Gratiskan Total Penggantian Ijazah dan Transkrip Nilai

Secara teknis, setiap unit memiliki ukuran bangunan 3,6 x 4,8 meter, dilengkapi kamar mandi 1,2 x 1,2 meter dan teras 1,2 x 3,6 meter.

Selain 10 barak yang telah rampung, BNPB juga merencanakan penambahan 13 barak untuk 65 KK, dengan progres pembangunan saat ini sekitar 20 persen.

Agus berharap, keberadaan huntara ini dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat, sekaligus mendukung percepatan pemulihan pascabencana.

“Target kami, seluruh warga terdampak sudah memiliki tempat tinggal yang layak sebelum Ramadan,” katanya.

Selain di Manyang Cut, pembangunan huntara juga berlangsung di sejumlah titik lain di Pidie Jaya, antara lain Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu (10 kopel untuk 50 KK), serta di Kecamatan Meurah Dua, yakni Desa Geunteng (9 kopel untuk 45 KK) dan Desa Meunasah Bie (34 kopel untuk 170 KK).

Tags: Bantuan rumah rusak berat AcehBNPB acehHuntara Pidie JayaKolonel Agus MarsantoMeureudu Pidie Jaya.Pemulihan pascabencana Pidie Jaya
Post Sebelumnya

OJK Seret Dana Syariah Indonesia ke Bareskrim: Bongkar Skema Ponzi dan Proyek Fiktif

Post Selanjutnya

ATR 42-500, Mesin Uang Maskapai Regional di Tengah Tekanan Biaya Operasi

Hasrul Ekoin

Hasrul Ekoin

Berita Terkait

Pemkab Aceh Utara memperkirakan membutuhkan anggaran Rp27,5 triliun untuk pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang dan longsor. (Foto: Ist)

Tembus Rp 27,5 Triliun, Aceh Utara Ajukan Anggaran Jumbo untuk Pemulihan Infrastruktur Pasca-Banjir Bandang

oleh Hasrul Ekoin
23 Januari 2026
0

Bupati Aceh Utara menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim lintas unsur untuk mempercepat verifikasi dan pemutakhiran data rumah...

Penggantian ijazah dan transkrip nilai yang rusak karena terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh tidak dipungut biaya alias gratis. (Foto: Ist)

Ringankan Beban Korban Banjir, Dinas Pendidikan Aceh Gratiskan Total Penggantian Ijazah dan Transkrip Nilai

oleh Hasrul Ekoin
23 Januari 2026
0

Murthala menegaskan, masyarakat tidak perlu datang langsung ke Banda Aceh, karena seluruh proses dapat diselesaikan melalui sekolah dan Cabdin setempat.

Gempa Bumi Magnitudo 3,0 Guncang Sukabumi Kamis Malam

Gempa Bumi Magnitudo 3,0 Guncang Sukabumi Kamis Malam

oleh Noval Verdian
23 Januari 2026
0

Sukabumi, Ekoin.co - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,0 SR guncang di wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) pada Kamis 22...

Sebanyak 11 penambang emas liar tewas setelah terpapar gas beracun di area tambang PT Aneka Tambang (Antam) di Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 14 Januari 2026.

Gas Beracun dari Tambang Emas di Bogor, 11 Orang Tewas dan Jenazah Tidak Diotopsi

oleh Aminuddin Sitompul
22 Januari 2026
0

"Dari Polsek Nanggung, tiga orang berhasil dievakuasi. Sayangnya, korban meninggal dunia mencapai 11 orang," ujar Rudi saat meninjau Posko Siaga...

Post Selanjutnya
Pesawat jenis ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah udara Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).

ATR 42-500, Mesin Uang Maskapai Regional di Tengah Tekanan Biaya Operasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.