Jakarta, Ekoin.co — Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie memutuskan mundur dari turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah preventif untuk menjaga kondisi fisik dan meminimalkan risiko cedera setelah menjalani agenda turnamen yang padat di awal musim.
Keputusan Berdasar Kondisi Tubuh
Jonatan atau akrab disapa Jojo menegaskan bahwa keputusannya mundur bukan disebabkan cedera. Namun, ia memilih beristirahat demi memulihkan kondisi fisik dan mental usai mengikuti dua turnamen BWF secara beruntun.
“Setelah bertanding di dua turnamen beruntun dengan intensitas cukup tinggi, saya rasa saya perlu mendengarkan kondisi tubuh dan pikiran saya untuk beristirahat sejenak agar dapat menghindari hal-hal yang tidak diharapkan terjadi,” tulis Jojo melalui unggahan Instagram pribadinya, Senin.
Absen dengan Berat Hati di Istora
Jojo mengaku keputusan mundur dari Indonesia Masters yang berlangsung di Istora Senayan tidak diambil dengan mudah, mengingat besarnya makna Istora bagi dirinya dan para pendukung bulu tangkis Indonesia.
“Oleh karena itu, dengan sangat berat hati saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pertandingan Indonesia Masters minggu ini yang akan berlangsung di Istora,” lanjutnya.
Janji Kembali di Indonesia Open
Meski absen di Indonesia Masters, Jojo menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar dan berharap bisa kembali tampil di Istora pada ajang Indonesia Open 2026 yang dijadwalkan berlangsung Juni mendatang.
“Saya berharap bisa bertanding kembali di Istora pada pertandingan Indonesia Open di bulan Juni nanti. Sampai bertemu!” tulisnya.
Slot Unggulan Ketiga Kini Kosong
Jonatan Christie yang berstatus unggulan ketiga sejatinya dijadwalkan menghadapi tunggal putra India, Ayush Shetty, pada babak pertama Indonesia Masters 2026. Namun dengan pengunduran diri ini, slot yang ditinggalkannya kini masih kosong.
Hingga saat ini, PBSI belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme pengganti atau detail teknis atas mundurnya Jonatan dari turnamen.
Keputusan mundur ini pun dinilai sebagai langkah strategis agar Jojo bisa kembali tampil optimal pada turnamen-turnamen besar berikutnya. (*)





