Kuala Simpang, Ekoin.co — Proses pemulihan wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus diperkuat melalui keterlibatan langsung aparatur negara.
Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh bersama taruna dan taruni Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) melaksanakan bakti sosial sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat pascabencana.
Kepala Kanwil Kemenkum Aceh, Meurah Budiman, menyerahkan secara simbolis sarana pendukung kegiatan bakti sosial kepada taruna dan taruni Poltekpin yang diterjunkan ke lapangan.
Penyerahan dilakukan usai apel bersama di Lapas Narkotika Langsa, Rabu (21/1/2026), sebelum seluruh peserta bergerak ke lokasi terdampak.
Meurah Budiman menegaskan, keterlibatan taruna dan taruni Poltekpin tidak hanya sebatas pengabdian institusional, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter calon aparatur pengayoman yang memiliki kepekaan sosial dan empati kemanusiaan.
“Ini adalah pembelajaran langsung tentang nilai kemanusiaan. Taruna dan taruni harus hadir, bekerja, dan merasakan langsung denyut persoalan masyarakat,” ujarnya.
Selain menyasar masyarakat, kegiatan bakti sosial juga difokuskan pada pembersihan sarana dan prasarana pemasyarakatan. Di Lapas Kuala Simpang, taruna dan taruni bersama jajaran Kemenkum Aceh membersihkan fasilitas lapas yang sempat terendam banjir agar aktivitas pembinaan dan pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.
Aksi kemanusiaan turut menyentuh permukiman warga. Sejumlah rumah warga di Kuala Simpang dibersihkan dari sisa lumpur dan material banjir, sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moril bagi masyarakat terdampak.
Untuk memastikan kondisi taruna dan taruni tetap prima setelah sepuluh hari bertugas, Kanwil Kemenkum Aceh memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan tekanan darah, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat sesuai kebutuhan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan dialog dan penguatan moral dari pimpinan, disertai penyerahan paket kebutuhan pribadi sebagai bentuk perhatian dan dukungan. Melalui aksi ini, Kemenkum Aceh menegaskan bahwa pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga menghadirkan empati dan keberpihakan negara kepada masyarakat.





