EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA LINGKUNGAN
Mayoritas korporasi penyebab bencana Sumatera meiliki rekam jejak konflik agraria serius. Ilustrasi/KPA

Mayoritas korporasi penyebab bencana Sumatera meiliki rekam jejak konflik agraria serius. Ilustrasi/KPA

Mayoritas Korporasi Penyebab Bencana Sumatera Punya Rekam Jejak Buruk, Berikut Daftarnya

Erwin C. Sihombing oleh Erwin C. Sihombing
23 Januari 2026
Kategori LINGKUNGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Total 17 dari 28 korporasi yang telah dicabut izinnya oleh pemerintah buntut bencana ekologis di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat memiliki rekam jejak buruk. Bahkan tergolong serius berupa konflik agraria perampasan hak tanah masyarakat pada tiga provinsi besar itu.

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) membeberkan data belasan korporasi tersebut yakni PT Aceh Nusa Indrapuri, PT Rimba Timur Sentosa, PT Rimba Wawasan Permai, PT Minas Pagai Lumber, PT Biomass Andalan Energi, PT Bukit Raya Mudisa, PT Salaki Summa Sejahtera, dan PT Barumun Raya Padang Langkat.

Selanjutnya PT Gunung Raya Utama Timber, PT Hutam Barumun Perkasa, PT Multi Sibolga Timber, PT Putra Lika Perkasa, PT Sumatera Riang Lestari, PT Sumatera Sylva Lestari, PT Teluk Nauli, PT Toba Pulp Lestari Tbk, PT Agincourt Resources dan PT North Sumatera Hydro Energy.

Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika mengungkapkan, rekam jejak ke-17 perusahaan itu mengindikasikan bencana ekologis di Sumatera berkaitan erat dengan monopoli perkebunan, tambang dan korporasi kehutanan skala besar milik negara dan swasta dari hasil perampasan tanah rakyat di Sumatera.

“Bencana ini sangat mungkin terjadi di berbagai daerah di Indonesia, sebab situasinya di seluruh Indonesia relatif sama: tanah-tanah rakyat dirampas, hutan-hutan dirusak untuk industri ekstraktif milik korporasi besar,” kata Dewi, di Jakarta, Jumat (23/1).

Berita Menarik Pilihan

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Akhir Januari, Hujan Lebat dan Banjir hingga Tanah Longsor

Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan, 5 Perusahaan di Aceh Kena ‘Sikat’

Dewi mengingatkan, pencabutan izin 28 perusahaan seharusnya menjadi jalan bagi pemerintah untuk segera melakukan evaluasi pada seluruh perusahaan di Sumatera, dan seluruh daerah di Indonesia. Pemerintah diminta mengoreksi monopoli tanah oleh korporasi besar yang didapat dari perampasan tanah-tanah petani, perampasan wilayah adat, perampasan wilayah budidaya dan wilayah tangkap nelayan, ruang hidup perempuan dan anak muda.

Penyelesaian konflik agraria dan penataan monopoli tanah dapat dipercepat dengan memaksimalkan kerja Panitia Khusus Penyelesaian Konflik Agraria (PKA), dengan memanggil semua pihak terkait dalam kerangka melakukan monitoring dan evaluasi kebijakan di bidang agraria di seluruh sektor (pertanahan, perkebunan, kehutanan, pertambangan, pertanian, pangan).

Selanjutnya Pansus PKA segera mendorong Presiden Prabowo membentuk Badan Pelaksana Reforma Agraria Nasional (BPRAN) sebagai badan khusus yang otoritatif untuk melaksanakan reforma agraria nasional.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Selasa (20/1) mengumumkan pencabutan 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Perizinan ke-28 perusahaan tersebut diantaranya izin untuk pemanfaatan hutan (PBPH), izin usaha pertambangan (IUP) tambang dan izin usaha perkebunan (IUP) perkebunan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.  (*)

Tags: bencana ekologishak tanahhutanSumatera
Post Sebelumnya

Akselerasi Likuiditas Akhir Tahun: Uang Beredar Tembus Rp10.133 Triliun Dipicu Lonjakan Kredit

Post Selanjutnya

Persiraja Tanpa Ariel Kurung di Trisanja, Sutan Zico dan David Laly Siap Jadi Senjata Rahasia

Erwin C. Sihombing

Erwin C. Sihombing

Berita Terkait

BMKG peringatkan cuaca ekstrem sampai akhir Januari 2026

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Akhir Januari, Hujan Lebat dan Banjir hingga Tanah Longsor

oleh Yudi Permana
21 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah...

Tangkapan Layar YT Sekretariat Presiden

Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan, 5 Perusahaan di Aceh Kena ‘Sikat’

oleh Ainurrahman
21 Januari 2026
0

“Ini peringatan terbuka. Negara hadir dan tidak lagi mentoleransi pelanggaran lingkungan, terutama yang dilakukan oleh korporasi besar,” ujar Iwan di...

Konflik Agraria yang tak berkesudahan dipicu kebijakan pemerintah yang tidak tepat sasaran. (Ilustrasi)

Riset: Satgas PKH Tinggalkan Residu Konflik Agraria

oleh Erwin C. Sihombing
20 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Eksistensi Satgasa Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang dikomandoi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin rupanya meninggalkan residu konflik agraria. Riset...

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menanggapi kritik pedas yang kerap dialamatkan kepada pejabat negara saat mengunjungi lokasi bencana.Kamis (1/1/2026).(Foto: Ist)

Bongkar Jejak Oligarki di Gayo Lues: JATAM Sebut Nama-Nama Besar Ini Terlibat Perusakan Alam

oleh Iwan Purnama
19 Januari 2026
0

"Selama keselamatan warga direduksi menjadi sekadar ongkos pembangunan, bencana serupa akan terus berulang. Nyawa rakyat Aceh dan Sumatera kini seolah...

Post Selanjutnya
Skuad Persiraja Banda Aceh tiba di Tegal, Jawa Tengah, Kamis malam (22/1), untuk persiapan menghadapi tuan rumah Persekat Tegal pada laga pekan ke-17 Pegadaian Championship 2025/2026. (Foto: Ist)

Persiraja Tanpa Ariel Kurung di Trisanja, Sutan Zico dan David Laly Siap Jadi Senjata Rahasia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.