EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memaparkan target lifting minyak 2026 di depan anggota Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (22/1/2026)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memaparkan target lifting minyak 2026 di depan anggota Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (22/1/2026)

Pipa Bocor Rugi Jutaan Barel, Tapi Bahlil Pede Pasang Target Langit 610 Ribu BPH di 2026

Hasrul Ekoin oleh Hasrul Ekoin
23 Januari 2026
Kategori EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Pemerintah kembali memasang target ambisius untuk sektor hulu migas nasional. Dalam RAPBN 2026, angka lifting minyak dipatok sebesar 610 ribu barel per hari (bph).

Namun, target “langit” ini memicu tanda tanya besar, terutama karena sektor migas nasional baru saja dihantam insiden kebocoran pipa di Blok Rokan, Riau, yang menyebabkan potensi kehilangan hasil (loss) hingga 2 juta barel pada awal tahun ini saja.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1/2026), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tampak tetap percaya diri.

Meski menyebut kebocoran di Rokan sebagai “musibah kecil”, realitanya insiden tersebut menggerus stok nasional di saat pemerintah dituntut menaikkan produksi sekitar 5 ribu barel dari capaian tahun 2025 yang berada di level 605,3 ribu bph.

Untuk menambal lubang produksi tersebut, Bahlil menyiapkan strategi yang terkesan “keroyokan” dan mengandalkan potensi-potensi lama.

Berita Menarik Pilihan

Bahlil Tagih Janji Divestasi 12%: Freeport Siap Lepas Saham Tambahan Demi Izin Tambang Panjang

Akselerasi Likuiditas Akhir Tahun: Uang Beredar Tembus Rp10.133 Triliun Dipicu Lonjakan Kredit

Langkah pertama yang dijagokan adalah reaktivasi masif lebih dari 40.000 sumur minyak masyarakat yang selama ini terbengkalai.

Pemerintah kini tengah berpacu memproses izin tambang rakyat di wilayah Jambi, Sumatera Selatan, hingga Jawa Tengah agar bisa segera menyumbang angka ke kas negara secara legal.

Strategi ini dianggap sebagai upaya “mepet” untuk mengejar volume di tengah sulitnya menemukan cadangan besar baru dalam waktu singkat.

Selain mengandalkan sumur tua, Bahlil juga mendorong penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) secara agresif di lapangan matang seperti Blok Rokan dan Banyu Urip guna menahan laju penurunan produksi alami.

Di saat yang sama, Kementerian ESDM juga melakukan aksi “jemput bola” dengan memanggil seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mempercepat proyek yang sudah memiliki Plan of Development (POD).

Seolah belum cukup, sejalan dengan ambisi Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berencana mengobral lebih dari 100 wilayah kerja (WK) migas baru secara serempak.

Upaya agresif ini diharapkan mampu memberikan napas baru bagi kedaulatan energi nasional pada 2026.

Namun, publik tetap menunggu apakah target 610 ribu bph ini akan menjadi realita atau sekadar angka di atas kertas, mengingat tantangan teknis dan risiko infrastruktur tua yang masih menghantui lapangan-lapangan utama Indonesia.

Tags: Bahlil LahadaliaBlok Rokanekoin.coEkonomi EnergiKementerian ESDMlifting minyakMigas Nasional.RAPBN 2026sumur tua
Post Sebelumnya

Tokoh dan Pengusaha Palembang Haji Alim Meninggal Dunia, Terjerat Persoalan Hukum di Usia Tua

Post Selanjutnya

Transformasi Kursi Pijat Elektrik dan Kabin Senyap, ID. Buzz Jadi Pilihan Baru Kaum Jetset Ibu Kota

Hasrul Ekoin

Hasrul Ekoin

Berita Terkait

Freeport-McMoRan (FCX) menargetkan pengajuan perpanjangan izin usaha (IUPK) hingga tahun 2061 dilakukan pada tahun 2026 ini, beriringan dengan proses finalisasi divestasi tambahan 12 persen saham kepada pemerintah Indonesia. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

Bahlil Tagih Janji Divestasi 12%: Freeport Siap Lepas Saham Tambahan Demi Izin Tambang Panjang

oleh Hasrul Ekoin
23 Januari 2026
0

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan bahwa meski realisasi divestasi tambahan baru akan berlaku efektif pada 2042, kesepakatan tertulis dengan...

Pertumbuhan didorong kuat oleh uang beredar sempit (M1) yang tumbuh $14,0\%$ ($yoy$), menandakan likuiditas di masyarakat sangat tinggi untuk transaksi jangka pendek.

Akselerasi Likuiditas Akhir Tahun: Uang Beredar Tembus Rp10.133 Triliun Dipicu Lonjakan Kredit

oleh Ainurrahman
23 Januari 2026
0

Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 35,1 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar...

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Sumber dok kemenkeu.go.id

Purbaya Yudhi Lantik Pejabat DJP Demi Integritas Pegawai Pajak

oleh Agus DJ
23 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi melantik empat pejabat baru di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP)...

Pelaksana Tugas Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Ferdinan D. Purba, menyampaikan keterangan pers terkait kebijakan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

LPS Tahan Bunga Penjaminan hingga Mei 2026, Sinyal Stabilitas Perbankan Tetap Terjaga

oleh Iwan Purnama
23 Januari 2026
0

LPS juga mengingatkan perbankan untuk mematuhi ketentuan penjaminan simpanan, termasuk memastikan tingkat bunga yang diberikan kepada nasabah tidak melampaui TBP.

Post Selanjutnya
Volkswagen ID Buzz, van listrik ikonik bergaya retro, yang dikabarkan tidak akan tersedia untuk model tahun 2026 di pasar Amerika Serikat seiring evaluasi strategi Volkswagen di tengah perlambatan pasar kendaraan listrik.

Transformasi Kursi Pijat Elektrik dan Kabin Senyap, ID. Buzz Jadi Pilihan Baru Kaum Jetset Ibu Kota

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.