Jakarta, Ekoin.co – Lanskap industri properti tanah air mengalami pergeseran drastis di awal tahun 2026.
Bukan lagi kelompok mapan berusia tua, kini pasar perumahan secara mengejutkan didominasi oleh kaum milenial dengan angka mencapai 85 persen dari total penyaluran kredit.
Fenomena ini menjadi bukti nyata meningkatnya kesadaran generasi muda akan pentingnya aset properti sebagai investasi jangka panjang.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa pergeseran ini didorong oleh kemudahan akses teknologi digital dan kebijakan pemerintah yang pro-generasi produktif.
Gen Z dan Kebangkitan Rumah Subsidi
Dinamika menarik juga terlihat pada segmen rumah subsidi. Sebesar 64 persen pembeli rumah subsidi saat ini berasal dari Generasi Z (Gen Z)—mereka yang lahir di akhir tahun 1990-an.
Karakteristik pembeli muda ini cenderung sangat selektif; mereka mengutamakan fungsionalitas, lokasi yang menunjang mobilitas, serta integrasi dengan transportasi publik massal seperti LRT dan MRT.
“Kepemilikan rumah bukan lagi sekadar impian jauh bagi Gen Z, melainkan target nyata berkat dukungan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang tepat sasaran,” jelas Nixon dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/1).
Kemandirian Finansial Nasabah Perempuan
Data perbankan juga mencatat lonjakan signifikan dari kalangan perempuan yang mengajukan KPR secara mandiri.
Meningkatnya posisi strategis perempuan di dunia kerja mendorong mereka untuk memiliki hunian sebagai instrumen investasi yang aman.
Perbankan pun merespons tren ini dengan menyediakan program edukasi keuangan inklusif guna memberikan proteksi dan kemudahan layanan bagi nasabah perempuan.
Digitalisasi Sebagai Kunci Utama
Menghadapi konsumen yang sangat melek teknologi, BTN terus memperkuat ekosistem digital perumahan. I
novasi ini memungkinkan calon pembeli memantau progres pembangunan hunian secara transparan dan meminimalkan biaya tambahan melalui platform terpadu.
Kecepatan dan kemudahan administrasi daring kini menjadi standar baru dalam memenangkan hati konsumen milenial yang kritis.
Dampak Domino Bagi Ekonomi Nasional
Dominasi anak muda di sektor properti memberikan dampak domino terhadap industri material, furnitur, hingga ekonomi lokal di sekitar area pengembangan.
Sinergi antara pemerintah dalam menjaga stabilitas suku bunga serta pengembang dalam menyediakan hunian ramah lingkungan menjadi fondasi utama menjaga momentum pertumbuhan ini agar tetap berkelanjutan hingga dekade mendatang. (*)





