Ekoin.co – Buah durian dikenal luas sebagai buah tropis dengan rasa khas dan kandungan gizi yang tinggi. Di sisi lain, minuman soda merupakan minuman berkarbonasi yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Di tengah budaya kuliner, sering muncul anggapan bahwa mengonsumsi durian bersamaan dengan minuman soda dapat menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan. Artikel ini akan membahasnya secara ilmiah dan objektif, berdasarkan prinsip biologi, kimia, dan fisiologi tubuh manusia.
Kandungan Gizi dan Sifat Durian
Durian merupakan buah yang kaya energi. Dalam 100 gram durian terkandung karbohidrat, lemak sehat, protein, serta berbagai mikronutrien seperti kalium, magnesium, vitamin C, dan vitamin B kompleks. Kandungan gula alami durian relatif tinggi, sehingga durian dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan memberikan rasa kenyang cukup lama.
Selain itu, durian mengandung senyawa sulfur alami yang memberi aroma khas. Senyawa ini tidak bersifat racun, tetapi dapat memengaruhi proses pencernaan dan metabolisme bila dikonsumsi dalam jumlah besar.
Karakteristik Minuman Soda
Minuman soda mengandung karbon dioksida (CO₂) terlarut yang menghasilkan efek berkarbonasi. Selain itu, soda umumnya mengandung gula tambahan atau pemanis buatan, asam fosfat atau asam sitrat, serta kafein pada jenis tertentu. Konsumsi soda dapat meningkatkan produksi gas di saluran pencernaan dan mempercepat pengosongan lambung.
Apa yang Terjadi Saat Durian dan Soda Dikonsumsi Bersamaan
Secara ilmiah, tidak ada bukti medis yang menyatakan bahwa durian dan soda membentuk zat beracun atau reaksi kimia berbahaya di dalam tubuh. Keduanya akan dicerna secara terpisah melalui mekanisme normal sistem pencernaan.
Namun, kombinasi keduanya dapat menimbulkan efek fisiologis tertentu, antara lain:
1. Produksi Gas Berlebih
Soda menghasilkan gas karbon dioksida, sementara durian kaya serat dan karbohidrat yang difermentasi oleh bakteri usus. Kombinasi ini dapat meningkatkan gas di lambung dan usus, menyebabkan kembung, rasa penuh, atau tidak nyaman.
2. Beban Gula yang Tinggi
Durian mengandung gula alami, sedangkan soda mengandung gula tambahan. Jika dikonsumsi bersamaan, lonjakan kadar gula darah dapat terjadi, terutama pada individu dengan diabetes atau resistensi insulin.
3. Gangguan Pencernaan Sementara
Pada sebagian orang, konsumsi durian dan soda bersamaan dapat memicu mual, sendawa berlebihan, atau nyeri lambung ringan akibat tekanan gas dan peningkatan asam lambung.
Apakah Kombinasi Ini Berbahaya?
Dalam konteks orang sehat dan konsumsi wajar, durian yang dikonsumsi bersama minuman soda tidak bersifat beracun dan tidak menyebabkan kematian atau kerusakan organ secara langsung. Anggapan bahwa kombinasi ini “mematikan” tidak didukung oleh bukti ilmiah dan tergolong mitos.
Namun, bagi individu dengan kondisi tertentu seperti:
- Gangguan lambung (maag, GERD)
- Diabetes
- Penyakit jantung
- Gangguan metabolik
Kombinasi ini tidak disarankan karena dapat memperberat kerja tubuh dan memicu keluhan kesehatan.
Kesimpulan Ilmiah
Secara sains, tidak terdapat reaksi kimia berbahaya antara durian dan minuman soda. Efek tidak nyaman yang mungkin muncul lebih disebabkan oleh akumulasi gas, gula, dan beban pencernaan, bukan karena racun atau zat mematikan. Oleh karena itu, klaim ekstrem mengenai bahaya fatal kombinasi durian dan soda tidak memiliki dasar ilmiah.
Saran Konsumsi Sehat
- Untuk menjaga kesehatan:
- Konsumsi durian dalam jumlah moderat
- Hindari minuman bersoda saat makan durian, terutama jika memiliki lambung sensitif
- Pilih air putih untuk membantu proses pencernaan
- Perhatikan respon tubuh masing-masing
Dengan pemahaman ilmiah yang tepat, masyarakat dapat menikmati durian secara aman tanpa terjebak informasi keliru. ()





