Jakarta, Ekoin.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi pagi dibuka melemah. IHSG merosot 4,88% ke 7.922 dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Senin, 2 Februari 2026.
Namun IHSG laju hari inibm berpeluang menguat sedikit di 8.128-8.527. Seperti diproyeksi Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, Srlasa (3/2).
Herditya menuturkan, posisi IHSG untuk dapat dicermati area koreksi di 7.835-7.680 sebagai area koreksi untuk membentu wave (b) darn wave [x].
“Kemudian untuk area penguatan berada di 8.128-8.527,” ujar Herditya.
Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.654,7.481 dan level resistance 8.094-8.318.
Menguatnya IHSG dipengaruhi sejumlah indeks utama Asia melonjak seperti ASX 200, Kospi, Kosdaq, dan Nikkei mencatat kenaikan tajam.
Kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,3%. Indeks berlanjut melaju 1,27% (111,90 poin) ke 8.890,50.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka meloncat 3,2%, sedangkan indeks Kosdaq melompat 2,32%. Kospi berlanjutt melesat 4,16% ke level 5.155,45.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang berlanjut menanjak 2,54% (1.336,79 poin) ke posisi 53.991,97, setelah dibuka melompat 2,44%, dan Topix melonjak1,94%.
Pasar Wait and See
Pasar saham Indonesia saat ini masih wait and see terhadap agenda BEI dan MSCI terkait reformasi transparansi pasar modal.
Sehingga IHSG masih rawan terkoreksi, namun terdapat peluang penguatan terbatas. Secara teknikal indeks telah berada di area oversold namun belum menunjukkan sinyal pembalikan arah.
Sementara Analis IndoPremier berpendapat, optimisme pada saham-saham perbankan bigcap menguat seiring langkah OJK/BEImengadakan virtual meeting dengan MSCI dan mengajukan beberapa opsi kebijakan untuk peningkatan transparansi dan likuiditas.
Langkah ini sangat positif untuk mencegah downgrade rating Indonesia dari EM keFM, namun tidak semua saham akan terdampak sama.Saham-saham bluechip diperkirakan akan mendapat sentimen paling baik, sementara saham konglomerasi berpotensi mendapat tekanan lebih lanjut. (*)





