Jakarta, Ekoin.co — Indonesia resmi masuk dalam daftar kandidat tuan rumah Piala Asia 2031. Kepastian itu menempatkan Indonesia dalam persaingan ketat dengan sejumlah negara kuat Asia untuk menggelar turnamen sepak bola paling prestisius di kawasan tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang dirilis Rabu, proses pengajuan minat (bidding) tuan rumah Piala Asia 2031 telah ditutup pada tahun lalu. Dari proses tersebut, AFC mencatat sembilan negara dan satu proposal tuan rumah bersama yang menyatakan kesiapan menjadi penyelenggara.
Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk dalam bursa tersebut, bersanding dengan kekuatan besar Asia dan Oseania seperti Australia, India, Korea Selatan, dan Kuwait. Selain itu, terdapat pula pengajuan tuan rumah bersama dari tiga negara Asia Tengah, yakni Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan.
Dalam pengumuman yang sama, AFC mengonfirmasi bahwa Uni Emirat Arab (UEA) memilih menarik diri dari proses bidding, sehingga jumlah pesaing Indonesia sedikit berkurang. Meski demikian, persaingan tetap diprediksi berlangsung ketat mengingat reputasi dan kesiapan infrastruktur negara-negara kandidat.
Langkah Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah bukan tanpa modal. Indonesia memiliki pengalaman menggelar Piala Asia 2007, meskipun saat itu berstatus sebagai tuan rumah bersama dengan Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Pada edisi tersebut, Indonesia dipercaya menggelar seluruh pertandingan Grup D yang diisi Indonesia, Bahrain, Arab Saudi, dan Korea Selatan.
Tak hanya fase grup, Indonesia juga menjadi lokasi sejumlah laga penting, mulai dari pertandingan perempat final Arab Saudi kontra Uzbekistan, perebutan tempat ketiga antara Korea Selatan dan Jepang di Stadion Jakabaring Palembang, hingga partai final Irak melawan Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
AFC juga mengungkap bahwa dinamika persaingan tuan rumah tak berhenti di 2031. Untuk edisi Piala Asia 2035, empat negara telah lebih dulu menyatakan minat, yakni Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Kuwait.
Masuknya Indonesia dalam bidding Piala Asia 2031 dipandang sebagai sinyal keseriusan untuk memperkuat posisi di peta sepak bola Asia. Selain menjadi ajang pembuktian kapasitas infrastruktur stadion dan transportasi, peluang ini juga menjadi ujian tata kelola olahraga nasional dalam menggelar turnamen berskala kontinental.





