EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pembangunan unit Huntara (Hunian Sementara) di wilayah Aceh Timur. Dengan progres yang baru menyentuh angka 12 persen, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus memacu para vendor agar warga terdampak banjir bandang dapat menjalankan ibadah Ramadan di hunian yang lebih manusiawi.

Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pembangunan unit Huntara (Hunian Sementara) di wilayah Aceh Timur. Dengan progres yang baru menyentuh angka 12 persen, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus memacu para vendor agar warga terdampak banjir bandang dapat menjalankan ibadah Ramadan di hunian yang lebih manusiawi.

Ramadan di Depan Mata, Ribuan Korban Banjir Aceh Timur Masih Menunggu Huntara yang Tak Kunjung Rampung

Hasrul Ekoin oleh Hasrul Ekoin
5 Februari 2026
Kategori DAERAH
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Aceh, Ekoin.co – Percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Timur masih berjalan sangat lambat.

Dua pekan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, ribuan warga korban bencana masih harus menunggu hunian yang layak, sementara sebagian besar Huntara belum selesai dibangun.

Berdasarkan data progres per Senin (2/2/2026), total pembangunan Huntara di Aceh Timur telah mencapai 1.568 unit, terdiri dari 1.367 unit skema insitu dan 201 unit skema komunal, dari total kebutuhan sebanyak 2.592 unit.

Namun, unit yang telah selesai 100 persen dan siap dihuni baru sekitar 300 unit, atau setara sekitar 11–12 persen dari total kebutuhan Huntara.

Kondisi ini menjadi sorotan mengingat masyarakat terdampak masih berada dalam fase pemulihan, sementara waktu menuju bulan Ramadan semakin dekat.

Berita Menarik Pilihan

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

Teror Macan Tutul Masuk Permukiman Pacet, Dua Warga Terluka dan Alarm Kerusakan Habitat Makin Nyaring

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menegaskan bahwa percepatan pembangunan Huntara tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah agar masyarakat segera keluar dari kondisi darurat.

“Kita fokus mengejar progres pembangunan Huntara di seluruh wilayah terdampak. Target kita jelas, masyarakat harus segera mendapatkan tempat tinggal sementara yang aman dan manusiawi. Karena itu, koordinasi dengan semua pihak terus kita perkuat,” ujar Al-Farlaky dalam keterangan resminya, Rabu (3/2/2026).

Meski demikian, data kerusakan menunjukkan beban pemulihan yang masih sangat besar. Jumlah Rumah Rusak Berat (RB) akibat bencana di Aceh Timur tercatat sebanyak 3.844 unit, jauh melampaui jumlah Huntara yang saat ini sedang dan telah dibangun.

Sementara itu, Data Terverifikasi Hunian (DTH) baru mencapai 432 unit, dengan 373 unit telah terbit rekening, sedangkan sisanya masih dalam proses validasi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa selain persoalan teknis pembangunan, proses administrasi dan verifikasi penerima manfaat juga masih menjadi tantangan.

Pembangunan Huntara dilaksanakan oleh 24 vendor melalui dua skema, yakni insitu dan komunal.

Untuk skema insitu, dari total 2.592 unit yang direncanakan, 198 unit telah selesai 100 persen, 439 unit berada pada progres di atas 50 persen, dan 730 unit masih di bawah 50 persen, meskipun material bangunan telah tersedia di lokasi untuk 1.225 unit.

Adapun pembangunan Huntara skema komunal menunjukkan progres 201 unit, dengan 102 unit telah rampung sepenuhnya.

Material bangunan tersedia untuk 85 unit komunal, sementara pematangan lahan masih berlangsung di Kecamatan Simpang Jernih dan Kecamatan Serba Jadi, yang turut memengaruhi kecepatan pembangunan di lapangan.

Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky kembali menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya mengejar angka penyelesaian, tetapi juga memastikan kualitas bangunan serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

“Kami minta seluruh pelaksana di lapangan bekerja sesuai standar. Huntara ini bukan sekadar bangunan, tetapi tempat masyarakat memulai kembali kehidupan mereka setelah bencana,” tegasnya.

Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Pante Bidari menjadi wilayah dengan penerima manfaat terbanyak, yakni 1.541 unit, disusul Rantau Peureulak, Serba Jadi, dan Simpang Jernih.

Dengan waktu yang semakin sempit menjelang Ramadan, lambannya penyelesaian Huntara menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan pihak terkait.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memastikan pengawasan lapangan akan terus ditingkatkan agar pembangunan Huntara dapat dipercepat dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak bencana yang hingga kini masih menunggu hunian sementara yang layak untuk menjalani bulan suci.

Tags: Aceh Timurekoin.coHuntaraIskandar Usman Al-FarlakyKorban BanjirlongsorPante BidariRamadan 2026
Post Sebelumnya

Purnabakti Eks Hakim MK Arief Hidayat: Putusan Perkara 90 Adalah Awal Indonesia ‘Tidak Baik-Baik Saja’

Post Selanjutnya

Prioritas Terbelah: Program Makan Bergizi Mulus ke PPPK, Nasib Guru Honorer Masih ‘Digantung’ Anggaran

Hasrul Ekoin

Hasrul Ekoin

Berita Terkait

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Teror Macan Tutul Masuk Permukiman Pacet, Dua Warga Terluka dan Alarm Kerusakan Habitat Makin Nyaring

Teror Macan Tutul Masuk Permukiman Pacet, Dua Warga Terluka dan Alarm Kerusakan Habitat Makin Nyaring

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Bandung, Ekoin.co — Teror satwa liar kembali menghantui warga Jawa Barat. Seekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) dilaporkan masuk...

BNN mengungkap peredaran narkoba jaringan Aceh-Medan. Sebanyak 3 orang ditangkap BNN dengan barang bukti 200 kg ganja di Besitang, Langkat, Sumatera Utara. (Foto: Dok. BNN)

BNN Gagalkan Penyelundupan 200 Kg Ganja Asal Aceh ke Sumut, Tiga Kurir Ditangkap di Jalur Lintas Langkat

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menjelaskan pengungkapan kasus bermula dari laporan intelijen mengenai rencana distribusi ganja dari...

Satpol-PP yang tewas karena evakuasi ODGJ, (foto: Twitter Pemkab Kebumen)

Petugas Satpol PP Kebumen Tewas Saat Evakuasi ODGJ, Leher Tersayat Senjata Tajam

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Kebumen, Ekon.co – Tragedi kemanusiaan mengguncang Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dilaporkan meninggal...

Post Selanjutnya
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendesak pemerintah agar tidak menganaktirikan guru honorer di tengah masifnya pengangkatan PPPK untuk tenaga teknis Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prioritas Terbelah: Program Makan Bergizi Mulus ke PPPK, Nasib Guru Honorer Masih 'Digantung' Anggaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.