PBOC Tambah Cadangan Emas Jadi 74,22 Juta Ons, Tren Pembelian Berlanjut 16 Bulan

Data resmi yang dirilis pada Sabtu menunjukkan cadangan emas PBOC bertambah sekitar 30.000 troi ons, sehingga total kepemilikan mencapai 74,22 juta troi ons pada akhir Februari. Penambahan tersebut merupakan bagian dari fase akumulasi emas yang dimulai sejak November 2024.
Kilauan logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Harga emas dunia kembali bangkit ke level US$4.670 per troy ons pada Senin (19/1/2026), seiring meningkatnya permintaan aset safe-haven oleh investor global. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Ekoin.co – Bank sentral China, People’s Bank of China (PBOC) kembali menambah cadangan emas pada Februari, memperpanjang tren pembelian logam mulia yang telah berlangsung selama 16 bulan berturut-turut. Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong permintaan terhadap aset aman.

Data resmi yang dirilis pada Sabtu menunjukkan cadangan emas PBOC bertambah sekitar 30.000 troi ons, sehingga total kepemilikan mencapai 74,22 juta troi ons pada akhir Februari. Penambahan tersebut merupakan bagian dari fase akumulasi emas yang dimulai sejak November 2024.

Kebijakan tersebut berlangsung bersamaan dengan kenaikan harga emas global dalam beberapa pekan terakhir. Logam mulia itu kembali diperdagangkan di atas US$5.000 per troi ons, didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, aktivitas pembelian emas oleh bank sentral dunia tercatat melambat pada awal tahun ini. Laporan World Gold Council (WGC) menunjukkan pembelian bersih bank sentral pada Januari hanya sekitar 5 ton, jauh di bawah rata-rata bulanan 27 ton dalam 12 bulan terakhir. Pembelian tersebut terutama dilakukan oleh negara-negara di Asia Tengah dan Asia Timur.

Analis WGC, Marissa Salim, menilai volatilitas harga emas serta faktor musiman seperti periode liburan kemungkinan membuat sebagian bank sentral menahan diri untuk sementara waktu.

Namun demikian, ia menilai ketidakpastian geopolitik global yang masih tinggi berpotensi mempertahankan tren akumulasi emas oleh bank sentral hingga beberapa tahun ke depan.

Di sisi lain, sejumlah negara juga tercatat melepas sebagian cadangan emasnya. Gubernur bank sentral Polandia bahkan mengusulkan penjualan sebagian emas negara tersebut untuk mendukung peningkatan anggaran pertahanan.

Selain itu, bank sentral Rusia dan Venezuela juga dilaporkan telah menjual sebagian cadangan emas mereka dalam beberapa bulan terakhir sebagai bagian dari strategi pengelolaan cadangan devisa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini