Efek Domino Konflik Iran vs AS-Israel Bikin Was-Was Perekonomian Nasional, Prabowo Kumpulkan DEN dan Sejumlah Menteri
Jakarta, Ekoin.co – Bayang-bayang Konflik Timur Tengah mulai bikin cemas perekonomiann nasional.
Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Ketua dan anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri ke Istana, membahas perkembangan ekonomi global khususnya dampak konflik di Timur Tengah ke Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya lewat unggahan akun media sosial Instagram @sekretariat.kabinet, Jakarta, mengabarkan, Kamis (12/3).
“Presiden Prabowo menerima Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri terkait untuk membahas perkembangan ekonomi global, termasuk potensi dampak eskalasi konflik Timur Tengah terhadap perekonomian dunia dan Indonesia, di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026,” tulis Teddy.
Teddy mengatakan dalam pertemuan tersebut turut disampaikan kondisi pasokan energi nasional saat ini masih dalam keadaan aman. Pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas nasional tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa pasokan BBM dan gas nasional dalam kondisi mencukupi. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi global dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar dampaknya terhadap APBN tetap terkendali,” ujarnya.
Selain membahas stabilitas energi, Prabowo juga menekankan pentingnya langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Teddy menyebut salah satu fokus yang disampaikan Prabowo adalah percepatan program swasembada energi sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pasokan energi global.
“Presiden juga menekankan pentingnya mempercepat swasembada energi serta memperkuat digitalisasi pemerintahan, termasuk melalui pilot digitalisasi penyaluran bantuan sosial, untuk meningkatkan efisiensi belanja negara,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prabowo juga meminta seluruh jajaran pemerintah untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global yang berkembang.
Antisipasi dan kesiapan kebijakan dinilai penting agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
“Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah terus mengantisipasi perkembangan situasi global dan memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,” tuturnya.
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah telah menyiapkan serangkaian skenario demi menjaga ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG).
Skenario itu terkait dengan konflik antara Iran dan Amerika yang berdampak pada sektor energi.
“Berbasis data, kita sudah gambarkan skenarionya. Tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan, saya kira pemerintah juga sudah cukup siaga menyikapi hal ini,” kata Luhut di Cimahi.
Dijabarkan adanya rencana kontingensi dari pemerintah. Skenario yang nantinya akan diambil pemerintah tetap mengacu pada pergerakan harga minyak mentah di dunia.
“Ketika harga minyak mencapai USD 90, USD 100, bahkan sampai USD 150 (per barel), itu sudah dibuat. Nanti tentu kita lihat average berapa karena APBN kita USD 70. Jadi, kita hitung, kalau naik USD 10, bisa di angka Rp 70 triliun. Tapi setelah kita hitung kemarin, kita lega masih semua manageable,” ungkap Luhut.
Luhut menyebut LPG sudah didistribusikan dari pulai-pulau besar di Tanah Air ke wilayah-wilayah terpencil yang memang sulit diakses. Sementara itu, ketersediaan LPG di pulau besar tidak ada masalah.
“Kalau di Pulau Jawa itu tidak terlalu ada masalah, karena dia (gas) datang langsung bisa dibagikan. Tapi di luar Pulau Jawa yang jauh itu masalah karena transportasi ke sana. Oleh karena itu, dari mulai hari ini Pertamina sudah menyalurkan ke daerah-daerah luar dari Jawa untuk gas,” kata Luhut. (*)























Tinggalkan Balasan