Literasi Keuangan Syariah BSI Diperkuat di 60 Ribu Sekolah

BSI memperkuat literasi keuangan syariah dengan mengelola lebih dari 60 ribu sekolah di Indonesia, mencakup 10 persen dari total sekolah SD hingga SMA.
BSI telah dipercaya mengelola lebih dari 60 ribu sekolah di Indonesia. Sumber dok www.bankbsi.co.id

Jakarta Ekoin.co – Literasi Keuangan Syariah terus menjadi fokus PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI dalam memperluas penetrasi layanan keuangan syariah di berbagai sektor. Salah satu langkah yang dilakukan perseroan adalah memperkuat kehadiran di lingkungan pendidikan dengan mengelola lebih dari 60 ribu sekolah mulai tingkat SD hingga SMA di seluruh Indonesia.

Pencapaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Hingga saat ini, jumlah sekolah yang dikelola BSI mencapai sekitar 10 persen dari total sekolah dasar hingga sekolah menengah atas yang tersebar di Indonesia.

Selain memperluas jangkauan layanan pendidikan, BSI juga terus meningkatkan basis nasabah secara nasional. Saat ini perseroan dipercaya mengelola sekitar 23,7 juta nasabah yang berasal dari berbagai segmen masyarakat.

Kalangan pelajar menjadi salah satu sasaran utama dalam pengembangan inklusi dan literasi keuangan syariah. Melalui pendekatan sejak usia dini, BSI berharap pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dapat tumbuh lebih kuat di kalangan generasi muda.

Upaya tersebut dijalankan melalui kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah yang mudah diakses, aman, dan sesuai kebutuhan.

Program yang menjadi bagian dari kolaborasi tersebut adalah GENCARKAN atau Gerakan Cerdas Keuangan. Inisiatif yang dihadirkan OJK itu menyasar pelajar, pelaku usaha, dan masyarakat umum guna meningkatkan literasi keuangan secara menyeluruh.

BSI Perkuat Literasi Keuangan Syariah Melalui Sekolah

Selain GENCARKAN, terdapat pula program KEJAR atau Satu Rekening Satu Pelajar yang dirancang untuk membangun budaya menabung sejak dini. Program ini mendorong pelajar agar memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan serta pentingnya menabung di lembaga perbankan.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menjelaskan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan nasional.

“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi bagian fokus literasi dan inklusi keuangan karena menjadi kelompok awal yang diharapkan mampu mengelola keuangan sejak dini. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak literasi di lingkungannya,” ujarnya.

Menurut Wisnu, penguatan literasi tidak hanya dilakukan melalui kegiatan edukasi di sekolah. Perseroan juga terus memperluas jangkauan program edukasi kepada berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan pemahaman mengenai layanan keuangan syariah.

Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan layanan perbankan secara optimal sesuai kebutuhan masing-masing.

Di samping itu, BSI juga aktif mencetak duta-duta literasi yang berasal dari kalangan perguruan tinggi. Program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas penyebaran edukasi keuangan syariah di berbagai daerah.

BSI Dorong Literasi Keuangan Syariah Lewat Duta dan UMKM

Wisnu mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 5.000 duta literasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Para duta tersebut berasal dari tingkat universitas dan berperan dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai keuangan syariah.

“Selain memperluas kegiatan inklusi ke sekolah-sekolah, Bank Syariah Indonesia juga secara aktif mencetak duta-duta literasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlahnya saat ini sekitar 5.000 duta literasi dari tingkat universitas. Selain program KEJAR, BSI juga mengoptimalkan program literasi GENCARKAN bagi segmen UMKM melalui pelatihan dan pendampingan usaha. Program tersebut mencakup penguatan kapasitas usaha, peningkatan keterampilan, pengelolaan usaha berbasis prinsip syariah, hingga pemanfaatan e-channel untuk mendukung transaksi UMKM,” katanya.

Tidak hanya menyasar pelajar, program literasi yang dijalankan BSI juga menjangkau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Melalui pelatihan dan pendampingan usaha, para pelaku UMKM mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan usaha berbasis prinsip syariah.

Program tersebut juga mencakup peningkatan keterampilan bisnis serta pemanfaatan layanan digital perbankan. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memanfaatkan berbagai fasilitas transaksi yang tersedia secara lebih optimal.

Sejalan dengan penguatan literasi, BSI terus mendorong pertumbuhan produk tabungan pelajar. Perseroan mencatat dana tabungan pelajar yang dikelola saat ini telah mencapai Rp1,7 triliun.

Wisnu menyebutkan bahwa segmen pelajar menjadi salah satu fokus pengembangan perusahaan pada tahun ini. BSI menargetkan pertumbuhan tabungan pelajar sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saat ini BSI mengelola Tabungan Pelajar mencapai Rp1,7 Triliun. Kalangan pelajar menjadi segmen yang akan kami sasar tahun ini dengan jumlah target pertumbuhan tabungan pelajar sekitar 10% dari tahun lalu. Hal ini juga menjadi langkah memperkuat komposisi dana murah sehingga bisa meningkatkan komposisi DPK,” ujarnya.

Penguatan literasi keuangan di lingkungan pendidikan diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelajar memahami pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. Edukasi yang berkelanjutan menjadi fondasi penting dalam membentuk kebiasaan keuangan yang sehat.

Kolaborasi antara industri perbankan dan regulator juga menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan program edukasi kepada masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, upaya peningkatan literasi dapat berjalan lebih efektif.

Keberadaan program GENCARKAN dan KEJAR memberikan ruang yang lebih luas bagi pelajar untuk mengenal layanan perbankan sejak usia sekolah. Langkah tersebut sekaligus mendukung peningkatan inklusi keuangan nasional.

Melalui pengelolaan lebih dari 60 ribu sekolah, pengembangan duta literasi, serta penguatan tabungan pelajar, BSI terus memperluas peran keuangan syariah di sektor pendidikan dan masyarakat luas. Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di Indonesia secara berkelanjutan.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights