10 Mata Uang Terlemah Dunia 2026: Rial Iran Ambruk 4.100 Persen, Rupiah Aman?

Rial Iran ambruk 4.130 persen terhadap dolar AS, menjadi mata uang terlemah dunia di 2026. Inflasi Iran capai 84 persen. Bagaimana posisi rupiah Indonesia?

Sejumlah mata uang di dunia menghadapi tekanan luar biasa sepanjang 2026. Rial Iran mencatat pelemahan paling ekstrem dengan ambruk hingga 4.130 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS), di mana kurs 1 dolar AS kini dihargai 1.779.500 rial Iran. Krisis ekonomi, kelangkaan dolar, tekanan fiskal, hingga perubahan kebijakan nilai tukar menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi mata uang negara-negara terdampak.

Iran: Sanksi, Perang, dan Inflasi 84 Persen

Iran menghadapi tekanan berlapis terhadap mata uangnya. Sanksi ekonomi AS yang ketat, perang sejak Februari 2026, keterbatasan akses ke sistem keuangan internasional, serta gangguan terhadap perdagangan dan penerimaan devisa menjadi kombinasi yang menghancurkan nilai rial.

Pendapatan ekspor minyak yang merupakan sumber utama pemasukan valuta asing Iran terus terhambat. Ketika ekspor dan transaksi internasional terganggu, pasokan dolar di dalam negeri ikut tertekan. Pada Agustus 2026, inflasi tahunan Iran dilaporkan mencapai sekitar 84 persen, sementara rial menyentuh rekor terendah sepanjang sejarah.

Venezuela: Bolivar Kehilangan 45 Persen Nilai

Venezuela menghadapi persoalan serupa meskipun dengan dinamika berbeda. Penurunan pendapatan minyak, defisit fiskal yang membengkak, dan kelangkaan likuiditas dolar menjadi faktor utama yang menekan perekonomian negara Amerika Latin tersebut.

International Monetary Fund (IMF) menyoroti bahwa pembiayaan pemerintah melalui penciptaan uang memperbesar tekanan inflasi dan mengurangi kepercayaan terhadap bolivar. Pada Mei 2026, bolivar dilaporkan telah kehilangan sekitar 45 persen nilainya terhadap dolar di pasar resmi sejak awal tahun. Per penutupan Jumat (9/10/2026), 1 dolar AS dihargai 874,6 bolivar.

Bolivia: Cadangan Devisa Menipis

Bolivia menjadi negara lain yang menghadapi tekanan berat terhadap mata uangnya. Cadangan devisa yang menipis dan perubahan sistem kurs menjadi faktor utama pelemahan boliviano. Negara yang selama bertahun-tahun mengandalkan ekspor gas alam ini kini menghadapi tantangan diversifikasi ekonomi yang mendesak.

Posisi Rupiah Indonesia

Di tengah pelemahan mata uang global, rupiah Indonesia relatif terjaga meskipun menghadapi tekanan dari dinamika global dan ketidakpastian kebijakan The Fed. Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Cadangan devisa Indonesia per September 2026 tercatat sebesar USD 146,3 miliar, turun USD 200 juta dari bulan sebelumnya namun masih dalam level yang memadai.

Para analis menilai posisi rupiah masih lebih baik dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya berkat fundamental ekonomi Indonesia yang relatif stabil, surplus perdagangan yang konsisten, dan kebijakan moneter BI yang responsif terhadap dinamika pasar global.

Daftar 10 mata uang terlemah dunia di 2026 ini menjadi pengingat bahwa stabilitas ekonomi makro, cadangan devisa yang memadai, dan kebijakan fiskal yang prudent merupakan kunci menjaga kekuatan mata uang suatu negara. (Sumber: CNBC Indonesia, IMF, Bank Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights