IHSG Sepekan Melemah 0,13 Persen ke 5.050, Kapitalisasi Pasar Susut Rp118 Triliun

IHSG melemah 0,13 persen sepekan ke 5.050, kapitalisasi pasar BEI susut Rp118 triliun, investor asing masih net sell meski sempat rebound pada penutupan Jumat.
IHSG Menguat, Pasar keuangan domestik menutup pekan pertama November 2026 dengan nada optimistis.(foto:istimewa)

JAKARTA, Ekoin.co — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan koreksi tipis 0,13 persen sepanjang perdagangan sepekan periode 2-6 November 2026. Berdasarkan data statistik mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup pada level 5.050,429, melemah dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di posisi 5.057,050.

Volatilitas Tinggi Sepanjang Pekan

Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita menjelaskan, sepanjang pekan ini IHSG bergerak fluktuatif dengan mencatatkan level tertinggi 5.143,58 dan level terendah 4.824,36. Pergerakan tajam tersebut mencerminkan tekanan jual yang signifikan terjadi di tengah pekan sebelum indeks berhasil kembali menguat pada perdagangan Jumat (6/11).

Pada perdagangan Jumat, IHSG sempat dibuka melemah di posisi 4.955,83 bahkan menyentuh level terendah 4.925,10, sebelum akhirnya ditutup menguat 20,17 poin atau 0,40 persen ke level 5.050,43. Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyebut pelemahan awal sesi dipicu sentimen negatif dari koreksi signifikan di Wall Street dan bursa Asia akibat tekanan pada saham sektor teknologi.

Kapitalisasi Pasar dan Aktivitas Transaksi Menyusut

Sejalan dengan koreksi indeks, kapitalisasi pasar BEI ikut menyusut 1,34 persen atau Rp118 triliun menjadi Rp8.744 triliun, dari Rp8.862 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian juga turun 23 persen menjadi Rp11,04 triliun, dibandingkan Rp14,34 triliun pada pekan sebelumnya.

Dari sisi investor asing, tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp328,20 miliar pada perdagangan Jumat. Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing masih membukukan jual bersih sebesar Rp98,08 triliun — angka yang menunjukkan sentimen asing terhadap pasar modal Indonesia belum sepenuhnya pulih.

Proyeksi Pekan Depan

Pasar modal akan kembali dibuka pada Senin (9/11/2026) setelah libur akhir pekan. Investor diperkirakan akan mencermati sejumlah katalis, termasuk arah suku bunga The Fed, pergerakan rupiah, serta implementasi kebijakan pajak digital yang mulai berlaku 9 November 2026. Analis menyarankan investor untuk tetap selektif memilih saham unggulan dengan fundamental kuat di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights