Safrizal ZA Pastikan Aceh Pulih: Jalan Nasional 100% Fungsional, 10 Kabupaten Kembali Normal

Simak laporan Safrizal ZA terkait progres Satgas PRR Aceh. Jalan nasional pulih 100%, Huntara mencapai 91%, dan 10 daerah di Aceh kembali normal.
Hingga awal April, sektor infrastruktur transportasi dan layanan kesehatan di Aceh telah pulih 100 persen, sementara pembangunan hunian sementara bagi penyintas telah mencapai progres di atas 91 persen.

Banda Aceh, Ekoin.co – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) pascabencana di Provinsi Aceh terus mencatatkan progres signifikan dalam upaya pemulihan. Hingga 6 April 2026, sektor konektivitas dan pembersihan lingkungan menjadi capaian utama dalam mendorong transisi menuju kondisi normal.

Kepala Pos Komando Wilayah Satgas PRR, Safrizal ZA, menyampaikan bahwa dari 18 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 10 daerah telah dinyatakan kembali normal.

Daerah tersebut meliputi Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Nagan Raya, Aceh Singkil, serta Kota Lhokseumawe, Langsa, dan Subulussalam.

Pemulihan infrastruktur menunjukkan hasil menggembirakan. Seluruh jalan nasional terdampak yang berjumlah 46 ruas kini telah 100 persen fungsional, begitu pula dengan jembatan nasional yang juga telah pulih sepenuhnya.

Di sektor lingkungan, dari total 519 lokasi terdampak, sebanyak 480 lokasi atau sekitar 92 persen telah berhasil dibersihkan dari lumpur.

Upaya pembersihan tersebut didukung melalui program Cash For Work yang melibatkan masyarakat, serta penugasan personel dari pemerintah pusat, termasuk aparatur sipil negara Kementerian Dalam Negeri dan Praja IPDN.

Sementara itu, sektor layanan publik juga telah pulih. Seluruh rumah sakit umum daerah (23 unit) dan puskesmas (309 unit) yang terdampak kini kembali beroperasi 100 persen. Di bidang pendidikan, kegiatan belajar mengajar juga telah berjalan normal di 3.120 sekolah terdampak.

Dari sisi bantuan sosial, pemerintah melalui Kementerian Sosial dan BNPB telah menyalurkan bantuan jaminan hidup, isi hunian, dan stimulan ekonomi dengan total mencapai Rp355,93 miliar.

Untuk hunian bagi penyintas, pembangunan Hunian Sementara (Huntara) telah mencapai progres 91,08 persen. Sementara itu, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) masih dalam tahap koordinasi intensif, khususnya terkait penyediaan lahan komunal. Saat ini, tersedia potensi lahan seluas 1.039 hektare dari kawasan hutan produksi dan 81.551 hektare dari area HGU untuk relokasi.

Meski demikian, Satgas PRR masih memberikan perhatian khusus pada tujuh wilayah yang membutuhkan percepatan pemulihan, yakni Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya. Di daerah tersebut, sejumlah fasilitas desa dan kantor kelurahan masih dalam tahap perbaikan berat.

“Kami terus bersinergi dengan TNI, Polri, dan kementerian terkait untuk memastikan seluruh indikator pemulihan, baik ekonomi maupun sosial, dapat segera mencapai target 100 persen di seluruh Aceh,” ujar Safrizal dalam rapat koordinasi di The Padee Hotel.

Dengan capaian yang terus meningkat, pemerintah optimistis proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dapat segera rampung secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights