Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi di Istana Negara, Bahas Kerja Sama Bilateral dan Palestina
Presiden RI Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Negara, Jakarta, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Kunjungan kenegaraan ini menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Mesir yang telah ditingkatkan menjadi kemitraan strategis sejak April 2025.
Upacara Penyambutan dan Rapat Bilateral
Kedatangan El-Sisi disambut dengan upacara kehormatan yang digelar oleh pasukan TNI di halaman Istana Negara. Sejumlah menteri turut hadir dalam acara penyambutan tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono serta Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia.
Setelah upacara penyambutan, kedua kepala negara melanjutkan dengan rapat bilateral yang membahas kerja sama serta prospek program-program ke depan antara Indonesia dan Mesir. Agenda pembicaraan mencakup berbagai aspek mulai dari ekonomi, perdagangan, hingga kerja sama di bidang pertahanan dan kebudayaan.
Lawatan El-Sisi ke Asia
Kunjungan ke Indonesia merupakan bagian dari lawatan kerja El-Sisi ke sejumlah negara di Asia. Sebelum tiba di Jakarta, El-Sisi mengunjungi Korea Selatan untuk bertemu Presiden Lee Jae Myung pada Kamis (8/10/2026). Rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut juga mencakup Malaysia, menunjukkan komitmen Mesir untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara.
Sebelumnya, Prabowo dan El-Sisi juga bertemu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di India pada Sabtu (12/9/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek hubungan Mesir-Indonesia pasca penandatanganan perjanjian kemitraan strategis.
Isu Palestina dan Stabilitas Regional
Selain hubungan bilateral, kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai perkembangan terkini di tingkat regional dan internasional. Prabowo dan El-Sisi menegaskan penolakan terhadap pemindahan paksa warga Palestina dari tanah mereka. Keduanya menekankan pentingnya pelaksanaan perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza, kelancaran masuknya bantuan kemanusiaan, serta penghentian tindakan terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Indonesia dan Mesir juga menekankan pentingnya mengutamakan jalur diplomasi untuk mencapai solusi damai serta menjaga kebebasan navigasi di jalur pelayaran internasional, termasuk terkait situasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Prospek Hubungan Indonesia-Mesir
Hubungan Indonesia dan Mesir telah terjalin sejak lama, dengan Mesir menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Peningkatan status menjadi kemitraan strategis pada 2025 membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk di bidang infrastruktur, energi terbarukan, dan pendidikan.
Nilai perdagangan bilateral kedua negara diharapkan terus meningkat seiring dengan penguatan kerja sama. Mesir juga menjadi pintu gerbang bagi produk Indonesia untuk memasuki pasar Afrika Utara dan Timur Tengah, sementara Indonesia dapat menjadi mitra strategis Mesir di kawasan Asia Tenggara.
Kunjungan kenegaraan ini diharapkan menghasilkan sejumlah kesepakatan konkret yang dapat memperkuat fondasi hubungan kedua negara di berbagai bidang strategis ke depan.























Tinggalkan Balasan