EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA NASIONAL
Prabowonomics: Strategi Ekonomi Baru Era Prabowo

Prabowonomics: Strategi Ekonomi Baru Era Prabowo

Prabowonomics bertumpu pada kemandirian pangan dan energi serta hilirisasi industri domestik. Subsidi tepat sasaran dan ruralisasi investasi di desa diprioritaskan untuk mengurangi kemiskinan.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
19 Juni 2025
Kategori NASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia , EKOIN.CO – Konsep Prabowonomics, yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, dirancang sebagai kebijakan ekonomi nasional yang menekankan kedaulatan pangan, energi, serta penguatan sektor strategis domestik. Fokus utamanya adalah swasembada pangan dan energi, hilirisasi sumber daya alam, subsidi tepat sasaran, serta pembangunan ekonomi dari desa ke kota.

Fokus Utama Prabowonomics

Dalam skema Prabowonomics, swasembada pangan menjadi poin krusial. Prabowo menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur pertanian dan pemberdayaan petani lokal agar Indonesia tidak lagi tergantung impor pangan—target pencapaian paling lambat dalam empat tahun masa jabatannya .

Di sisi energi, kebijakan ini mendorong diversifikasi dan pemanfaatan sumber energi domestik rendah karbon, takut terhadap lonjakan harga global akibat geopolitik. Dorongan transisi ke energi terbarukan dianggap sebagai jalan jangka panjang untuk kestabilan produksi dalam negeri .

Hilirisasi dan industrialisasi menjadi pilar esensial: pengolahan hasil tambang, pertanian, serta batubara secara lokal diutamakan. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah nasional, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi rakyat .

Subsidi tepat sasaran menjadi instrumen sosial. Alih-alih berbasis barang, subsidi diluncurkan langsung kepada keluarga kurang mampu melalui sistem data dan teknologi agar beban kemiskinan bisa dikurangi secara lebih akurat

Berita Menarik Pilihan

Petugas Satpol PP Kebumen Tewas Saat Evakuasi ODGJ, Leher Tersayat Senjata Tajam

Sejak 2023, Pemprov DKI Terima Rp42,5 Triliun Kewajiban Fasos-Fasum dari Pengembang

Dukungan dari Berbagai Pihak

Fraksi PKS di DPR RI, melalui Sukamta, menyatakan optimismenya bahwa Prabowonomics dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% serta menghapus kemiskinan absolut. Menurutnya, kebijakan ini berani dan visioner dengan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta

Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, juga memasukkan Prabowonomics sebagai tema unggulan dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2025. Dia menyebut program ini sebagai kontribusi wartawan dalam mendukung ketahanan pangan nasional

Komponen Ruralisasi dan Pembangunan Desa

Prabowonomics mengedepankan strategi pembangunan dari desa ke kota, sehingga potensi wilayah pedesaan bisa berkembang dan menciptakan pusat ekonomi baru. Model ini telah teruji dalam pengembangan perkebunan sawit, yang membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pendapatan daerah .

Dalam forum diskusi di Surabaya, Prof. Daniel M. Rosyid dari ITS menyebut konsep ini sebagai ancaman bagi mafia dan oligarki. Menurutnya, Prabowonomics menunjukkan nasionalisme kuat, populisme, dan industrialisasi terarah demi rakyat.

Tantangan dan Kritik

Beberapa pihak melihat risiko dari perlindungan industri dalam negeri yang berlebihan. Kebijakan yang terlalu proteksionis bisa memicu mundurnya minat investor global dan menurunkan efisiensi ekonomi .

Efektivitas subsidi langsung juga dipertanyakan. Perlu sistem data yang akurat agar bantuan tepat sasaran dan tak disalahgunakan. Pemerintah dituntut meningkatkan kualitas tata kelola dan e‑Goverment.

Program makan siang gratis di sekolah—bagian dari Prabowonomics—mencontoh langkah sukses di India dan Tiongkok. Namun, Yusron Aminulloh dari ICMI Jatim mengkritik program ini bisa merusak ekonomi kecil seperti kantin sekolah dan pedagang kaki lima jika tidak hati‑hati

Implementasi Global dan Strategi BRICS

Prabowo juga mendorong keterlibatan Indonesia dalam koperasi ekonomi global seperti BRICS, sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi tawar negara dan mengurangi ketergantungan pada barat

Pertumbuhan Industrialisasi Pertanian

Pembangunan desa melalui perkebunan sawit dan agro-industrial telah menunjukkan multiplier effect ekonomi penting bagi daerah terisolir, mengangkat ekonomi bawah, juga menjadi model keberhasilan Prabowonomics.

Proyeksi & Masa Depan

Target pertumbuhan ekonomi 8 % dan penghapusan kemiskinan absolut menjadi tolok ukur keberhasilan jangka menengah Prabowonomics. Kolaborasi pemerintah, swasta, akademisi dan media menjadi kunci agar strategi ini tidak berhenti pada tataran wacana saja

Diperlukan tata kelola data subsidi yang transparan dan akurat agar program tepat sasaran dan terbebas dari korupsi.
Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan petani lokal harus ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan program.
Pembangunan industri desa perlu disertai pelatihan SDM agar masyarakat lokal bisa mengelola kegiatan ekonomi mandiri.
Pengawasan ketat dibutuhkan agar proteksi industri tak menimbulkan inefisiensi serta merugikan konsumen.
Upaya bergabung dengan skema global seperti BRICS dapat memperluas pasar dan menambah peluang kerjasama ekonomi.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: bricshilirisasinasionalisme ekonomipembangunan desa.penghapusan kemiskinanpertumbuhan 8 %Prabowonomicssubsidi tepat sasaranswasembada energiswasembada pangan
Post Sebelumnya

Khofifah Hadiri Pelantikan Rektor Unair 2025–2030

Post Selanjutnya

Advokat Marcella Santoso Tegaskan Tak Buat Narasi “Indonesia Gelap”, ” RUU TNI”

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Satpol-PP yang tewas karena evakuasi ODGJ, (foto: Twitter Pemkab Kebumen)

Petugas Satpol PP Kebumen Tewas Saat Evakuasi ODGJ, Leher Tersayat Senjata Tajam

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Kebumen, Ekon.co – Tragedi kemanusiaan mengguncang Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dilaporkan meninggal...

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menyaksikan BAST Fasum Fasos dari Pengembang, Rabu (4/2/2026) (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Sejak 2023, Pemprov DKI Terima Rp42,5 Triliun Kewajiban Fasos-Fasum dari Pengembang

oleh Ridwansyah
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerima penyerahan kewajiban Fasilitas Sosial-Fasilitas Umum (Fasos-Fasum) senilai Rp42,537 triliun. Inspektur DKI...

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. (Foto: Amsi)

Penyidik Kantongi Identitas Pengirim Karangan Bunga Usai Dokter Kecantikan Oky Pratama Buat Laporan

oleh Aminuddin Sitompul
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Dokter kecantikan Oky Pratama melaporkan dugaan teror lewat kiriman karangan bunga, berisi fitnah dan pencemaran nama baik ke Polda...

Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih

Ombudsman Apresiasi Raja Ampat, Putusan PN Sorong Akhirnya Dieksekusi Meski Belum Tuntas

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Jakarta,Ekoin.co– Setelah bertahun-tahun mengabaikan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat akhirnya mulai melaksanakan kewajiban hukumnya....

Post Selanjutnya
Advokat Marcella Santoso Tegaskan Tak Buat Narasi “Indonesia Gelap”, ” RUU TNI”

Advokat Marcella Santoso Tegaskan Tak Buat Narasi "Indonesia Gelap", " RUU TNI"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.