EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS INFRASTRUKTUR
Pemerintah Dorong Bangunan Hijau untuk Turunkan Emisi Karbon

Sumber dok pu.go.id

Pemerintah Dorong Bangunan Hijau untuk Turunkan Emisi Karbon

Penerapan prinsip Bangunan Gedung Hijau tidak hanya menjadi jawaban atas tantangan lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi ekonomi nasional untuk meningkatkan efisiensi investasi sekaligus mengurangi emisi karbon sektor konstruksi.

Agus DJ oleh Agus DJ
5 Juli 2025
Kategori INFRASTRUKTUR, LINGKUNGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) terus mendorong penerapan prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH) demi mendukung target nasional pengurangan emisi karbon dan pembangunan berkelanjutan. Kebijakan ini juga sejalan dengan Strategi PU 608 untuk menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di sektor konstruksi dan properti.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya efisiensi investasi sebagai strategi kunci. ICOR digunakan sebagai indikator pertumbuhan output ekonomi terhadap investasi. “Kami tidak hanya berbicara tentang efisiensi investasi, tetapi benar-benar turun ke lapangan untuk mengetahui penyebab utama tingginya ICOR,” ujarnya.

Dalam laporan The Global Status Report for Buildings and Construction 2022 dari United Nations Environment Programme (UNEP), sektor properti dan konstruksi diketahui menyumbang 37% emisi CO2 global. Emisi ini sebagian besar berasal dari konsumsi energi operasional gedung dan proses produksi material bangunan.

Untuk itu, infrastruktur dan bangunan harus menjadi bagian dari solusi penurunan emisi. Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyampaikan bahwa penerapan Bangunan Gedung Hijau merupakan langkah konkret mendukung ekonomi rendah karbon. “Penerapan Bangunan Gedung Hijau (BGH) menjadi salah satu strategi nyata,” katanya di Jakarta, Sabtu (5/7/2025).

Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan emisi sebesar 31,89% secara mandiri, dan hingga 43,2% dengan dukungan internasional pada tahun 2030. Target ini menjadi bagian dari agenda besar nasional menuju pembangunan berkelanjutan.

Berita Menarik Pilihan

Prabowo Nyatakan “Perang terhadap Sampah”: Pariwisata Terancam, Kepala Daerah Diminta Bergerak Nyata

Pakar Ingatkan Potensi Gempa 14 Zona Megathrust Indonesia

Regulasi dan Standar Hijau

Kementerian PU telah menerbitkan aturan terkait BGH dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC), yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 dan Permen PUPR Nomor 21 Tahun 2021. Regulasi ini menetapkan standar teknis bagi seluruh bangunan yang akan dikembangkan.

Bangunan hijau wajib memenuhi standar efisiensi energi sebesar 25% dan efisiensi air minimal 10%. Penyesuaian ini harus dilakukan sejak tahap desain, konstruksi, hingga operasional. Upaya ini menjadi langkah penting dalam menciptakan ruang yang efisien dan berwawasan lingkungan.

Wamen Diana juga menjelaskan, pengurangan operational carbon dapat dilakukan dengan mengubah perilaku pengguna menjadi lebih hemat energi, serta menggunakan sumber energi terbarukan. Sementara pengurangan embodied carbon dapat dicapai lewat prinsip lean construction dan pemakaian material lokal.

“Teknologi juga sangat penting dalam penerapan standar BGH dan BGC. Salah satunya dengan penggunaan Building Information Modelling (BIM),” imbuh Diana. BIM memungkinkan simulasi efisiensi energi dan perencanaan konstruksi yang lebih akurat dan hemat sumber daya.

Kementerian PU secara aktif menggandeng pemangku kepentingan, termasuk Indonesia Property Management Association, agar terlibat langsung dalam pengembangan bangunan ramah lingkungan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembangunan rendah karbon.

Komitmen terhadap Perjanjian Iklim

Upaya penerapan prinsip BGH sejalan dengan ratifikasi Paris Agreement melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya terhadap pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari sektor konstruksi dan bangunan.

Transformasi menuju gedung hijau dianggap tidak sekadar sebagai kebutuhan lingkungan, tetapi juga bagian dari transformasi ekonomi nasional. Dengan efisiensi investasi yang tinggi, sektor konstruksi diharapkan mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi tanpa memperbesar jejak karbon.

Langkah ini juga didorong oleh kebutuhan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim di perkotaan. Kementerian PU percaya bahwa perubahan sistemik di sektor konstruksi dapat menjadi katalisator utama dalam transformasi hijau skala nasional.

Penerapan prinsip Bangunan Gedung Hijau merupakan strategi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia. Melalui pendekatan teknis, regulasi, dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berupaya menciptakan sektor konstruksi yang efisien dan berkelanjutan.

Dengan regulasi yang jelas serta penerapan standar efisiensi energi dan air, pemerintah mendorong perubahan fundamental sejak tahap awal perencanaan bangunan. Teknologi seperti BIM juga menjadi alat penting untuk mendukung efisiensi dan akurasi konstruksi yang ramah lingkungan.

Keterlibatan pemangku kepentingan menjadi aspek penting dalam menciptakan ekosistem bangunan hijau nasional. Langkah ini memperkuat komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Paris dan mendorong transformasi sektor properti yang adaptif terhadap tantangan iklim dan ekonomi masa depan.(*)

Tags: bangunan hijauBIMDiana KusumastutiDody Hanggodoefisiensi energiekonomi rendah karbonemisi karbonGRKICORKementerian Pekerjaan Umumkonservasi airkonstruksi berkelanjutanlean constructionParis Agreementpembangunan berkelanjutanproperti ramah lingkunganUNEP
Post Sebelumnya

Jembatan Sikabu Rusak, Ribuan Warga Terisolasi

Post Selanjutnya

BRI Tegaskan Komitmen pada SDGs Lewat Bisnis Berkelanjutan

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Presiden Prabowo Subianto pidato di depan Anggota Rakornas sinergi pemerintah pusat dan daerah soal sampah

Prabowo Nyatakan “Perang terhadap Sampah”: Pariwisata Terancam, Kepala Daerah Diminta Bergerak Nyata

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Bogor,Ekoin.co – Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras soal buruknya penanganan sampah di Indonesia. Di hadapan seluruh kepala daerah...

Sumber Foto: Segmen zona megathrust di selatan Jawa dan Sumatra. (Dok. Jurnal On the potential for megathrust earthquakes and tsunamis off the southern coast of West Java and southeast Sumatra, Indonesia)

Pakar Ingatkan Potensi Gempa 14 Zona Megathrust Indonesia

oleh Agus DJ
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus melakukan pemantauan intensif terhadap ancaman aktivitas seismik di berbagai...

Presiden Prabowo dan AHY Bahas Sinergi Pemerintah Pusat Daerah. Sumber dok kemenkoinfra.go.id

Menko AHY Perkuat Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah 2026

oleh Agus DJ
3 Februari 2026
0

Bogor, Ekoin.co - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sinergi...

Ketua DPRD DKI Khaerudin Desak Gubernur Pramono Segera Cari Solusi Soal RDF Plant Rorotan

Ketua DPRD DKI Khaerudin Desak Gubernur Pramono Segera Cari Solusi Soal RDF Plant Rorotan

oleh Ridwansyah
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung agar mencari solusi untuk menangani persoalan...

Post Selanjutnya
BRI Tegaskan Komitmen pada SDGs Lewat Bisnis Berkelanjutan

BRI Tegaskan Komitmen pada SDGs Lewat Bisnis Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.