Jakarta, EKOIN.CO – Suasana sepi menyelimuti Pasar Hewan Barito di Jakarta Selatan, yang dulunya dikenal sebagai pusat penjualan hewan peliharaan ternama. Kunjungan CNBC Indonesia pada Jumat pagi (11/7/2025) hanya menemukan segelintir pembeli, sementara sebagian besar pedagang terlihat membersihkan kios atau berkumpul berbincang.
Faisal, pedagang yang telah berjualan sejak 1980, mengungkapkan kesulitannya pasca revitalisasi pasar tahun 2022-2023. “Delapan bulan kami tidak berjualan, modal habis, sekarang harus mulai dari nol lagi,” ujarnya dengan wajah lesu. Kekhawatiran bertambah dengan rencana relokasi pasar untuk pembangunan Taman ASEAN.
Deri, pedagang burung, juga merasakan dampak serupa. “Sejak renovasi saja kami masih berjuang keras, ini ada kabar mau direlokasi, makin susah nasib kami,” keluhnya. Ia khawatir kehilangan pelanggan tetap jika harus pindah ke lokasi baru.
Karno, pengurus pasar, menambahkan bahwa mayoritas dari 137 kios masih berusaha pulih dari masa sulit selama revitalisasi. “Yang diinginkan pedagang itu waktu persiapan cukup sebelum relokasi,” tegasnya. Pasar yang berdiri sejak 1979 ini sempat ramai sebelum revitalisasi, dengan 85 kios khusus menjual berbagai hewan peliharaan.





