Jakarta, EKOIN.CO – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria meninggal saat sujud dalam salat di masjid Klaten viral di media sosial, memicu kekhawatiran publik tentang keamanan posisi ibadah tersebut. Menanggapi hal ini, dr. Bobby Arfhan Anwar, SpJP(K), dokter spesialis jantung RS Hermina Depok, memberikan penjelasan medis melalui akun Instagramnya @dr.bobbyjantung.
“Gerakan salat justru memiliki banyak manfaat kesehatan,” tegas dr. Bobby seperti dikutip di Jakarta. Ia menjelaskan, tubuh manusia memiliki sistem baroreseptor yang secara otomatis menyesuaikan tekanan darah saat perubahan posisi, termasuk saat sujud. “Sistem ini memastikan sirkulasi darah tetap optimal,” tambahnya.
Dokter yang menamatkan pendidikan spesialis jantung di Universitas Indonesia ini memaparkan berbagai manfaat gerakan salat berdasarkan penelitian medis. Antara lain meningkatkan aliran darah ke otak, menurunkan tekanan darah diastolik, serta mengurangi tingkat stres. “Salat adalah ibadah, tapi Allah telah merancangnya dengan hikmah kesehatan,” ujarnya.
Mengenai kasus di Klaten, dr. Bobby menegaskan kematian saat sujud kemungkinan disebabkan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, bukan karena posisi ibadah. “Wafat dalam sujud justru sangat mulia, itu impian banyak muslim,” katanya seraya mengingatkan adanya keringanan beribadah bagi yang sakit.





