EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Jerman Kirim Rudal Jarak Jauh ke Ukraina

Jerman Kirim Rudal Jarak Jauh ke Ukraina

Rudal jarak jauh dari Jerman akan tiba. Pengiriman dalam jumlah besar akhir Juli.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
13 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Berlin, EKOIN.CO – Ukraina akan segera menerima gelombang pertama rudal jarak jauh dari Jerman pada akhir Juli 2025. Hal itu disampaikan langsung oleh Mayor Jenderal Christian Freuding, pejabat tinggi militer Jerman yang memimpin koordinasi bantuan militer Berlin untuk Kyiv.

Freuding menyampaikan informasi tersebut dalam sebuah wawancara yang ditayangkan oleh stasiun televisi ZDF pada Sabtu (13/7). Ia menekankan bahwa pengiriman rudal tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat, sebagai tanggapan atas kondisi Ukraina yang semakin terdesak oleh serangan Rusia.

“Jerman siap untuk menyediakan sistem persenjataan ini,” ujar Freuding dalam wawancara tersebut. Ia menambahkan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Jerman untuk mendukung pertahanan Ukraina dalam menghadapi agresi militer Rusia.

Pengiriman Besar Rudal Jarak Jauh

Freuding mengungkapkan bahwa jumlah rudal yang akan dikirimkan cukup signifikan. Ia menyebut Ukraina akan menerima rudal-rudal tersebut dalam “jumlah besar tiga digit”, meskipun tidak merinci angka pastinya.

Berita Menarik Pilihan

Polda Metro Klarifikasi Pemeriksaan Viral di Polsek Cilandak Gunakan Kertas Bekas, Tidak Ada Rekayasa

Barang Milik Majikan Senilai Rp 600 Juta Dijual Penjaga Rumah ke Penadah

Menurut laporan dari ZDF, pengiriman senjata ini menandai eskalasi dukungan militer Jerman kepada Ukraina. Rudal jarak jauh yang dimaksud kemungkinan besar adalah jenis yang mampu menjangkau target hingga ratusan kilometer, memberi Kyiv kemampuan tambahan untuk menyerang posisi Rusia di belakang garis depan.

Sebelumnya, Ukraina telah lama meminta pasokan senjata jarak jauh dari negara-negara Barat, termasuk sistem seperti ATACMS dari Amerika Serikat dan Storm Shadow dari Inggris. Dengan dukungan Jerman, Ukraina diperkirakan akan memiliki lebih banyak opsi dalam mempertahankan wilayahnya.

Sementara itu, Rusia kemungkinan akan melihat langkah ini sebagai provokasi baru. Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari Moskow terkait rencana pengiriman rudal tersebut.

Dukungan Militer Jerman kepada Kyiv

Jerman termasuk salah satu pendonor terbesar bantuan militer kepada Ukraina di Eropa. Selain rudal, negara ini juga telah memasok tank Leopard 2, sistem pertahanan udara IRIS-T, serta kendaraan tempur lainnya sejak invasi Rusia dimulai pada Februari 2022.

Dalam pernyataan lanjutan, Freuding menyebutkan bahwa koordinasi antara Berlin dan Kyiv berlangsung intensif untuk memastikan senjata tiba tepat waktu dan dapat langsung digunakan di medan perang. “Kami bekerja erat dengan mitra Ukraina,” jelasnya.

Meskipun begitu, pengiriman senjata dari negara-negara Eropa tetap menghadapi tantangan logistik dan tekanan politik dari berbagai pihak. Beberapa anggota parlemen Jerman menuntut agar bantuan militer dikaji ulang dengan pertimbangan risiko eskalasi konflik.

Namun, dalam wawancara dengan ZDF, Freuding menegaskan bahwa tujuan Jerman adalah mendukung Ukraina bertahan dan melindungi wilayahnya dari pendudukan lebih lanjut. Ia juga mengatakan bahwa bantuan tambahan akan disesuaikan dengan kebutuhan di medan tempur.

Sebagian analis pertahanan memperkirakan rudal jarak jauh ini akan memperkuat posisi Ukraina, khususnya dalam menghadapi serangan udara dan memperluas jangkauan tembak ke wilayah yang dikuasai Rusia.

Di sisi lain, kehadiran senjata baru ini berpotensi meningkatkan tensi militer di wilayah Eropa Timur. Pihak NATO telah memantau situasi dengan cermat dan mendorong pendekatan strategis yang tidak memperparah konflik.

Sampai berita ini diterbitkan, belum diketahui pasti jenis rudal yang akan dikirim Jerman. Namun media Jerman berspekulasi bahwa sistem rudal Taurus menjadi salah satu kandidat utama dalam paket bantuan ini.

Taurus adalah rudal jelajah udara-ke-darat yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan musuh dan memiliki jangkauan lebih dari 500 kilometer. Senjata ini bisa diluncurkan dari pesawat tempur seperti Eurofighter atau Tornado.

Pengiriman senjata tersebut dipandang sebagai sinyal tegas bahwa Jerman tidak berniat mundur dari komitmennya terhadap Ukraina. Hal ini juga menunjukkan bahwa dukungan Eropa terhadap Kyiv tetap kuat di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda akan segera berakhir.

Pengamat pertahanan menilai, dengan datangnya rudal jarak jauh dalam jumlah besar, Ukraina akan memiliki keunggulan taktis untuk menahan serangan Rusia, terutama di wilayah timur dan selatan yang kini menjadi pusat pertempuran.

Di sisi lain, bantuan ini diprediksi akan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Jerman, terutama dari negara-negara yang menginginkan deeskalasi perang. Namun Berlin tampaknya telah mengambil keputusan strategis untuk terus mendukung Kyiv.

Beberapa negara Eropa lainnya kemungkinan akan mengikuti langkah Jerman. Prancis dan Inggris sebelumnya juga telah mengirimkan rudal jarak jauh untuk memperkuat posisi Ukraina.

Freuding menekankan bahwa pengiriman akan dilakukan sesuai jadwal, dan semua persiapan logistik telah dilakukan agar rudal dapat langsung dioperasikan setelah tiba. Ia mengakhiri wawancara dengan menyatakan bahwa bantuan ini adalah bentuk tanggung jawab internasional Jerman.

Dukungan militer dari Jerman menunjukkan bahwa persaingan geopolitik di Eropa belum mereda. Keputusan ini bisa mengubah dinamika konflik di Ukraina, tergantung bagaimana senjata itu digunakan di medan perang.

Bagi Rusia, pengiriman ini tentu menjadi tantangan baru. Meskipun belum merespons secara terbuka, analis memperkirakan Kremlin akan mengambil langkah balasan secara militer maupun diplomatik dalam waktu dekat.

Konflik di Ukraina kini memasuki fase kritis. Dengan senjata jarak jauh baru dari Jerman, Kyiv diharapkan dapat memperkuat pertahanannya, sekaligus meningkatkan daya serang terhadap posisi lawan di wilayah pendudukan.

dari perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik di Ukraina masih jauh dari selesai. Masuknya senjata baru menunjukkan peningkatan eskalasi yang bisa berdampak besar terhadap situasi keamanan kawasan.

Meskipun pengiriman rudal ini disambut baik oleh pihak Ukraina, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap dampaknya, terutama terkait kemungkinan perluasan medan konflik. Tanggung jawab penggunaan senjata ini sangat besar di tangan otoritas militer Kyiv.

Kerja sama antara Jerman dan Ukraina menjadi salah satu elemen penting dalam strategi pertahanan Eropa terhadap ancaman dari Rusia. Namun, stabilitas jangka panjang tetap memerlukan jalur diplomasi yang terbuka.

Dunia internasional diharapkan terus mendorong dialog damai sembari tetap memberikan dukungan kepada negara-negara yang menghadapi agresi bersenjata. Keseimbangan antara pertahanan dan diplomasi harus dijaga.

Langkah Jerman ini bisa menjadi awal dari fase baru dalam konflik Ukraina. Namun, keputusan-keputusan berikutnya akan menentukan arah perang ini ke depan. Semua pihak perlu bertindak bijak agar ketegangan tidak berubah menjadi perang yang lebih luas.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: bantuan militerChristian FreudingJermanrudal jarak jauhRusiaUkraina
Post Sebelumnya

Warga Lumajang Ketakutan Usai Terima Paket Misterius

Post Selanjutnya

Tarif Baru Trump Ancam Ekonomi Global , Uni Eropa Terancam Balas Tarif Impor Trump

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberi keterangan saat penyidik Polsek Cilandak periksa tersangka IP. Foto: Amsi

Polda Metro Klarifikasi Pemeriksaan Viral di Polsek Cilandak Gunakan Kertas Bekas, Tidak Ada Rekayasa

oleh Aminuddin Sitompul
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Polda Metro Jaya memberi klarifikasi terkait prosedur pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam penanganan perkara penganiayaan yang...

Kapolsek Menteng menunjukkan sebagian barang bukti yang dijual penjaga rumah ke penadah (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Barang Milik Majikan Senilai Rp 600 Juta Dijual Penjaga Rumah ke Penadah

oleh Ridwansyah
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Jajaran Polsek Metro Menteng menangkap dua orang pelaku pencurian dan empat orang penadah barang curian di sebuah...

Sertifikat Lama Harus Dibersihkan, 12 Juta Bidang Tanah Masih Bermasalah

Sertifikat Lama Harus Dibersihkan, 12 Juta Bidang Tanah Masih Bermasalah

oleh Iwan Purnama
3 Februari 2026
0

Pasuruan, Ekoin.co – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tancap gas membenahi carut-marut data pertanahan nasional. Wakil Menteri...

Polemik Etika Pejabat: Wamen Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak (kiri) dan tokoh senior Muhammadiyah Buya Anwar Abbas (kanan). Penggunaan diksi yang dianggap tidak pantas oleh Dahnil saat merespons kritik tata kelola haji memicu gelombang desakan pencopotan dari jabatannya. (Foto: Istimewa)

Etika Komunikasi Pejabat Disorot, Polemik Layanan Haji Picu Desakan Evaluasi Wamen

oleh Hasrul Ekoin
3 Februari 2026
0

“Pejabat negara memikul tanggung jawab moral dalam berkomunikasi. Cara menyampaikan respons sama pentingnya dengan substansi kebijakan itu sendiri,” ujar Farid.

Post Selanjutnya
Tarif Baru Trump Ancam Ekonomi Global , Uni Eropa Terancam Balas Tarif Impor Trump

Tarif Baru Trump Ancam Ekonomi Global , Uni Eropa Terancam Balas Tarif Impor Trump

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.