EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Menag: Potensi Wakaf Indonesia Bisa Lampaui Zakat

Sumber dok kemenag.go.id

Menag: Potensi Wakaf Indonesia Bisa Lampaui Zakat

Menteri Agama menilai potensi wakaf jauh melampaui zakat dan mencontohkan keberhasilan negara-negara seperti Turki dan Jordania yang telah menjadikan wakaf sebagai fondasi pembangunan sosial dan pendidikan.

Agus DJ oleh Agus DJ
16 Juli 2025
Kategori EKONOMI, POLITIK
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut potensi wakaf di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan zakat. Ia menilai wakaf memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan, sehingga berpotensi besar dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin saat menerima jajaran Yayasan Amaliah Astra di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, pada Selasa (15/7/2025). Dalam kesempatan itu, ia membandingkan praktik wakaf di Indonesia dengan negara-negara lain.

Ia menyebut Turki sebagai salah satu contoh negara yang berhasil memanfaatkan wakaf untuk membangun berbagai fasilitas publik. “Turki mampu membangun banyak sekolah dari hasil wakaf,” ujar Nasaruddin di hadapan peserta audiensi.

Selain Turki, ia juga menyebut Jordania dan Kuwait sebagai negara yang menempatkan wakaf sebagai instrumen utama dalam pembangunan sosial. Ia mengutip data yang menunjukkan perbandingan signifikan antara pengumpulan zakat dan wakaf di Jordania.

“Jordan tahun kemarin mampu mengumpulkan zakat sekitar 20 miliar dinar dan mengumpulkan 600 miliar dinar dari wakaf, 20 banding 600,” ungkapnya tegas.

Berita Menarik Pilihan

Sebut Golkar Mirip Partai Sosialis, Bahlil Lahadalia Sentil Monopoli Izin Tambang ‘Orang Jakarta’

PKB Kunci Dukungan Prabowo Dua Periode, Kursi Cawapres 2029 Masih Jadi Teka-Teki

Wakaf Dinilai Lebih Fleksibel

Menag menambahkan bahwa wakaf memiliki keunggulan karena tidak dibatasi oleh asnaf seperti zakat. “Kalau zakat itu kan asnaf-nya ditentukan, enggak boleh di luar itu. Kalau wakaf lebih longgar lagi menggunakannya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, zakat memang penting, namun besaran umumnya hanya 2,5%. Sementara itu, wakaf dapat mengoptimalkan potensi ekonomi umat melalui aset produktif yang lebih luas dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Nasaruddin juga menyampaikan pandangannya tentang pentingnya peran masjid dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat pembinaan.

“Ke depan masjid itu harus memerankan dua peran, peran memberikan kesemarakkan dan peran memberikan syiar dalam bentuk penghayatan atau pendalaman makna,” jelasnya.

Menag mengapresiasi langkah Yayasan Amaliah Astra yang telah menjalankan berbagai program pemberdayaan umat berbasis masjid. Ia menilai, pendekatan seperti ini perlu diperluas dan didukung.

Model Pemberdayaan Masjid

Yayasan Amaliah Astra dilaporkan berhasil mengelola 332 masjid dan musala di berbagai wilayah. Program yang dijalankan antara lain lomba tahfiz internasional, pelatihan keterampilan bagi dhuafa, dan peluncuran aplikasi keuangan masjid.

“Yang menjadi isu adalah bagaimana masjid memberdayakan umat dan itu sudah dilakukan oleh Astra, bukan lagi kita memberdayakan masjid tapi kita yang diberdayakan oleh masjid,” tegas Nasaruddin.

Ketua Yayasan Amaliah Astra, Riza Deliansyah, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan Kementerian Agama selama ini dalam mendukung program-program keumatan yang mereka jalankan.

“Terima kasih Pak, atas segala macam kontribusi yang Pak Menteri lakukan selama ini ke kami,” ujar Riza dalam pertemuan tersebut.

Kegiatan ini berlangsung hangat dan ditutup dengan diskusi mengenai potensi sinergi lebih lanjut antara kementerian dan lembaga swasta dalam memajukan pengelolaan wakaf nasional.

Pertemuan antara Menteri Agama dan Yayasan Amaliah Astra menegaskan pentingnya pengelolaan wakaf secara strategis untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Wakaf dinilai lebih fleksibel daripada zakat, sehingga mampu menampung program sosial yang lebih luas.

Keberhasilan negara lain seperti Turki dan Jordania menjadi rujukan untuk Indonesia dalam membangun infrastruktur pendidikan dan sosial melalui skema wakaf. Kementerian Agama kini melihat peluang besar untuk menjadikan wakaf sebagai pilar utama pembangunan umat.

Yayasan Amaliah Astra menjadi contoh konkret bagaimana lembaga swasta dapat berperan dalam penguatan fungsi masjid. Dukungan kebijakan dari pemerintah diharapkan mampu mempercepat transformasi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat di masa depan.(*)

Tags: aplikasi keuangan masjidJordaniaKementerian AgamaKuwaitmasjidMenteri AgamaNasaruddin Umarpemberdayaan umatpendidikan Islampengelolaan wakafpotensi ekonomi umatTurkiwakafYayasan Amaliah Astrazakatzakat produktif
Post Sebelumnya

BREAKING: Kasus Korupsi Pendidikan Rp1,98 T Terbongkar, Ini Peran Tersangka

Post Selanjutnya

Konferensi ICIEFE 2025 Dorong Tafsir Ramah Lingkungan

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat memberikan arahan dalam acara sosialisasi Empat Pilar di DPP Golkar, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Sebut Golkar Mirip Partai Sosialis, Bahlil Lahadalia Sentil Monopoli Izin Tambang ‘Orang Jakarta’

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pernyataan Bahlil dibaca sebagai sinyal penguatan agenda desentralisasi ekonomi dan keberpihakan pada pemerataan pembangunan, sekaligus menempatkan Golkar sebagai partai yang...

Ketua DPP PKB Saiful Huda

PKB Kunci Dukungan Prabowo Dua Periode, Kursi Cawapres 2029 Masih Jadi Teka-Teki

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Menurut Huda, perhatian PKB saat ini tertuju pada agenda strategis ekonomi yang disebut sebagai penguatan “ekonomi konstitusi”, terutama implementasi Pasal...

Tangkapan Layar Suasana jalan protokol yang dipenuhi atribut partai bersamaan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penertiban baliho yang merusak pemandangan kota. Konsistensi penegakan aturan tata ruang kini menjadi sorotan publik demi mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih asri. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Prabowo Sentil Baliho ‘Perusak’ Estetika Kota, Netizen Sindir Lautan Bendera Gerindra di Jalanan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Perdebatan kemudian bergeser pada isu standar penertiban. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan apakah aturan estetika kota akan diterapkan merata, baik...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Post Selanjutnya
Konferensi ICIEFE 2025 Dorong Tafsir Ramah Lingkungan

Konferensi ICIEFE 2025 Dorong Tafsir Ramah Lingkungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.