Jakarta, EKOIN.CO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka memperingatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk tidak melancarkan serangan ke Moskow. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara eksklusif dengan Financial Times, Selasa (15/7/2025).
“Tidak, ia (Zelensky) seharusnya tidak menargetkan Moskow,” tegas Trump seperti dikutip dari laporan FT. Pernyataan ini langsung menuai kontroversi dan dibantah keras oleh Gedung Putih. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menuduh FT telah memelintir pernyataan presiden.
“FT terkenal karena mengambil kata-kata secara liar di luar konteks. Presiden Trump hanya mengajukan pertanyaan, tidak mendorong pembunuhan lebih lanjut,” jelas Leavitt dalam konferensi pers, Rabu (16/7/2025).
Di Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov meragukan kebenaran laporan tersebut. “Biasanya semua ini palsu, meski terkadang ada kebocoran serius di media yang dulunya kami anggap terhormat,” ujarnya.
Laporan ini muncul setelah Trump mengeluarkan ultimatum 50 hari kepada Rusia untuk mencapai perdamaian, dengan ancaman tarif perdagangan berat bagi mitra dagang Rusia. AS juga berencana mengirim sistem senjata canggih ke Ukraina yang didanai sekutu NATO.
Sejak Januari 2025, Trump telah beberapa kali berkomunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencari solusi damai. Namun hingga kini, belum ada kesepakatan konkret selain pertukaran tahanan yang dilakukan di Istanbul awal tahun ini.





