Abu Dhabi EKOIN.CO – Kementerian Luar Negeri Israel secara resmi menarik sebagian besar diplomat dan keluarganya dari Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis dini hari, 1 Agustus 2025. Evakuasi ini dilakukan menyusul peringatan keamanan serius yang diterima terkait keselamatan misi diplomatik Israel di wilayah tersebut.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Dilansir dari media setempat, evakuasi mencakup staf diplomatik dari Kedutaan Besar Israel di Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal di Dubai. Keputusan tersebut diambil usai muncul informasi intelijen mengenai kemungkinan ancaman terhadap warga Israel dan Yahudi yang berada di UEA, terutama dalam kaitan dengan perayaan hari besar dan kegiatan keagamaan.
Langkah pengamanan ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan oleh otoritas Israel. Kementerian Luar Negeri Israel menegaskan bahwa evakuasi bersifat sementara dan akan dievaluasi ulang seiring perkembangan situasi keamanan di lapangan.
Ancaman Keamanan Targetkan Komunitas Yahudi
Menurut laporan dari Channel 12 Israel, peringatan yang diterima berasal dari sumber intelijen asing yang memperingatkan tentang potensi serangan terhadap komunitas Yahudi dan warga Israel di UEA. Peringatan ini datang menjelang sejumlah acara keagamaan besar yang dirayakan oleh komunitas Yahudi di kawasan tersebut.
Ancaman itu disebut cukup serius sehingga Israel tidak hanya mengevakuasi diplomat, tetapi juga mengimbau warga Israel yang sedang berada di UEA agar meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan yang tidak mendesak.
Seorang pejabat keamanan Israel yang tidak disebutkan namanya menyampaikan bahwa langkah evakuasi diambil “demi menjaga keselamatan seluruh personel diplomatik dan keluarganya.” Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas UEA untuk memantau perkembangan situasi.
UEA Tingkatkan Keamanan, Israel Siaga Penuh
Pihak berwenang di UEA, menurut laporan dari Ynet News, telah meningkatkan pengamanan di sekitar kantor diplomatik Israel serta tempat-tempat yang sering dikunjungi komunitas Yahudi. Polisi Dubai dilaporkan memperketat pengawasan di beberapa wilayah yang menjadi konsentrasi warga asing.
Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi bahwa hingga kini tidak terjadi insiden, namun mereka tetap mengambil sikap waspada tinggi. Proses evakuasi dilakukan secara tertutup dan berlangsung dengan cepat sejak dini hari, guna menghindari kekacauan.
Sementara itu, beberapa diplomat yang tetap tinggal disebut adalah personel kunci yang bertugas menjaga keberlangsungan misi diplomatik secara minimal. Israel belum mengumumkan kapan para diplomat tersebut akan kembali ke UEA.
Langkah ini memicu kekhawatiran di kalangan komunitas Yahudi yang tinggal di UEA. Sejumlah warga dilaporkan telah meminta perlindungan tambahan dari otoritas lokal, terutama menjelang perayaan Rosh Hashanah yang akan datang dalam beberapa minggu.
Kementerian Luar Negeri Israel juga mengeluarkan peringatan perjalanan terbaru, menyarankan warga Israel untuk tidak mengunjungi UEA dalam waktu dekat, kecuali untuk keperluan penting. Peringatan ini berlaku hingga situasi keamanan dinyatakan kembali kondusif.
Pemerintah UEA hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait ancaman tersebut, namun terus melakukan koordinasi dengan pihak keamanan Israel dan mitra internasional untuk menjaga stabilitas.
Beberapa analis keamanan menilai bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut mempengaruhi dinamika keamanan warga Israel di negara-negara Teluk. Hal ini termasuk meningkatnya risiko terhadap fasilitas diplomatik.
Israel sebelumnya sudah pernah mengambil langkah serupa di negara lain saat menerima peringatan keamanan, namun kasus di UEA menjadi perhatian karena kedua negara menjalin hubungan diplomatik secara resmi sejak penandatanganan Abraham Accords pada 2020.
Situasi ini diperkirakan akan berdampak pada hubungan bilateral Israel dan UEA, meskipun keduanya memiliki kepentingan strategis yang mendalam di bidang ekonomi, teknologi, dan keamanan regional.
Israel menegaskan bahwa evakuasi ini bukanlah penutupan misi diplomatik, melainkan pengurangan sementara demi menjaga keselamatan. Kedutaan besar dan konsulat Israel di UEA tetap beroperasi dengan personel terbatas.
Beberapa kalangan menilai evakuasi ini sebagai sinyal bahwa ancaman yang dihadapi Israel di luar negeri terus berkembang, terutama di tengah ketegangan politik yang meningkat pasca konflik terbaru di wilayah Gaza dan perbatasan Lebanon.
Sampai saat ini, belum ada klaim tanggung jawab atas ancaman keamanan yang diterima Israel. Aparat keamanan UEA bekerja sama dengan intelijen internasional untuk mengidentifikasi sumber ancaman dan menetralisir potensi serangan.
Pihak berwenang Israel akan terus mengevaluasi situasi dan mengambil keputusan lebih lanjut berdasarkan perkembangan lapangan dan informasi intelijen terbaru.
Langkah evakuasi ini menyoroti rentannya misi diplomatik di kawasan yang mengalami ketidakstabilan geopolitik. Israel tetap berkomitmen menjaga keselamatan warganya di luar negeri, termasuk di kawasan Teluk.
ketegangan keamanan yang terjadi di UEA mendorong Israel mengambil langkah cepat demi perlindungan diplomatik. Ancaman serius yang belum diketahui sumbernya memicu kewaspadaan tinggi di kalangan komunitas Yahudi dan Israel. Kolaborasi antara UEA dan Israel dalam menjaga stabilitas menjadi penting untuk mencegah eskalasi. Meskipun belum ada insiden, langkah pencegahan ini menunjukkan betapa rapuhnya keamanan di kawasan. Kedepannya, ancaman serupa dapat menjadi tantangan diplomatik yang kompleks.
pemerintah UEA perlu meningkatkan sistem deteksi dini ancaman demi menjaga keselamatan misi asing. Israel disarankan memperkuat pengamanan siber untuk mengantisipasi serangan non-fisik. Kerja sama internasional dalam bidang intelijen perlu ditingkatkan untuk mitigasi risiko lintas negara. Komunitas internasional harus mendukung upaya stabilisasi di Timur Tengah guna mencegah insiden diplomatik. Terakhir, warga asing di wilayah berisiko harus tetap waspada dan mengikuti arahan keamanan setempat demi keselamatan bersama. (*)





