Kharkiv EKOIN.CO – Serangan besar-besaran pasukan Rusia kembali mengguncang wilayah Kharkiv, Ukraina, pada Selasa malam, 5 Agustus 2025. Menurut laporan resmi Kementerian Dalam Negeri Ukraina, serangan tersebut menggunakan drone tempur (UAV) yang menyasar berbagai infrastruktur penting di kota Lozova, yang terletak di wilayah Kharkiv.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Dampak dari serangan udara ini cukup parah. Satu orang dilaporkan tewas sementara sepuluh lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan dan puing yang berserakan. Serangan ini menyebabkan enam titik kebakaran besar di berbagai lokasi strategis kota, termasuk bangunan administrasi, fasilitas produksi, gudang penyimpanan, hingga atap stasiun.
Foto-foto yang dirilis oleh pihak berwenang Ukraina menunjukkan kondisi bangunan yang hancur lebur, api masih membara, dan puing-puing bertebaran. Pihak Kementerian Dalam Negeri Ukraina menyebutkan bahwa drone yang digunakan membawa bahan peledak yang sangat merusak, menyasar fasilitas sipil dan transportasi.
Serangan Drone Hancurkan Infrastruktur
Menurut pernyataan resmi yang disampaikan melalui kanal Telegram Kementerian Dalam Negeri Ukraina, fasilitas transportasi menjadi target utama dalam serangan ini. Jalur kereta api serta stasiun di kota Lozova mengalami kerusakan berat sehingga aktivitas transportasi terganggu.
“Kerusakan signifikan terjadi pada infrastruktur transportasi. Ini adalah serangan sistematis terhadap logistik dan mobilitas warga sipil,” ungkap juru bicara Kementerian Dalam Negeri Ukraina dalam keterangan resminya.
Selain fasilitas transportasi, sejumlah bangunan industri dan gudang penyimpanan juga dilaporkan rusak berat. Petugas pemadam kebakaran setempat berjuang keras selama berjam-jam untuk memadamkan api yang menyala di enam titik berbeda.
Pihak berwenang Ukraina menyebut bahwa operasi penyelamatan masih berlangsung, dengan evakuasi terhadap warga sekitar yang tinggal dekat lokasi ledakan. Banyak warga dilaporkan mengalami trauma dan harus mendapatkan perawatan medis.
Rusia Intensifkan Serangan ke Kharkiv
Dilansir dari Tribun-Video.com, serangan ini menambah panjang daftar serangan drone Rusia terhadap wilayah timur Ukraina yang semakin intensif dalam beberapa minggu terakhir. Kota Kharkiv menjadi salah satu daerah yang paling sering menjadi target dalam konflik yang masih berlangsung.
Pihak Ukraina menyatakan bahwa Rusia menggunakan drone dalam jumlah besar secara simultan, menciptakan kekacauan dan kerusakan parah. “Ini adalah bentuk agresi yang terencana dan sistematis,” ujar pihak militer Ukraina.
Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari pihak Rusia mengenai serangan ini. Namun, para analis menilai bahwa serangan ini merupakan bagian dari upaya militer Rusia untuk melemahkan logistik Ukraina di wilayah timur.
Komunitas internasional, termasuk PBB, telah berulang kali mengutuk serangan terhadap fasilitas sipil. Namun, serangan terhadap kota Kharkiv ini kembali menunjukkan bahwa eskalasi konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Warga sekitar lokasi kejadian juga turut menyampaikan kesaksian mereka. “Kami terbangun oleh suara ledakan keras dan melihat api membumbung tinggi di udara,” ujar seorang warga yang selamat.
Pasca serangan, otoritas Ukraina langsung melakukan pembersihan puing dan pemulihan sementara untuk memulihkan layanan dasar. Tim medis juga terus disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi adanya korban tambahan.
Kondisi cuaca yang buruk turut memperlambat proses pemadaman api dan evakuasi. Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa semua sumber daya akan dikerahkan untuk menangani dampak serangan ini.
Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah Kharkiv telah menjadi pusat pertempuran sengit antara pasukan Rusia dan Ukraina. Serangan yang menyasar kota Lozova ini dipandang sebagai upaya memperluas tekanan ke sektor transportasi Ukraina.
Kementerian Pertahanan Ukraina memperkirakan bahwa serangan serupa masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Mereka mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi evakuasi yang telah disiapkan.
Serangan drone ini menjadi bagian dari strategi militer Rusia yang kerap menggunakan UAV untuk menekan logistik dan moral warga sipil Ukraina. Pemerintah Ukraina meminta bantuan lebih lanjut dari negara-negara sekutu untuk memperkuat pertahanan udara.
Sebagai upaya mitigasi, pasukan Ukraina kini tengah memperkuat pertahanan udara di sekitar wilayah Kharkiv, khususnya di titik-titik vital yang kerap menjadi sasaran.
Meskipun serangan telah berhenti, ketegangan tetap terasa di kota Lozova. Banyak warga memilih untuk mengungsi ke daerah yang lebih aman, sementara yang lain tetap bertahan di tempat tinggal mereka sambil menanti pemulihan.
Pemerintah Ukraina juga menyatakan akan segera memperbaiki fasilitas transportasi yang rusak, mengingat peran vitalnya dalam distribusi logistik dan pergerakan penduduk.
Sebagai penutup dari kejadian ini, berbagai pihak menekankan perlunya perlindungan warga sipil di tengah konflik bersenjata yang terus berkepanjangan di Ukraina timur.
Serangan ini menandai meningkatnya penggunaan teknologi drone dalam peperangan modern dan menimbulkan kekhawatiran baru terhadap keamanan wilayah perkotaan.
Konflik yang tak kunjung mereda ini terus mengundang perhatian dunia internasional, namun hingga kini belum ada langkah konkrit menuju gencatan senjata yang permanen.
Konflik bersenjata yang terus berkecamuk antara Rusia dan Ukraina menunjukkan bahwa eskalasi serangan masih menjadi ancaman nyata. Oleh karena itu, sangat penting bagi komunitas internasional untuk memperkuat upaya diplomatik guna meredakan ketegangan. Terlebih lagi, perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap perundingan damai.
Selain itu, pemerintah Ukraina diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi dan bantuan kemanusiaan untuk meringankan penderitaan warga yang terdampak. Bantuan logistik, medis, dan psikologis harus disalurkan secara merata ke seluruh wilayah terdampak.
Langkah-langkah preventif untuk memperkuat sistem pertahanan udara juga penting dilakukan guna mencegah serangan lanjutan. Penguatan koordinasi antara militer dan aparat sipil diperlukan agar respons terhadap krisis lebih cepat dan efektif.
Pihak Rusia diharapkan menunjukkan itikad baik dalam perundingan internasional dan menghentikan serangan terhadap infrastruktur sipil. Penegakan hukum internasional harus ditegakkan agar pelaku kejahatan perang dapat dimintai pertanggungjawaban.
Masyarakat internasional harus memperkuat solidaritas dengan warga Ukraina melalui dukungan diplomatik dan bantuan kemanusiaan. Peran aktif organisasi internasional seperti PBB sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan. (*)





