EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Indonesia Dorong Aviasi Hijau Lewat SAF

Sumber dok pertamina.com

Indonesia Dorong Aviasi Hijau Lewat SAF

Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa keberhasilan adopsi SAF memerlukan dukungan penuh dari pemerintah, termasuk regulasi dan insentif, agar ekosistem dari penyedia bahan baku hingga maskapai dapat terhubung secara efisien.

Agus DJ oleh Agus DJ
7 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, ENERGI, INDUSTRI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Upaya menuju industri penerbangan rendah emisi kembali ditekankan dalam forum Indonesia Aero Summit (IAS) 2025, yang berlangsung di Jakarta. Acara ini menjadi ajang strategis mempertemukan pelaku industri, regulator, serta penyedia energi.

IAS 2025 mengusung tema Co-Creating Indonesia’s Aviation Golden Era dan diselenggarakan oleh Indonesia National Air Carriers Association (INACA). Forum ini menyoroti potensi dan tantangan dalam menciptakan sektor aviasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pertamina Patra Niaga tampil menonjol dalam forum tersebut melalui pemaparan tentang pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Produk ini menjadi salah satu inisiatif konkret mendukung transisi energi dan dekarbonisasi di sektor aviasi nasional.

Dalam sesi panel bertajuk Sustainable Aviation Development – Opportunities and Challenges, Harsono Budi Santoso, Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, menguraikan tantangan utama SAF. Salah satunya terkait feedstock dan variasi kualitas Used Cooking Oil (UCO) yang digunakan sebagai bahan baku.

“Kualitas dan spesifikasi UCO yang masuk ke kilang sangat bervariasi, berbeda dengan pengalaman kami dalam mengolah minyak mentah konvensional,” ungkap Harsono di hadapan peserta forum.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

SAF Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

Harsono menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga telah mengembangkan teknologi co-processing di kilang untuk produksi SAF. Saat ini, perusahaan memasuki tahap lanjut dengan pengembangan katalis khusus demi meningkatkan efisiensi produksi dari limbah minyak jelantah.

Dari sisi hilir, infrastruktur distribusi juga tengah dipersiapkan. Bandara utama seperti Halim Perdanakusuma, Soekarno-Hatta, dan Ngurah Rai sudah mulai siap menerima pasokan SAF untuk maskapai yang menggunakannya.

Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan distribusi dan adopsi SAF membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah, terutama terkait insentif ekonomi dan jaminan harga feedstock yang stabil.

“Kunci keberhasilan adopsi SAF tidak hanya terletak pada sisi produksi, tetapi juga pada bagaimana seluruh ekosistem dari penyedia feedstock, kilang, hingga maskapai dapat terhubung,” jelasnya.

Menurut Harsono, regulasi konsisten sangat penting agar investasi jangka panjang dalam pembangunan kilang SAF bisa dijalankan dengan kepastian dan efisiensi maksimal.

Drop-In Fuel Mudahkan Integrasi SAF

SAF dinilai sangat cocok untuk digunakan secara langsung karena memiliki karakteristik drop-in fuel. Artinya, SAF memiliki spesifikasi identik dengan Avtur konvensional, sehingga tidak memerlukan perubahan pada sistem distribusi maupun infrastruktur bandara.

Kelebihan ini memungkinkan SAF diintegrasikan secara cepat dalam rantai pasok penerbangan. Dari kilang hingga pesawat, sistem yang ada tetap dapat digunakan tanpa modifikasi teknis yang mahal.

Uji coba bersama maskapai nasional dan internasional telah dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga. Selain itu, perusahaan juga telah mengantongi sertifikasi internasional ISCC CORSIA untuk mendukung implementasi SAF secara global.

Dengan infrastruktur yang sudah disiapkan dan dukungan teknologi, Pertamina Patra Niaga optimistis bahwa SAF akan membuka jalan menuju pertumbuhan ekonomi hijau di sektor energi nasional.

Komitmen Terhadap Target NZE 2060

Keikutsertaan aktif dalam IAS 2025 menunjukkan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung pencapaian Net Zero Emission (NZE) 2060. SAF menjadi bagian penting dalam roadmap dekarbonisasi sektor penerbangan.

Langkah Pertamina Patra Niaga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dan komunitas internasional dalam menurunkan emisi karbon secara signifikan, terutama dari industri transportasi udara.

Dukungan terhadap SAF juga memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) yang kini menjadi standar global dalam operasional bisnis berkelanjutan.

Pertamina Patra Niaga mengambil langkah strategis dalam menghadirkan SAF sebagai solusi konkret menuju industri penerbangan hijau di Indonesia. Upaya ini mencerminkan integrasi teknologi, kesiapan infrastruktur, dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung transisi energi.

Dukungan kebijakan menjadi elemen penting dalam mendorong ekosistem SAF tumbuh dengan keberlanjutan. Regulasi yang konsisten dan insentif ekonomi dapat mempercepat realisasi investasi dan adopsi SAF secara nasional.

Dengan forum seperti IAS 2025, dialog lintas sektor dapat semakin diperkuat. Pertamina Patra Niaga menunjukkan bahwa sinergi dan keberanian berinovasi akan menjadi kunci sukses menuju target NZE 2060 di sektor aviasi nasional.(*)

Tags: aviasi hijaubahan bakar pesawat berkelanjutanBandara Halimco-processingdekarbonisasiINACAIndonesia Aero Summit 2025industri penerbangan.ISCC CORSIANgurah RaiNZE 2060Pertamina Patra NiagaSAFSoekarno–Hattatransisi energiUsed Cooking Oil
Post Sebelumnya

Pertamina Patra Niaga Dorong Inovasi Sosial Lewat Puanmakari

Post Selanjutnya

Greenpeace Desak Pemerintah Terapkan Pajak Kaya Progresif dan Perusak Lingkungan

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Greenpeace Desak Pemerintah Terapkan Pajak Kaya Progresif dan Perusak Lingkungan

Greenpeace Desak Pemerintah Terapkan Pajak Kaya Progresif dan Perusak Lingkungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.