iPhone Made in America, Ini Faktanya
Washington EKOIN.CO – Apple dan pemerintah Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah Presiden Donald Trump bersama CEO Apple Tim Cook mengumumkan rencana tambahan investasi besar-besaran di sektor manufaktur domestik. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Jumat (8/8/2025), Trump menyatakan bahwa Apple akan menambah investasi senilai US$100 miliar, sehingga total komitmen perusahaan mencapai US$600 miliar untuk empat tahun ke depan.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Pengumuman ini menjadi bagian dari American Manufacturing Program yang melibatkan sejumlah perusahaan besar seperti Corning, Texas Instruments, hingga Samsung. Trump menegaskan langkah ini akan memperkuat industri dalam negeri sekaligus membuka lapangan kerja baru di berbagai negara bagian.
Trump menyebut, investasi ini adalah yang terbesar yang pernah dilakukan Apple di AS maupun di negara lain. Ia menambahkan bahwa pabrik-pabrik baru akan segera dibangun sebagai wujud dari kebijakan pemerintahannya yang mendorong industri kembali ke tanah air.
“Ada banyak pabrik yang sedang dibangun atau akan segera mulai dibangun,” ujar Trump. “Saya berharap dalam setahun sudah ada pabrik yang beroperasi.”
Sementara itu, muncul pertanyaan publik terkait kemungkinan iPhone sepenuhnya diproduksi di Amerika. Tim Cook menegaskan bahwa saat ini banyak komponen penting iPhone yang sudah dibuat di AS meski proses perakitannya masih dilakukan di luar negeri.
“Kalau Anda lihat komponennya, banyak semikonduktor, kaca, dan modul Face ID sudah dibuat di sini,” jelas Cook, dikutip dari CNBC Internasional.
Pernyataan Cook tersebut menanggapi kritik Trump yang selama ini menilai Apple belum memindahkan seluruh proses perakitan ke Amerika. Menurut analis industri, memindahkan seluruh proses produksi iPhone ke AS akan memerlukan biaya sangat besar dan waktu bertahun-tahun, mengingat kerumitan dan volume produksi perangkat tersebut.
Investasi dan strategi produksi global Apple
Pada Mei 2025, Apple mengumumkan bahwa sebagian besar iPhone yang dijual di AS kini dirakit di India. Langkah ini diambil untuk menghindari penetapan tarif di China. Meski demikian, India berencana menaikkan tarif hingga 25%.
Sumber Gedung Putih menyebut kepada CNBC Internasional bahwa kenaikan tarif India tidak akan berdampak besar bagi Apple. Perusahaan memperkirakan beban akibat tarif tersebut mencapai US$1,1 miliar pada kuartal ini.
Sejak 2017, Apple telah membentuk dana manufaktur senilai US$1 miliar untuk mendukung pemasok AS. Pada 2025, jumlah ini meningkat signifikan menjadi US$10 miliar. Corning, yang terlibat dalam pengumuman terbaru, telah dua kali menerima komitmen publik dari dana tersebut.
Pada 2021, Apple melaporkan bahwa pengeluaran mereka di AS sudah melampaui target yang ditetapkan pada 2018. Saat itu, perusahaan berencana menginvestasikan US$10 miliar untuk pembangunan pusat data di North Carolina, Oregon, Nevada, Arizona, dan Iowa. Kini, semua pusat data tersebut telah beroperasi penuh.
Reaksi dan prospek masa depan
Trump mengapresiasi langkah Apple dan menyebutnya sebagai bukti keberhasilan kebijakan industrinya. Ia optimistis investasi ini akan membawa perubahan signifikan pada perekonomian nasional.
Cook menambahkan bahwa Apple tetap akan menjaga rantai pasok globalnya agar efisien, namun akan meningkatkan proporsi produksi komponen di AS. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan pemasok lokal akan terus diperluas.
Para pengamat menilai, strategi Apple memadukan produksi domestik dan internasional akan menjadi model bisnis yang berkelanjutan di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.
Langkah Apple ini juga diharapkan mendorong perusahaan teknologi lainnya untuk meningkatkan investasi di Amerika, terutama dalam pengembangan manufaktur berteknologi tinggi.
Dengan adanya komitmen ini, prospek jangka panjang industri manufaktur AS dinilai semakin positif, meski tantangan biaya produksi masih menjadi perhatian utama.
tambahan investasi Apple di AS mencerminkan upaya memperkuat kemandirian industri nasional sekaligus menjaga posisi perusahaan di pasar global. Keputusan ini diprediksi akan mempengaruhi peta persaingan industri teknologi dunia.
Bagi Apple, menjaga keseimbangan antara efisiensi rantai pasok dan tuntutan politik domestik akan menjadi kunci keberhasilan strategi jangka panjang. Pemerintah AS pun akan memantau realisasi proyek manufaktur ini.
Masyarakat berharap program ini dapat menciptakan lapangan kerja berkualitas tinggi di sektor teknologi, sehingga memberikan manfaat langsung bagi perekonomian lokal.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah dan perusahaan diharapkan dapat bersinergi untuk mengatasi hambatan biaya produksi dan teknologi yang mungkin timbul.
Perkembangan proyek ini akan menjadi indikator penting bagi masa depan industri manufaktur berteknologi tinggi di Amerika. (*)






















Tinggalkan Balasan