EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS INDUSTRI
Beda Pandangan Dua Konfederasi Buruh Soal Angka 303.000 Tenaga Kerja Baru dari Kemenperin

Beda Pandangan Dua Konfederasi Buruh Soal Angka 303.000 Tenaga Kerja Baru dari Kemenperin

Dua pemimpin serikat buruh di Indonesia memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai data 303.000 penyerapan tenaga kerja baru yang diumumkan oleh Kemenperin. Presiden KSPN Ristadi meyakini data tersebut, bahkan menilai angkanya kurang dari kebutuhan sesungguhnya untuk menstabilkan tingkat pengangguran, sementara Presiden KSPI Said Iqbal menolaknya mentah-mentah dan menganggap data itu tidak transparan, tidak terukur, dan tidak sejalan dengan realita di lapangan, seperti maraknya PHK dan bursa kerja yang ricuh.

Ray oleh Ray
12 Agustus 2025
Kategori INDUSTRI, NASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Dua konfederasi serikat pekerja di Indonesia menunjukkan pendapat yang bertolak belakang mengenai data rekrutmen 303.000 tenaga kerja baru yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada semester I tahun 2025. Sebelumnya, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Kemenperin mengumumkan bahwa 1.641 perusahaan telah melaporkan pembangunan fasilitas produksi baru dengan nilai investasi mencapai Rp803,2 triliun, yang diperkirakan berimbas pada penyerapan tenaga kerja baru sejumlah tersebut.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi, menyatakan bahwa data 303.000 tenaga kerja baru itu seharusnya lebih besar. Ia meyakini bahwa penyerapan tenaga kerja sebesar itu sudah terjadi, bahkan menurutnya angka tersebut masih kurang. “Kami percaya data 303 ribu itu, malah kurang banyak. Kalau tidak ada penyerapan sebesar itu, chaos di seluruh wilayah,” kata Ristadi kepada CNBC Indonesia pada Selasa (12/8/2025). Ia juga menambahkan bahwa kekacauan yang terlihat di Bekasi dan Cianjur hanyalah sebagian kecil dari potensi masalah yang lebih besar. Meskipun demikian, Ristadi meminta pemerintah untuk lebih transparan dan membuka data secara rinci.

Di sisi lain, Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Presiden Partai Buruh, menyampaikan pendapat yang sangat berbeda. Ia menolak data Kemenperin yang menurutnya patut diduga bersifat “asal bapak senang dan politis”. Sebagai contoh, Said Iqbal menyebutkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tegal sebanyak 600 orang, rencana PHK di Bekasi sebanyak 200 orang, dan 87 orang di Kabupaten Bogor yang hak-haknya belum terbayar.

“Seolah-olah kondisi dunia ketenagakerjaan baik-baik saja di tengah hantaman gelombang PHK besar-besaran di sektor riil dalam kurun waktu Januari-Juni 2025,” tambah Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya. Ia pun membeberkan beberapa alasan yang mendukung pernyataannya. Pertama, Kemenperin tidak menyajikan data terperinci seperti jenis industri, nama perusahaan, jumlah serapan tenaga kerja, dan lokasi kejadian. Kedua, ia merasa data Kemenperin bertolak belakang dengan data BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) yang mencatat penurunan jumlah peserta akibat banyaknya buruh yang di-PHK.

Lebih lanjut, Said Iqbal menduga data Kemenperin tersebut menggabungkan pekerjaan informal dan menggunakan definisi BPS, di mana “orang yang bekerja adalah orang yang bekerja 1 jam selama satu minggu,” sehingga data tersebut menjadi bias. Selain itu, sebagai alasan kelima, ia menyoroti fakta di lapangan, seperti pelaksanaan bursa kerja (job fair) yang sering kali ricuh dan membeludak, menandakan susahnya mencari pekerjaan. Terakhir, meskipun ada industri sepatu dari investor luar negeri yang menyerap tenaga kerja besar, Said Iqbal menjelaskan bahwa prosesnya dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun, bukan sekaligus dalam satu semester. Oleh karena itu, buruh menuntut pemerintah untuk menyajikan data lapangan kerja yang transparan dan terukur.

Berita Menarik Pilihan

AHY: Perbedaan Tak Boleh Jadi Sekat, Imlek Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

Membahayakan Pengendara, Pemkot Jakbar Pangkas 541 Pohon Rawan Tumbang

Ristadi, dalam pandangannya, juga mengutip data BPS yang menyebutkan adanya penambahan 3 juta angkatan kerja baru di Indonesia setiap tahun. Oleh karena itu, menurut Ristadi, pemerintah seharusnya mampu menyediakan 1,5 juta lapangan kerja baru setiap semester. Ia pun mempertanyakan data Kemenperin yang hanya mencapai 303.000 orang. “Kalau dikaitkan dengan data Kemenperin yang 303 ribu itu, kalau itu data akurat, berbahaya. Apa nggak kurang banyak itu?” ujar Ristadi. Jika penyerapan tenaga kerja hanya 303 ribu, ia khawatir jumlah pengangguran akan melonjak.

Tags: angkatan kerja baruBPJS Ketenagakerjaandata ketenagakerjaanJob FairKemenperinKSPIKSPNlapangan kerjapenyerapan tenaga kerjaPHKRistadiSaid Iqbal
Post Sebelumnya

Putusan Hakim: Mati untuk Kopda Bazarsah

Post Selanjutnya

Dampak Harga Mahal, Pedagang Daging Sapi ‘Menghilang’ dari Pasar

Ray

Ray

Berita Terkait

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri acara Imlek (Ist)

AHY: Perbedaan Tak Boleh Jadi Sekat, Imlek Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan bahwa keberagaman latar belakang, identitas,...

Pohon rawan tumbang di Jakarta Pusat (Ist)

Membahayakan Pengendara, Pemkot Jakbar Pangkas 541 Pohon Rawan Tumbang

oleh Noval Verdian
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Selama periode Januari 2026, jajaran Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat telah memangkas 541...

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat memberikan keterangan peran Bahar bin Smith sebagai tersangka saat terjadi pengeroyokan. (Foto: Aminuddin Sitompul)

Bahar bin Smith Kembali Ditetapkan Tersangka Kasus Pengeroyokan, Karena Ikut Pukul Anggota Banser

oleh Aminuddin Sitompul
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Polda Metro Jaya menyebutkan peran Bahar bin Smith setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota...

Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat menghadiri ulang tahun Eyang Meri yang ke-100 pada 23 Juni 2025 lalu. Foto: Monang Sinaga/PDIP

Istri Hoegeng Meninggal, Inilah Kenangan Megawati Soekarnoputri Tentang Eyang Meri 

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Wafatnya istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslani yang akrab disapa Eyang Meri, meninggal...

Post Selanjutnya
Dampak Harga Mahal, Pedagang Daging Sapi ‘Menghilang’ dari Pasar

Dampak Harga Mahal, Pedagang Daging Sapi 'Menghilang' dari Pasar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.