Jakarta,EKOIN.CO- Indonesia mencatat sejarah baru dalam sektor pangan setelah 10 bulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mampu menjaga kedaulatan pangan tanpa impor beras. Stok cadangan beras nasional kini menembus lebih dari 4 juta ton, jumlah tertinggi sepanjang sejarah. Pengamat pangan Universitas Andalas, Muhamad Makky, menyebut pencapaian ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan kemandirian pangan Indonesia.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Menurut Makky, capaian kedaulatan pangan tersebut tidak hadir secara kebetulan. Pemerintah menjalankan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi yang konsisten, termasuk pembukaan dua juta hektare sawah baru. Kebijakan ini memperkuat optimasi lahan, sehingga produksi padi meningkat signifikan.
Selain itu, distribusi pupuk langsung dari pabrik ke petani dipercepat sehingga kebutuhan di lapangan terpenuhi. Dukungan tambahan berupa bantuan alat pertanian modern serta kebijakan harga beli gabah Rp 6.500/kg dinilai sangat melindungi produsen.
Kedaulatan Pangan Ditopang Produksi Tinggi
Langkah-langkah tersebut berdampak nyata bagi petani. Harga gabah tetap stabil, pendapatan petani membaik, dan semangat produksi meningkat. Indonesia bahkan kembali mengekspor beras dan jagung setelah lama bergantung pada impor.
“Namun yang terpenting serapan gabah oleh Bulog harus dilihat dari aspek psikologis yang menyebabkan semangat petani untuk meningkatkan produksi tercapai,” kata Makky, Jumat (15/8/2025).
Pemerintah juga memperkuat regulasi untuk mencegah penimbunan dan manipulasi harga. Presiden Prabowo menegaskan akan memberikan sanksi hukum tegas kepada pelaku kecurangan demi menjaga hak rakyat memperoleh beras dengan kualitas, kuantitas, dan harga layak.
Menurut pengamat, kemandirian pangan kini tidak lagi sebatas slogan. Hasil konkret terlihat melalui kebijakan terukur, keberanian mengambil keputusan strategis, dan kemauan politik yang kuat di tingkat pemerintahan.
Momentum Emas Kedaulatan Pangan
Makky menilai capaian kedaulatan pangan ini sebagai momentum emas yang perlu dipertahankan. Tanpa impor beras, Indonesia membuktikan mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan pokok warganya.
“Ini momentum emas untuk mempertahankan kedaulatan pangan Indonesia di masa depan,” tegasnya.
Keberhasilan ini juga menjadi sinyal kuat bagi negara lain bahwa Indonesia mampu mengelola sektor pertanian dengan terobosan kebijakan yang berpihak pada petani. Stok cadangan beras nasional yang melimpah memberi rasa aman bagi konsumen sekaligus meningkatkan daya tawar Indonesia di pasar global.
Kedaulatan pangan yang dicapai dalam kurun 10 bulan menjadi fondasi penting menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim dan fluktuasi harga pangan dunia. Dengan cadangan beras terbesar sepanjang sejarah, Indonesia memiliki modal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Capaian kedaulatan pangan dalam 10 bulan pemerintahan Prabowo Subianto menunjukkan keberhasilan kebijakan strategis yang berorientasi pada produksi nasional. Tanpa impor beras, Indonesia membuktikan ketangguhan sistem pertaniannya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh pada petani, mulai dari pembukaan sawah baru, distribusi pupuk, hingga jaminan harga gabah. Semua langkah tersebut berdampak positif bagi produksi pangan nasional.
Momentum ini penting dijaga dengan memperkuat regulasi dan penegakan hukum terhadap praktik curang di pasar pangan. Transparansi distribusi menjadi kunci agar stok beras terjaga dan harga tetap stabil.
Dengan cadangan beras lebih dari 4 juta ton, Indonesia memiliki peluang memperkuat posisi sebagai negara yang mandiri dalam pangan. Pencapaian ini sekaligus mengurangi kerentanan terhadap krisis global.
Namun, keberhasilan tidak boleh membuat lengah. Pemerintah dan masyarakat harus terus bekerja sama menjaga produktivitas, inovasi, serta ketahanan pangan agar kedaulatan pangan tetap berkelanjutan. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





