London, Ekoin.co — Pemerintah Indonesia kian mengukuhkan langkahnya di panggung global. Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara resmi meluncurkan Accord for a New Strategic Partnership between the United Kingdom and Indonesia bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dalam pertemuan bilateral di London, Selasa (20/1).
Peluncuran Accord ini menandai babak baru hubungan Indonesia–Inggris yang tidak sekadar simbolik, tetapi diarahkan pada kemitraan strategis jangka panjang yang konkret dan saling menguntungkan.
Kesepakatan tersebut dibangun di atas nilai demokrasi, saling menghormati, dan kedaulatan, dengan fokus pada empat pilar utama: pertumbuhan ekonomi inklusif, kerja sama iklim dan transisi energi, penguatan pertahanan dan keamanan, serta peningkatan hubungan antarmasyarakat melalui pendidikan, inovasi, dan pertukaran budaya.
Bagi Indonesia, kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Presiden Prabowo menempatkan diplomasi ekonomi sebagai mesin utama pertumbuhan nasional.
Kemitraan ini juga menjadi langkah strategis untuk memperdalam kolaborasi Indonesia–Inggris, baik secara bilateral maupun dalam forum multilateral, termasuk dukungan terhadap proses aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Sehari sebelumnya, Menko Airlangga telah lebih dulu menandatangani Indonesia–United Kingdom Economic Growth Partnership (EGP) bersama Secretary of State for Business and Trade Inggris, The Rt Hon Peter Kyle MP.
EGP menjadi tulang punggung ekonomi dari Accord, dirancang sebagai kerangka kerja praktis yang berpihak pada dunia usaha guna mendorong lonjakan perdagangan, investasi berkualitas, dan penciptaan nilai tambah.
“EGP ini memastikan kemitraan tidak berhenti pada komitmen politik, tetapi diterjemahkan menjadi peluang nyata bagi pelaku usaha kedua negara,” ujar sumber pemerintah.
Rangkaian agenda strategis berlanjut dengan kehadiran Presiden Prabowo dan Menko Airlangga dalam United Kingdom–Indonesia Business and Investment Forum yang diselenggarakan oleh Deputi Perdana Menteri Inggris.
Forum tersebut mempertemukan kepala negara dengan para pimpinan perusahaan papan atas dari Indonesia dan Inggris, membuka ruang dialog langsung antara pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat realisasi investasi dan kerja sama ekonomi.
Tak hanya ekonomi, kerja sama sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Presiden Prabowo, didampingi Menko Airlangga, menghadiri King’s College Education Roundtable guna memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi dan pengembangan SDM, sebagai fondasi jangka panjang kemitraan kedua negara.
Dari sisi kinerja, hubungan dagang Indonesia–Inggris menunjukkan tren positif. Pada periode Januari–November 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD 2,41 miliar, dengan Indonesia mencatat surplus sebesar USD 459,50 juta. Angka ini menjadi modal kuat untuk memperluas kerja sama perdagangan dan investasi di masa mendatang.
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan strategis ini antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Peluncuran Accord ini menegaskan satu pesan: Indonesia tidak hanya hadir sebagai mitra, tetapi sebagai pemain kunci dalam arsitektur ekonomi dan geopolitik global. (*)





