EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Tantangan Baru Generasi Z: Bukan Penjajah, Melainkan Stres dan Ketidakpastian

Tantangan Baru Generasi Z: Bukan Penjajah, Melainkan Stres dan Ketidakpastian

Saat ini, Generasi Z menghadapi tantangan yang berbeda dari generasi sebelumnya, yaitu tekanan mental dan ekonomi di tengah dunia yang serba cepat. Hal ini memicu mereka untuk memprioritaskan keseimbangan kehidupan, mencari makna dalam pekerjaan, dan secara aktif memperjuangkan isu-isu sosial. Meskipun penggunaan AI dapat mempermudah pekerjaan, dampaknya juga menciptakan kecenderungan untuk mengharapkan hasil instan dan kurang menghargai proses.

Ray oleh Ray
18 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Anak muda dahulu identik dengan semangat perjuangan untuk meraih kemerdekaan. Mereka adalah pahlawan yang secara harfiah mengangkat senjata untuk melindungi bangsa. Namun, dengan Indonesia yang telah merdeka selama 80 tahun, medan “perang” bagi generasi muda saat ini telah bergeser. Tantangan yang mereka hadapi bukanlah penjajah fisik, melainkan stres, ketidakpastian, dan kebutuhan untuk menemukan makna dalam hidup.

Generasi Z, yang diproyeksikan akan mendominasi 74% tenaga kerja global pada 2030, memiliki prioritas hidup yang berbeda dari generasi sebelumnya. Berdasarkan data dari Deloitte Global 2025 Gen Z and Millennial Survey, perbedaan cara pandang ini seringkali menimbulkan kesalahpahaman. Generasi terdahulu kerap menganggap mereka malas atau kurang ambisius. Padahal, yang dicari oleh Generasi Z adalah kualitas hidup yang seimbang, bahagia, dan bebas.

Alih-alih berfokus pada pekerjaan semata, mereka mengejar keseimbangan kehidupan dan pekerjaan (work-life balance), dengan lebih banyak waktu luang untuk pengembangan diri dan hobi. Sebanyak 70% dari mereka bahkan rutin belajar keterampilan baru setiap minggu demi pengembangan karier. Selain itu, mereka sangat peduli pada kesehatan mental, serta terbuka untuk mencari bantuan profesional seperti psikolog di tengah tekanan sosial dan ekonomi.

Kekhawatiran finansial menjadi isu besar bagi mereka. Lebih dari separuh Generasi Z hidup dari gaji ke gaji, dan sepertiga dari mereka kesulitan memenuhi kebutuhan bulanan. Kondisi ini membuat mereka cenderung untuk mengambil pekerjaan sampingan (side job) demi menambah penghasilan atau sekadar mengasah keterampilan baru. Tidak mengherankan jika hampir sepertiga dari mereka berencana pindah pekerjaan dalam dua tahun ke depan. Di samping itu, 44% dari mereka bahkan pernah meninggalkan pekerjaan karena merasa tidak mendapatkan makna. Bagi Generasi Z, sering berpindah-pindah pekerjaan adalah strategi untuk menemukan stabilitas, keseimbangan hidup, dan tujuan.

Meskipun terbiasa dengan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), yang memudahkan mereka dalam pekerjaan sehari-hari, hal ini juga membawa dampak. Sekitar 57% Gen Z telah mengadopsi AI, dan 30% dari mereka menggunakannya hampir sepanjang waktu. Meskipun teknologi ini memberikan kepraktisan, ada kekhawatiran bahwa mereka menjadi terbiasa dengan hasil instan dan kurang menghargai proses.

Berita Menarik Pilihan

Laporan PPATK Jadi Dasar, Inspektorat DKI Periksa Intensif ASN Terindikasi Judi Online

Soal Gentengisasi, Pramono: Seluruh Rumah Susun yang Baru Dibangun Harus Gunakan Genteng

Terlepas dari tantangan pribadi tersebut, Generasi Z tetap aktif dalam berbagai perjuangan. Namun, medan “perang” mereka kini adalah advokasi sosial, seperti isu lingkungan, hak asasi, kesetaraan gender, dan perubahan iklim. Sebagaimana yang disampaikan dalam survey, dua pertiga dari mereka sangat peka terhadap isu lingkungan. Bahkan, 23% dari mereka menjadikan sikap perusahaan terhadap isu ini sebagai pertimbangan penting dalam memilih karier. Dengan demikian, meskipun perjuangan mereka tidak lagi melibatkan bambu runcing, semangat untuk menciptakan perubahan tetap membara dalam diri mereka, hanya saja dalam bentuk yang berbeda.

Tags: advokasi sosialAIanak mudaDeloittegenerasi Zisu lingkungankecerdasan buatankesehatan mentalkeseimbangan kehidupan dan pekerjaanketidakpastianside jobstreswork-life balance
Post Sebelumnya

Refleksi Konstitusi di Hari Ulang Tahunnya: Memperingati Sejarah dan Menjawab Tantangan Masa Kini

Post Selanjutnya

Ini yang Harus Dihapus di HP, Supaya Tidak Lemot

Ray

Ray

Berita Terkait

Inspektur DKI Jakarta Dhany Sukma saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2/2026). Pemprov DKI memastikan akan memberikan sanksi tegas bagi ASN yang terbukti bermain judi online berdasarkan laporan PPATK dan hasil pemeriksaan internal sesuai aturan disiplin PNS. (Foto: RidwansyahEkoin.co)

Laporan PPATK Jadi Dasar, Inspektorat DKI Periksa Intensif ASN Terindikasi Judi Online

oleh Ridwansyah
4 Februari 2026
0

Inspektur DKI Jakarta, Dhany Sukma mengatakan, pembinaan yang dilakukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan keterangan terkait tindak lanjut program strategis nasional di Jakarta. Pemprov DKI secara resmi melarang penggunaan atap seng pada proyek pembangunan Rumah Susun (Rusun) baru guna mendukung arahan Presiden Prabowo dalam menciptakan hunian yang lebih sejuk dan sehat. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Soal Gentengisasi, Pramono: Seluruh Rumah Susun yang Baru Dibangun Harus Gunakan Genteng

oleh Ridwansyah
4 Februari 2026
0

“Kami akan menginstruksikan agar rumah susun maupun rumah baru yang dibangun Pemprov DKI tidak lagi memakai seng. Seluruhnya akan menggunakan...

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menlu Sugiono saat berdialog dengan pimpinan ormas Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Pertemuan ini menghasilkan dukungan penuh dari PBNU, Muhammadiyah, hingga MUI terhadap langkah pemerintah bergabung dalam Board of Peace demi memperjuangkan kedaulatan Palestina. (Foto: Dok. Biro Pers Setpres/Ekoin.co)

Demi Board of Peace, Prabowo ‘Rayu’ Ormas Islam Masuk ke Pusaran Geopolitik Donald Trump

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

“Presiden menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia diarahkan untuk mengirim pasukan perdamaian dengan mandat absolut melindungi rakyat Palestina,” ujar Gus Yahya usai...

ajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti puluhan senjata tajam hasil modifikasi yang disita dari para pelaku tawuran dalam konferensi pers Operasi Pekat Jaya di Jakarta, Rabu (4/2/2026). Sebanyak 105 pelaku berhasil diamankan guna menekan angka kriminalitas jalanan di ibu kota. (Foto: Dok. Humas Polda Metro Jaya/Ekoin.co)

Operasi Pekat Jaya: Polda Metro Amankan 105 Pelaku Tawuran, 56 Senjata Tajam Modifikasi Disita

oleh Aminuddin Sitompul
4 Februari 2026
0

“Hasil operasi menunjukkan 105 orang kami amankan. Setelah dilakukan pendalaman, 55 orang kami kenakan pembinaan, sedangkan 50 lainnya ditetapkan sebagai...

Post Selanjutnya
Ini yang Harus Dihapus di HP, Supaya Tidak Lemot

Ini yang Harus Dihapus di HP, Supaya Tidak Lemot

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.