Prabowo Menginginkan BUMN Bersih, Swasta Kuat, Ekonomi Adil
Jakarta,EKOIN.CO- Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah ekonomi nasional dengan menempatkan koperasi, BUMN, dan swasta sebagai tiga pilar utama. Kebijakan ini berlandaskan prinsip keadilan dan efisiensi, serta menekankan tata kelola bersih di sektor publik dan swasta.
Ikuti berita pilihan lain di WA Channel EKOIN
Prabowo menyatakan bahwa swasta diperbolehkan tumbuh kuat, BUMN harus bekerja dengan benar tanpa menjadi sumber korupsi, sementara koperasi akan difungsikan untuk bangkit dan menjawab kebutuhan rakyat kecil.
“Swasta yang kuat silakan, UMKM yang sudah jalan monggo, BUMN yang benar kerja. Jangan jadi sumber korupsi, dan koperasi akan bangkit,” ujar Prabowo dalam pernyataannya, Senin (8/9/2025).
Ekonomi Koperasi Jadi Prioritas
Menurut Prabowo, koperasi memiliki peran besar dalam memperbaiki rantai distribusi yang selama ini tidak adil. Ia menekankan pentingnya membangun sistem koperasi yang benar-benar mengakar dari desa dan mampu menjadi rantai produksi dasar.
“Jadi menurut saya kemarin-kemarin, ya masa lalu itu benar sekali. Koperasi dianggap sesuatu yang tidak kuat. Kita sekarang akan melancarkan suatu gerakan koperasi yang real, yang akan membangun suatu rantai produksi dari yang paling dasar, paling bawah, yaitu dari desa,” tegasnya.
Konsep koperasi yang dikedepankan juga ditujukan agar distribusi kebutuhan masyarakat berjalan lebih efisien, tanpa adanya pemotongan atau markup harga yang merugikan. Hal ini diharapkan mampu mendorong stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Prabowo menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar simbol ekonomi rakyat, tetapi sebagai instrumen nyata dalam menyalurkan kepentingan masyarakat kecil dengan mekanisme yang adil.
BUMN Bersih, Swasta Tumbuh Sehat
Selain koperasi, BUMN mendapat perhatian khusus dari Prabowo. Ia menggarisbawahi pentingnya tata kelola perusahaan negara agar tidak menjadi sumber masalah. “BUMN yang benar kerja” menjadi penekanan untuk memastikan lembaga ini bebas dari praktik korupsi.
Sementara itu, sektor swasta dan UMKM tetap dipersilakan tumbuh dengan kuat. Pemerintah akan memberi ruang yang sehat bagi sektor swasta agar dapat berperan besar dalam menggerakkan perekonomian nasional.
Dengan kolaborasi antara swasta yang kuat, BUMN yang bersih, dan koperasi yang naik kelas, Prabowo optimistis arah ekonomi Indonesia akan menuju kemandirian. Model ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Visi ini, menurut pengamat, sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperluas basis ekonomi produktif tanpa terlalu bergantung pada satu sektor saja. Dengan demikian, masyarakat desa hingga perkotaan bisa mendapatkan manfaat dari pertumbuhan yang lebih merata.
Dalam arah barunya, Prabowo tidak hanya menekankan pertumbuhan, tetapi juga pemerataan. Prinsip efisiensi dan tata kelola bersih diharapkan menjadi fondasi agar ekonomi Indonesia bisa melaju lebih cepat di tengah tantangan global.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v






















Tinggalkan Balasan