Asing Tarik Dana Rp30 Triliun dari RI
Investor asing menarik modal Rp30 triliun hanya dalam tiga minggu terakhir. Kondisi ini dipicu reshuffle kabinet Presiden Prabowo, membuat pasar keuangan domestik bergejolak.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Jakarta EKOIN.CO – Investor asing kembali mencatatkan net outflow di pasar keuangan Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) untuk periode 8-11 September 2025, total arus keluar modal asing mencapai Rp14,24 triliun.
Nilai tersebut memang lebih rendah dibandingkan sepekan sebelumnya yang sebesar Rp16,85 triliun. Namun, tren penarikan dana asing tetap berlanjut sehingga memicu kekhawatiran pasar.
Outflow Melanda Pasar Saham hingga SRBI
Pada pekan kedua September, net sell asing tercatat Rp2,22 triliun di pasar saham. Sementara di pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp5,45 triliun. Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga terdampak, dengan arus keluar Rp6,57 triliun.
Jika dihitung selama tiga pekan berturut-turut, total net outflow mencapai Rp31,34 triliun. Khusus di SRBI, tren penarikan modal asing bahkan sudah berlangsung selama empat pekan berturut-turut dengan total Rp23,43 triliun.
Data tersebut menunjukkan keengganan investor untuk menahan portofolio jangka pendek di tengah ketidakpastian pasar keuangan.
Reshuffle Kabinet Jadi Pemicu Kekhawatiran
Outflow yang berlanjut terjadi tidak lepas dari sentimen politik dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025) melakukan reshuffle pertama Kabinet Merah Putih sejak dilantik pada 20 Oktober 2024.
Dalam reshuffle tersebut, posisi Menteri Keuangan yang sebelumnya dijabat Sri Mulyani kini digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Pergantian pucuk kepemimpinan fiskal ini dinilai menjadi faktor utama yang memengaruhi kepercayaan investor asing.
Selain itu, beberapa pos kementerian lain juga mengalami pergantian, antara lain Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran, Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi, serta Mochamad Irfan Yusuf dan Dahnil Anzar Simanjuntak masing-masing sebagai Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Reshuffle kabinet ini menimbulkan persepsi adanya arah baru dalam kebijakan ekonomi dan fiskal Indonesia.
Jakarta EKOIN.CO – Secara keseluruhan sepanjang 2025, hingga 11 September, investor asing tercatat melakukan net outflow sebesar Rp54,33 triliun di pasar saham. Di SRBI, nilai penarikan modal lebih tinggi, yakni Rp117,72 triliun.
Namun, di sisi lain, pasar SBN masih mencatatkan beli neto asing senilai Rp58,94 triliun. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor asing lebih memilih instrumen yang dianggap lebih aman.
Fenomena ini menandakan selektivitas investor asing dalam menyikapi dinamika politik dan ekonomi Indonesia.
Arus keluar modal asing dari Indonesia dalam tiga pekan terakhir mencapai Rp30 triliun, menegaskan adanya tekanan pada pasar keuangan domestik.
Data BI memperlihatkan instrumen saham, SBN, dan SRBI menjadi target penarikan dana, dengan SRBI paling tertekan.
Reshuffle kabinet yang mengganti Menteri Keuangan menjadi faktor dominan di balik meningkatnya kehati-hatian investor.
Meski demikian, pasar SBN masih menarik minat asing, mencerminkan preferensi terhadap instrumen yang lebih stabil.
Ke depan, konsistensi kebijakan fiskal dan komunikasi pemerintah akan sangat menentukan arah arus modal asing. ( * )
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





