EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Menteri Keuangan: Bank Untung Besar, Kredit Lesu

Menteri Keuangan: Bank Untung Besar, Kredit Lesu

Bank dinilai pasif menyalurkan kredit meski keuntungan tetap tinggi. Pemerintah mendorong perbankan lebih agresif agar sektor riil bergerak.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
17 September 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti perilaku perbankan yang dinilai enggan menyalurkan kredit, meski memiliki dana besar dan meraup keuntungan tinggi. Menurutnya, kondisi ini menjadi salah satu penyebab tersendatnya penyaluran pembiayaan ke sektor riil yang sangat membutuhkan dorongan investasi.

Ia menegaskan, masalah kredit ini tidak hanya berkaitan dengan lemahnya permintaan, tetapi juga kurangnya inovasi dan semangat perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. “Bank itu gak ngapa-ngapain saja bisa untung gede. Mereka males mengembangkan kredit,” kata Purbaya.

Kredit Jadi Sorotan Ekonomi Nasional

Purbaya menjelaskan, pemerintah telah berupaya menempatkan dana untuk memperkuat likuiditas perbankan. Namun, dana tersebut justru lebih banyak disimpan tanpa digerakkan secara optimal untuk pembiayaan sektor produktif. Hal ini, menurutnya, justru menghambat pemulihan ekonomi yang tengah digencarkan pemerintah.

Ia menekankan bahwa perbankan seharusnya aktif mencari terobosan agar kredit dapat mengalir ke sektor-sektor riil. “Kalau terus disimpan, manfaatnya kecil. Padahal kredit yang mengalir ke masyarakat akan mempercepat roda perekonomian,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan kredit memang mengalami perlambatan. Kondisi ini kontras dengan keuntungan bank yang tetap tumbuh, sebagian besar berasal dari instrumen investasi dan bunga simpanan pemerintah.

Berita Menarik Pilihan

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

Sempat Terperosok, Kini IHSG Melaju Positif ke Zona Hijau  

Pemerintah Dorong Perbankan Aktif Salurkan Kredit

Menurut Purbaya, tantangan ke depan adalah bagaimana bank mampu menyalurkan kredit dengan lebih agresif, sekaligus menjaga kualitas pembiayaan. “Sektor riil menunggu dukungan, apalagi UMKM. Bank harus lebih berani masuk ke sana,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung bahwa terlalu berhati-hati justru akan membuat perbankan kehilangan kesempatan menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Kredit yang sehat, lanjutnya, dapat dikelola dengan manajemen risiko yang baik tanpa harus menahan dana terlalu lama.

Kementerian Keuangan pun mendorong bank untuk lebih inovatif dalam merancang produk pembiayaan, sehingga dapat menjangkau lebih banyak sektor usaha. Purbaya menilai hal ini penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang oleh belanja pemerintah, melainkan juga dukungan perbankan.

Ekonom pun menilai bahwa perbankan memiliki peran vital dalam memastikan pembiayaan tetap berjalan. Tanpa aliran kredit yang memadai, sektor riil berisiko stagnan, sementara kebutuhan lapangan kerja terus meningkat.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan penempatan dana tidak akan efektif bila perbankan masih bersikap pasif. Oleh karena itu, perlu ada sinergi antara otoritas fiskal, regulator, dan industri perbankan agar dana yang ada benar-benar bisa mendorong pertumbuhan.

Kredit yang sehat diyakini mampu meningkatkan daya saing nasional. Jika perbankan terus mengandalkan keuntungan dari dana menganggur, ekonomi Indonesia akan sulit bergerak lebih cepat.

Pada akhirnya, keberanian dan komitmen perbankan untuk menyalurkan kredit akan sangat menentukan arah pemulihan dan penguatan ekonomi Indonesia di masa depan. ( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


.

Tags: ekonomikreditpembiayaanPemerintahPerbankanPurbaya
Post Sebelumnya

Kejati Banten Tangkap Buronan Penipuan Johnny Kainde di Rawamangun

Post Selanjutnya

Prabowo Siapkan Komisi Reformasi Polri

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS....

8 Aksi Percepatan Reformasi Bursa, Momentum Tingkatkan Kualitas Pasar Modal Indonesia

Sempat Terperosok, Kini IHSG Melaju Positif ke Zona Hijau  

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sesi pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 8.121,03 pada perdagangan Rabu (4/2). Namun,...

IHK Januari 2026 Deflasi 0,15 Persen, BI Tetap Optimistis Inflasi Terkendali

IHK Januari 2026 Deflasi 0,15 Persen, BI Tetap Optimistis Inflasi Terkendali

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencata, secara bulanan IHK Januari 2026 tercatat deflasi sebesar 0,15% (mtm). Perkembangan ini...

Status Persero Bank Syariah Indonesia Perkuat Ekosistem Ekonomi Nasional. Sumber dok bankbsi.co.id

Status Persero Bank Syariah Indonesia Perkuat Ekosistem Ekonomi Nasional

oleh Agus DJ
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - PT Bank Syariah Indonesia Tbk kini telah resmi menyandang Status Persero Bank Syariah Indonesia secara administratif terhitung...

Post Selanjutnya
Prabowo Siapkan Komisi Reformasi Polri

Prabowo Siapkan Komisi Reformasi Polri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.