EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM HUKUM
Kejagung Dalami Kasus Korupsi Kredit Sritex Perluas Usutan Sampai ke Bank

Kejagung Dalami Kasus Korupsi Kredit Sritex Perluas Usutan Sampai ke Bank

Kejagung periksa pejabat bank sindikasi terkait dugaan korupsi kredit Sritex senilai Rp 2,5 triliun. Penyidikan ini menegaskan keseriusan Kejagung dalam membongkar korupsi di sektor perbankan nasional.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
8 Oktober 2025
Kategori HUKUM, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kejaksaan Agung kembali memperdalam penyidikan kasus korupsi kredit sindikasi ke PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Langkah terbaru dilakukan dengan memanggil sejumlah pejabat dan mantan pejabat dari tiga bank besar, yaitu BNI, BRI, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), sebagai saksi dalam kasus yang merugikan negara hingga triliunan rupiah ini.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap dugaan penyimpangan dalam pencairan dan pengelolaan kredit jumbo yang diberikan kepada Sritex. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyebut bahwa langkah ini penting guna memperkuat alat bukti dan melengkapi pemberkasan perkara. “Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” ujarnya, Selasa, 7 Oktober 2025.

Sejumlah nama dari bank sindikasi dipanggil dalam proses pemeriksaan ini. Dari BNI, penyidik memeriksa General Manager Divisi Risiko Bisnis Korporasi (BNR) inisial FTS, Deputy General Manager HGP, Head of Corporate Risk tahun 2012 AW, serta Direktur Keuangan dan Risiko Bisnis periode 2016–2017 RRB.

Dari LPEI, hadir Ketua Tim I Audit Umum periode 2016 TRB serta Direktur Pelaksana IV periode 2015–2016 NS. Sementara dari BRI, penyidik memanggil Direktur Bisnis Komersial tahun 2015 inisial DS. Ketiga lembaga keuangan ini tercatat memberikan kredit kepada Sritex dalam skema sindikasi senilai Rp 2,5 triliun.

Selain dari bank-bank besar tersebut, terdapat klaster kredit lain yang melibatkan beberapa bank daerah seperti Bank Jabar Banten (BJB), Bank Jateng, dan Bank DKI dengan total nilai Rp 1,088 triliun.

Berita Menarik Pilihan

Wakil Ketua Pengadilan Depok Diciduk KPK, Begini Respons MA 

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Kasus korupsi ini telah menyeret 12 tersangka, termasuk dua petinggi Sritex yang juga kakak beradik, Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto. Keduanya diduga menjadi aktor utama di balik skema kredit bermasalah yang tidak sesuai ketentuan perbankan. Namun, hingga kini belum ada pejabat dari pihak bank sindikasi yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk kluster kedua terkait bank sindikasi, ada bank BNI, BRI, dan LPEI. Tim penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Nurcahyo Jungkung Madyo, dalam konferensi pers pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Sumber di internal Kejagung menyebutkan, penyidik kini fokus menelusuri dugaan pelanggaran prosedur dalam analisis risiko kredit dan persetujuan pinjaman besar kepada Sritex. Langkah tersebut penting untuk memastikan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian dalam proses pengucuran dana.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap pihak-pihak lain yang berhubungan dengan transaksi keuangan Sritex. Di antaranya adalah Direktur Utama PT Lotus Indah Textile SLT, Pemimpin Divisi Transaksi Pinjaman Bank DKI AN, dan beberapa pimpinan perusahaan tekstil lain yang diduga memiliki hubungan bisnis dengan Sritex.

Langkah Kejagung ini menandai tahapan baru dalam pengusutan kasus besar yang menjadi sorotan publik dan dunia perbankan nasional. Pemeriksaan yang menyasar pejabat bank menegaskan bahwa penyidikan tidak hanya berhenti pada korporasi penerima kredit, tetapi juga mencakup pihak pemberi pinjaman.

Penyidik juga tengah memeriksa dokumen-dokumen terkait audit risiko, laporan keuangan, serta notulensi rapat komite kredit dari lembaga-lembaga pemberi pinjaman. Data tersebut diyakini dapat mengungkap pola penyimpangan yang menyebabkan kredit macet dan potensi kerugian negara dalam jumlah besar.

Selain fokus pada aspek hukum, kasus korupsi kredit Sritex juga menjadi pembelajaran penting bagi industri perbankan agar memperkuat sistem tata kelola risiko dan audit internal. Para analis menilai bahwa lemahnya mekanisme kontrol dan pengawasan dalam proses sindikasi menjadi celah yang dimanfaatkan untuk praktik koruptif.

Jika seluruh proses pemeriksaan rampung, Kejagung diharapkan dapat segera menetapkan tersangka baru dari pihak bank sindikasi, demi memastikan penegakan hukum berjalan adil dan menyeluruh. Publik kini menunggu langkah lanjutan dari tim penyidik dalam mengurai benang kusut kasus ini. (*)


Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di:
https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: BNIBRIKejagungkorupsiLPEISritex
Post Sebelumnya

Sekarang Wartawan Berobat Tanpa Bayar Alias Gratis di Rumah Sakit Pertahanan

Post Selanjutnya

Panglima TNI Pimpin Upacara Penyambutan KKRI Wilayah Jayapura

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Tangerang, Banten.

Wakil Ketua Pengadilan Depok Diciduk KPK, Begini Respons MA 

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok Bambang Setyawan diciduk KPK. Wakil tuhan ini diduga menerima sejumlah dari...

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Depok, Ekoin.co - Tak hanya Wakilnya, Ketua Pengadilan Negeri Kota Depok dan juru sita ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan...

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riadi membedah fakta material terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Sidang mengungkap adanya grup WhatsApp internal "Core Team" yang diduga menjadi wadah pengaturan spesifikasi dan harga proyek sebelum tender resmi dijalankan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

JPU Bongkar ‘Mas Menteri Core Team’: Skandal Mark-Up Chromebook 100 Persen Terkuak di Persidangan

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

“Dari bukti elektronik aplikasi pesan singkat, terungkap keberadaan sejumlah grup WhatsApp, termasuk Mas Menteri Core Team, yang secara aktif membahas...

Suasana persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Jaksa kini tengah mendalami dugaan penyimpangan tata kelola dan perencanaan proyek yang diduga merugikan keuangan negara. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Sidang Korupsi Chromebook: Jaksa Ungkap Nama Nadiem dan Dugaan ‘Setelan’ Proyek Sebelum Pengadaan

oleh Admin EKOIN.CO
6 Februari 2026
0

Persidangan juga menampilkan dokumen yang mengungkap perbedaan mencolok antara harga pasar perangkat dan nilai pengadaan.

Post Selanjutnya
Panglima TNI Pimpin Upacara Penyambutan KKRI Wilayah Jayapura

Panglima TNI Pimpin Upacara Penyambutan KKRI Wilayah Jayapura

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.