Jakarta,Ekoin.co — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penguatan pada akhir perdagangan Rabu (7/1/2026), meski lajunya mulai tertahan.
Indeks ditutup naik tipis 0,13 persen atau menguat 11,20 poin ke posisi 8.944,81.
Pada sesi awal perdagangan, IHSG sempat menorehkan tonggak baru dengan menembus rekor intraday di level 8.970.
Namun, tekanan jual yang meningkat menjelang penutupan membuat indeks melandai, bahkan sempat menyentuh titik terendah harian di kisaran 8.918, berdasarkan data Stockbit.
Aktivitas transaksi di pasar reguler terpantau sangat ramai. Nilai perdagangan mencapai Rp35,12 triliun dengan volume transaksi menembus 4,5 juta kali, mencerminkan tingginya minat investor meski pasar mulai rawan koreksi jangka pendek.
Di tengah pergerakan IHSG yang terbatas, sektor industri justru tampil mencolok sebagai penopang utama pasar dengan lonjakan 2,40 persen.
Kinerja positif juga dibukukan sektor konsumer siklikal yang menguat 1,18 persen serta sektor bahan baku yang naik 1,11 persen.
Sebaliknya, tekanan paling besar datang dari sektor transportasi yang terkoreksi 1,83 persen. Pelemahan juga terjadi pada sektor konsumer non-siklikal yang turun 0,93 persen dan sektor teknologi yang melemah 0,56 persen.
Tim riset Phintraco Sekuritas mengingatkan investor untuk mulai bersikap lebih hati-hati.
Meskipun indikator MACD masih mencerminkan tren positif, Stochastic RSI telah memasuki area jenuh beli, menandakan potensi perlambatan momentum kenaikan.
Dari sisi eksternal, pasar juga mulai dibayangi sentimen geopolitik. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali memunculkan wacana pengambilalihan Greenland memicu kekhawatiran pelaku pasar global.
“Potensi aksi ambil untung perlu diantisipasi, terutama jika ketegangan geopolitik kembali meningkat,” tulis tim analis Phintraco Sekuritas.
Di jajaran saham unggulan LQ45, sejumlah emiten berbasis komoditas mencuri perhatian. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melonjak 12,44 persen ke level 6.325. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 11,59 persen ke 3.850, sementara PT Alamtri Resources Tbk (ADRO) naik 7,77 persen ke posisi 2.010.





