JAKARTA, Ekoin.co – Nilai tukar rupiah kembali kehilangan tenaga di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah berada di level Rp16.762 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026), melemah dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp16.748.
Tekanan terhadap mata uang Garuda belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada perdagangan Rabu pagi (7/1/2026) hingga pukul 09.01 WIB, rupiah masih bergerak di kisaran Rp16.761 per dolar AS, melemah tipis sekitar 0,02 persen.
Meningkatnya ketidakpastian global menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan nilai tukar domestik.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai tekanan dari dalam negeri turut mempersempit ruang gerak rupiah.
Ia merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat inflasi sepanjang 2025 mencapai 2,63 persen, dipicu oleh lonjakan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,69 pada Desember 2024 menjadi 108,47 pada Desember 2025.
Menurut Ibrahim, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang inflasi terbesar. Kenaikan harga juga merembet ke sektor lain, termasuk energi seperti tarif listrik dan bahan bakar rumah tangga, serta biaya pendidikan dan transportasi.
Selain itu, tren kenaikan harga emas perhiasan yang mengikuti pergerakan harga emas global, ditambah faktor musiman seperti hari besar keagamaan, turut menekan daya beli masyarakat dan berdampak pada stabilitas nilai tukar.
Dari sisi eksternal, sentimen pasar dibayangi ketegangan geopolitik di Amerika Latin. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat memicu guncangan di pasar global, terutama sektor komoditas dan energi.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan pengambilalihan kendali sektor minyak Venezuela serta membuka peluang investasi bagi perusahaan-perusahaan AS dinilai menambah ketidakpastian global.
Kondisi tersebut mendorong investor menarik dana dari pasar negara berkembang menuju aset-aset aman.
“Rupiah masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.780 per dolar AS hingga akhir pekan,” ujar Ibrahim.





