EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya Ungkap Perusahaan Baja China Tak Bayar PPN, Negara Rugi Rp 4 Triliun

Yudi Permana oleh Yudi Permana
9 Januari 2026
Kategori EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ekoin.co – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik penghindaran pajak oleh perusahaan baja asal China yang beroperasi di Indonesia.

Perusahaan tersebut diduga tidak menyetorkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan melakukan transaksi penjualan secara tunai untuk menghindari kewajiban perpajakan.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai Konferensi Pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Ia menyebut indikasi pelanggaran terungkap dari pola operasional perusahaan dan karakteristik tenaga kerjanya.

Menurut Purbaya, perusahaan baja tersebut diketahui dijalankan oleh pengusaha asal China dengan mayoritas pegawai yang tidak mampu berbahasa Indonesia. Kondisi ini memunculkan dugaan penggunaan identitas kependudukan Indonesia secara tidak sah.

Berita Menarik Pilihan

Rupiah Dekati Level Psikologis Rp 17.000, Menkeu Purbaya: Fundamental Solid, Jauh dari Bayang-Bayang Krisis

IHSG Dibuka Menguat di Awal Perdagangan Kamis Pagi, 0,46% ke Level 9.052

“Pengusahanya dari China, punya perusahaan di sini, orang China semua, tidak bisa bahasa Indonesia,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, modus yang digunakan adalah melakukan penjualan langsung kepada klien dengan sistem pembayaran tunai. Cara tersebut diduga sengaja dipilih agar transaksi tidak tercatat dalam sistem perpajakan.

“Jual langsung ke klien secara cash basis, tidak bayar PPN. Saya rugi banyak itu, nanti akan kita tindak dengan cepat,” kata Purbaya.

Kementerian Keuangan mencatat, potensi kerugian negara dari praktik serupa di sektor baja sangat besar. Dari satu perusahaan saja, penerimaan pajak yang seharusnya masuk ke kas negara diperkirakan mencapai Rp 4 triliun per tahun.

“Baja saja potensinya setahun bisa lebih dari Rp 4 triliun. Itu baru satu sektor, dan masih ada banyak perusahaan,” ungkapnya.

Selain baja, Purbaya juga menyoroti adanya kebocoran pajak di sektor bahan bangunan dan kelapa sawit. Di sektor sawit, pemerintah mendeteksi praktik under invoicing yang menyebabkan nilai ekspor yang dilaporkan lebih rendah dari nilai sebenarnya.

Ia menyatakan, pemerintah akan memberikan peringatan kepada perusahaan yang terindikasi melanggar aturan. Jika tidak ada perbaikan, tindakan penegakan hukum akan dilakukan.

“Ke depan tidak bisa lagi seperti itu. Kalau masih dilakukan, kita sikat perusahaannya,” tegas Purbaya.

Purbaya menambahkan, pembenahan sistem perpajakan akan dilakukan dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan, termasuk penguatan sistem Coretax untuk meningkatkan pengawasan dan pelaporan pajak.

Langkah tersebut dilakukan menyusul perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap masih adanya kebocoran penerimaan negara di sektor pajak dan bea cukai, khususnya pada komoditas strategis seperti baja dan kelapa sawit. (*)

Tags: Menkeu PurbayaNegara Rugi Rp 4 TriliunPerusahaan Baja ChinaTak Bayar PPN
Post Sebelumnya

Real Madrid Kalahkan Atletico 2-1, Tantang Barcelona di Final

Post Selanjutnya

Arsenal Ditahan Liverpool 0-0 di Emirates Stadium

Yudi Permana

Yudi Permana

Berita Terkait

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Rupiah Dekati Level Psikologis Rp 17.000, Menkeu Purbaya: Fundamental Solid, Jauh dari Bayang-Bayang Krisis

oleh Hasrul Ekoin
22 Januari 2026
0

Perry menambahkan bahwa BI akan memastikan rupiah bergerak dalam koridor yang mendukung kestabilan ekonomi nasional, sekaligus memberikan kepercayaan bagi pelaku...

IHSG Dibuka Menguat di Awal Perdagangan Kamis Pagi, 0,46% ke Level 9.052

IHSG Dibuka Menguat di Awal Perdagangan Kamis Pagi, 0,46% ke Level 9.052

oleh Akmal Solihannoer
22 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis pagi, 22...

Pemandangan salah satu los daging di pasar tradisional Jabodetabek yang nampak sepi tanpa aktivitas perdagangan, Kamis (22/1/2026). (Ekoin.co/Ilustrasi)

Pasar Daging Jabodetabek Lumpuh: Ribuan Pedagang Mogok Massal Protes Lonjakan Harga Sapi Hidup

oleh Iwan Purnama
22 Januari 2026
0

Mereka menuntut adanya jaminan harga sapi hidup yang kompetitif agar lingkungan perdagangan kembali kondusif.

Grafis data laporan kerugian masyarakat akibat scam yang mencapai Rp 9,1 triliun berdasarkan rilis terbaru OJK dan IASC per Januari 2026. Sebanyak 397 ribu rekening telah diblokir untuk memutus rantai aliran dana hasil penipuan. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

Indonesia Darurat Penipuan Digital: Kerugian Tembus Rp 9,1 Triliun, Ratusan Ribu Rekening Diblokir IASC

oleh Hasrul Ekoin
22 Januari 2026
0

Transaksi belanja fiktif menempati posisi pertama dengan lebih dari 73 ribu laporan, diikuti panggilan palsu (impersonation), investasi bodong, lowongan kerja...

Post Selanjutnya
Arsenal Ditahan Liverpool 0-0 di Emirates Stadium

Arsenal Ditahan Liverpool 0-0 di Emirates Stadium

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.