Jakarta, Ekoin.co – Anak Menkeu Purbaya, Yudo Achilles Sadewa baru-baru ini memprediksi sektor dan emiten yang menurutnya berpotensi mencetak multibagger pada 2026, dan berpotensi cuan besar. Hal tersebut disampaikan Yudo pada Sabtu (17/1) dalam podcast.
Dalam berbagai podcast, Yudo menyoroti saham group konglomerasi, pertambangan emas, perbankan blue chip, hingga menara telekomunikasi sebagai area yang layak diperhatikan dan dilihat kenaikannya.
Yudo menyebut saham perbankan blue chip seperti BBCA, BBRI, dan BMRI layak di koleksi di tahun 2026.
“Sektor perbankan menurut gue sih saham – saham blue chip seperti BCA, BRI, dan Mandiri,” jelas Yudo.
Anak Menkeu Purbaya, Yudo menilai saham – saham milik Grup Bakrie dan Happy Hapsoro berpotensi memberikan keuntungan hingga kuartal II – III 2026, seiring peluang masuk indeks MSCI yang dapat menjadi katalis pergerakan harga.
“Menurut gue nih, saham – sahamnya Pak Bakrie dan Pak Hapsoro sudah oke juga sih,” ucap Yudo.
Diverifikasi ke mineral dan emas disebut memperkuat prospek pertumbuhan, meski saham ini sensitif terhadap sentimen pasar, fluktuasi harga global, dan isu lingkungan.
Yudo pun menegaskan bahwa pandangannya bukan untuk direkomendasikan melainkan opini pribadi berdasarkan pengalamannya dalam berinvestasi.
Sementara itu dari sisi sektor lain, Yudo menilai saham pertambangan emas berpotensi memberikan lonjakan keuntungan terbesar dan bakal cuan di tahun depan.
Hal tersebut sejalan dengan tren harga emas dan perak yang terus menguat dan mengalami kenaikan.
“Saham cenderung ngikutin harga. Nah saham komoditas tersebut cenderung mengikuti harga emas dan perak. Dan pastinya gain-nya lebih besar di saham,” ungkapnya.
Namun sebaliknya, kata dia, saham pertambangan batu bara dinilai kurang menarik untuk kuartal I-2026, karena prospek keuntungannya dianggap tidak sebesar sektor logam mulia. (*)





