Jakarta, Ekoin.co – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta Utara sejak Minggu malam mengakibatkan sejumlah ruas jalan utama tergenang air.
Kondisi tersebut mendorong Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyebut curah hujan yang merata sejak malam hari membuat sistem drainase tidak mampu menampung debit air secara maksimal.
Hingga Minggu siang, beberapa titik genangan masih terpantau mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.
Menurut Hendra, genangan paling signifikan terjadi di kawasan Gunung Sahari Raya dan Jalan RE Martadinata, tepatnya di sekitar kawasan Ancol.
Di lokasi tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai setinggi paha orang dewasa, sehingga kendaraan, khususnya roda dua, kesulitan melintas.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan lokasi banjir sebagai area bermain, terutama bagi anak-anak, karena berpotensi membahayakan keselamatan.
Pemerintah Kota Jakarta Utara, lanjut Hendra, terus mengintensifkan koordinasi lintas instansi, mulai dari Dinas Sumber Daya Air, TNI-Polri, hingga pengelola kawasan Ancol.
Seluruh pompa air permanen maupun mobile dioperasikan untuk mempercepat surutnya genangan, termasuk membuka jalur aliran air menuju laut melalui pintu air Marina.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz mengatakan, personel kepolisian disiagakan di sejumlah titik rawan untuk mengatur lalu lintas dan mengarahkan pengendara ke jalur alternatif.
Ia menambahkan, genangan juga sempat muncul di wilayah Kelapa Gading, Pluit, dan Semper Barat, namun sebagian besar telah berangsur surut.
Petugas gabungan tetap melakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar normal dan aman bagi pengguna jalan.





