EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA LINGKUNGAN
Konflik Agraria yang tak berkesudahan dipicu kebijakan pemerintah yang tidak tepat sasaran. (Ilustrasi)

Konflik Agraria yang tak berkesudahan dipicu kebijakan pemerintah yang tidak tepat sasaran. (Ilustrasi)

Riset: Satgas PKH Tinggalkan Residu Konflik Agraria

Erwin C. Sihombing oleh Erwin C. Sihombing
20 Januari 2026
Kategori LINGKUNGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Eksistensi Satgasa Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang dikomandoi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin rupanya meninggalkan residu konflik agraria.

Riset yang dilakukan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat, sejak dibentuk dan beroperasi, Satgas PKH menyebabkan 21 kasus penggusuran disertai kekerasan terhadap masyarakat dengan luas mencapai 48.183,37 hektare di Sumatera Utara, Riau, Jambi dan Kalimantan Barat.

Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika membeberkan, meningkatnya konflik agraria selama 2025 turut dipicu keterlibatan TNI.

Keterlibatan militer secara langsung dalam kebijakan penertiban kawasan hutan telah melahirkan gesekan dengan masyarakat akibat pendekatan yang militeristik, alih-alih mengedepankan musyawarah dan dialog.

“Meskipun Satgas PKH dianggap berhasil mengembalikan kawasan hutan dari korporasi ke tangan negara, namun, operasi Satgas PKH juga meninggalkan residu konflik agraria,” kata Dewi, di Jakarta, Selasa (20/1).

Berita Menarik Pilihan

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Akhir Januari, Hujan Lebat dan Banjir hingga Tanah Longsor

Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan, 5 Perusahaan di Aceh Kena ‘Sikat’

Dikatakan, ekspansi teritorial TNI berupa pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) baru dan Batalion Teritorial Pembangunan (BTP) untuk mendukung program swasembada pangan-energi, secara nyata memantik TNI untuk melakukan berbagai cara khususnya dalam pengadaan tanah demi mendukung program prioritas tersebut.

Upaya “klaim” sepihak TNI di atas tanah garapan dan pemukiman masyarakat semakin meningkat sehingga memicu kenaikan konflik agraria. Temuan KPA, sepanjang 2025 terjadi 24 letusan konflik agraria di sektor fasilitas militer (naik 300%). 10 diantaranya disebabkan pembangunan Kodam baru dan Batalyon TP untuk mendukung program swasembada pangan-energi.

Instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk pengamanan kebun-kebun sawit dan proyek-proyek strategis nasional telah memantik penurunan secara besar-besaran aparat TNI dalam penanganan konflik agraria.

Keterlibatan TNI dalam penanganan konflik agraria telah menyebabkan 70 kasus kekerasan, naik 89 % dari tahun sebelumnya. Bahkan dalam 5 tahun terakhir, kasus kekerasan yang dilakukan TNI di wilayah konflik agraria terus mengalami lonjakan.

“Data ini memperkuat dugaan banyak pihak yang melihat semakin kentalnya pendekatan militeristik yang dilakukan pemerintah, beberapa tahun belakangan, terutama di era pemerintahan Prabowo. Pihak TNI semakin sering dilibatkan dalam penanganan konflik agraria dengan dalih menjaga stabilitas dan keamanan nasional,” ujarnya. (*)

Tags: konflik agrariaKonsorsium Pembaruan AgrariamiliterPresiden PrabowoSatgas PKH
Post Sebelumnya

Groundbreaking Stasiun Harmoni, Pramono Anung: Semoga Tahun 2027 Sudah Beroperasi

Post Selanjutnya

Daftar Grup Bisnis Raksasa Penyumbang Konflik Agraria: RGE, Sinarmas hingga Indika

Erwin C. Sihombing

Erwin C. Sihombing

Berita Terkait

BMKG peringatkan cuaca ekstrem sampai akhir Januari 2026

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Akhir Januari, Hujan Lebat dan Banjir hingga Tanah Longsor

oleh Yudi Permana
21 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah...

Tangkapan Layar YT Sekretariat Presiden

Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan, 5 Perusahaan di Aceh Kena ‘Sikat’

oleh Ainurrahman
21 Januari 2026
0

“Ini peringatan terbuka. Negara hadir dan tidak lagi mentoleransi pelanggaran lingkungan, terutama yang dilakukan oleh korporasi besar,” ujar Iwan di...

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menanggapi kritik pedas yang kerap dialamatkan kepada pejabat negara saat mengunjungi lokasi bencana.Kamis (1/1/2026).(Foto: Ist)

Bongkar Jejak Oligarki di Gayo Lues: JATAM Sebut Nama-Nama Besar Ini Terlibat Perusakan Alam

oleh Iwan Purnama
19 Januari 2026
0

"Selama keselamatan warga direduksi menjadi sekadar ongkos pembangunan, bencana serupa akan terus berulang. Nyawa rakyat Aceh dan Sumatera kini seolah...

Satgas PKH Kembalikan Jutaan Hektare Kawasan Hutan Sawit dan Konservasi ke Negara

Satgas PKH Kembalikan Jutaan Hektare Kawasan Hutan Sawit dan Konservasi ke Negara

oleh Yudi Permana
25 Desember 2025
0

"Pada hari ini dapat kami laporkan bahwa total kawasan hutan yang berhasil dikuasai kembali mencapai 4.081.560,58 hektare," kata Jaksa Agung...

Post Selanjutnya
Ilustrasi Konflik Agraria dan Perampasan Tanah

Daftar Grup Bisnis Raksasa Penyumbang Konflik Agraria: RGE, Sinarmas hingga Indika

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.