JAKARTA,EKOIN.co — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menerima audiensi Ketua Umum Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP.KBI) masa bakti 2022–2026, Ngatino, pada Senin (19/1/2026).
Diketahui Ngatino juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB.WI).
Dalam pertemuan tersebut, Marciano Norman terlebih dahulu menyampaikan apresiasi atas capaian prestasi Kick Boxing Indonesia pada ajang SEA Games Thailand 2025.
Apresiasi Prestasi Jadi Modal Pengembangan
“Atas nama KONI, saya mengucapkan selamat atas prestasi SEA Games Thailand 2025 kemarin,” ujar Marciano.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi modal penting untuk mendorong cabang olahraga kick boxing berkembang lebih jauh di tingkat internasional.
*Organisasi Sehat Kunci Lahirnya Prestasi*
Marciano menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak dapat dipisahkan dari organisasi yang produktif dan memiliki tata kelola yang baik. Oleh karena itu, pembahasan dalam audiensi turut menyinggung aspek organisasi dan kepemimpinan PP.KBI serta PB.WI.
Mengingat masa bakti kepengurusan PP.KBI dan PB.WI akan berakhir pada 2026, keduanya dijadwalkan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan.
*AD/ART Jadi Pedoman Utama Munas*
Ketum KONI Pusat menekankan bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) harus menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan organisasi, termasuk dalam proses pemilihan ketua umum.
Ia juga menjelaskan bahwa peluang masa bakti ketiga bagi seorang ketua umum dimungkinkan, selama sesuai dengan AD/ART dan mendapatkan dukungan anggota.
“Apabila ketua umum sudah menjalankan dua periode, kemudian tidak ada calon dan anggota menghendaki untuk masa bakti ketiga, itu dimungkinkan,” jelas Marciano.
*Ketua Umum Harus Siap Meluangkan Waktu*
Namun demikian, Marciano mengingatkan bahwa seorang ketua umum harus memiliki komitmen kuat dalam mengelola organisasi, terutama dalam hal ketersediaan waktu.
“Ketua Umum itu harus punya satu hal minimal, waktu untuk mengurus cabang olahraganya,” tegasnya.
*Target Asian Games dan Peluang Olimpiade*
Di akhir audiensi, Marciano berharap Kick Boxing Indonesia mampu kembali mempersembahkan prestasi saat dipertandingkan dalam ekshibisi Asian Games mendatang.
Ia juga menilai peluang kick boxing untuk masuk Olimpiade cukup terbuka, seiring pesatnya perkembangan cabang olahraga tersebut di berbagai benua, khususnya Eropa dan Amerika.
Dengan pondasi organisasi yang kuat dan prestasi yang konsisten, KONI Pusat optimistis kick boxing Indonesia dapat bersaing di level dunia.
Diketahui Para atlet Wushu yang berhasil menyumbangkan medali tersebut diantaranya, Medali Emas: Patricia Geraldine (Nomor Gabungan Changquan, jianshu, Qiangshu & Beregu Duilian), Edgar Xavier Marvelo (Nomor Men’s Changquan, Daoshu & Gunshu), Ahmad Ghifari Fuaiz, Ahmad Ghozali Fuaiz, Terrence Tjahyadi (Nomor Men’s Duilian Bare – Handed), Tharisa Dea Florentina (Nomor Women’s Sanda 56 Kg), dan Samuel Marbu (Nomor men’s Sanda 65 Kg).Medali Perak: Ahmad Ghifari Fuaiz, Edgar Xavier Marvelo, Seraf Naro siregar (Nomor Men’s Duilian Weapon), Tasya Ayu Puspa Dewi, Eugenia Diva Widodo (Nomor Women’s Duilian Bare Handed), dan Seraf Naro Siregar (Nomor Men’s Changquan, Daoshu & Gunshu).Medali Perunggu: Harry Brahmana (Nomor Mens’70 kg).
Sementara itu Kick Boxing juga berhasil menyumbangkan 6 medali, yang terdiri dari 1 medali emas, 1 medali perak dan 4 medali perunggu. Adapun para atlet yang berhasil meraih medali tersebut diantaranya Medali Emas: Riyan Jefri Hamonangan Lumbanbatu (Nomor K1-60 Kg).
Medali Perak: Ariyanta Sitepu (Nomor Men’s Tatami : Poin Fighting 63 Kg). Medali Perunggu: Andi Mesyara Jerni Maswar (Nomor Women’s Point Fighting 50 Kg, Sevi Nurul Aini (Nomor Women’s Low Kick 48 Kg), Aprilia Eka Putri L (Nomor Women’s K1 52 Kg) dan Enggar Bayu Saputra, Nomor Men’s Full Contact 57 Kg.
Wushu mendapatkan 5 medali emas, 3 medali perak dan 1 medali perunggu, sedangkan Kick Boxing 1 medali emas, 1 medali perak dan 1 medali perunggu. (Daf)





