EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda HIBURAN SELEBRITI
Dian Sastrowardoyo dan Ali Fikry dalam "Esok Tanpa Ibu" (Mothernet). Sebuah perjalanan futuristik tentang bagaimana teknologi mencoba membasuh luka kehilangan yang paling dalam. Tayang di bioskop mulai 22 Januari 2026.

Dian Sastrowardoyo dan Ali Fikry dalam "Esok Tanpa Ibu" (Mothernet). Sebuah perjalanan futuristik tentang bagaimana teknologi mencoba membasuh luka kehilangan yang paling dalam. Tayang di bioskop mulai 22 Januari 2026.

Dian Sastro Eksplorasi Duka dan AI dalam Film ‘Esok Tanpa Ibu’, Tayang 22 Januari 2026

Iwan Purnama oleh Iwan Purnama
21 Januari 2026
Kategori SELEBRITI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Apa jadinya jika duka terdalam manusia bersinggungan dengan teknologi paling mutakhir? Pertanyaan provokatif inilah yang mendasari film terbaru produksi BASE Entertainment bertajuk “Esok Tanpa Ibu” (Mothernet).

Film yang dijadwalkan tayang perdana pada 22 Januari 2026 ini bukan drama keluarga biasa, melainkan sebuah eksplorasi futuristik tentang kehilangan dan Kecerdasan Buatan (AI).

Dian Sastrowardoyo tidak hanya kembali ke layar lebar sebagai pemeran utama, tetapi juga memegang kendali di belakang layar sebagai produser bersama Shanty Harmayn.

Menghidupkan Sosok Ibu Melalui ‘i-BU’

Kisah film ini berpusat pada keretakan sebuah keluarga setelah sang Ibu jatuh koma dalam waktu yang sangat lama.

Berita Menarik Pilihan

Manohara Bongkar Masa Lalu Kelam: Dijual Ibunya dan Jadi Korban Pernikahan Dini

Nabila Taqiyyah Ubah Istilah Viral ‘Cegil’ Jadi Lagu Pop Romantis yang Relate bagi Gen-Z

Di tengah kehampaan tersebut, sang anak, Rama alias Cimot (Ali Fikry), mencoba mengisi ruang kosong di hatinya dengan menciptakan entitas digital berbasis AI yang ia beri nama i-BU.

Sebagai produser, Dian Sastrowardoyo melihat fenomena AI sebagai pisau bermata dua dalam proses pemulihan duka (coping mechanism).

“Ini adalah film keluarga yang mempertanyakan autentisitas koneksi manusia di dunia modern. Bagaimana jika teknologi masuk ke ruang paling privat saat kita sedang berduka?” ujar Dian saat menjelaskan visi proyek kolaboratif bersama Beacon Film dan Refinery Media tersebut.

Teknologi vs Detak Jantung Manusia

“Esok Tanpa Ibu” secara berani menantang penonton untuk merenungi esensi kasih sayang. Film ini menyoroti konflik batin antara Cimot yang mencari pelarian digital dengan sang Ayah (Ringgo Agus Rahman) yang menghadapi realitas pahit secara konvensional.

Dian menekankan bahwa film ini membicarakan hal mendasar tentang hubungan manusia. “Apakah kata-kata penyemangat yang lahir dari barisan kode bisa menggantikan hangatnya pelukan dan detak jantung seorang ibu?” lanjutnya.

Sinergi Lintas Negara dan Industri

Ambisi film ini terlihat dari tim besar di balik layar. Disutradarai oleh Ho Wi-ding dengan naskah garapan Gina S. Noer, proyek ini didukung oleh Singapore Film Commission (SFC) dan Infocomm Media Development Authority (IMDA).

Dukungan strategis dari raksasa teknologi seperti Samsung Galaxy dan Telkomsel juga menandakan integrasi kuat antara seni bercerita dengan realitas gaya hidup digital masa kini.

Shanty Harmayn menambahkan bahwa AI kini sudah menjadi bagian keseharian, namun duka tetaplah emosi eksklusif milik manusia.

“Esok Tanpa Ibu” bersiap menjadi pengingat di awal tahun 2026 bahwa sehebat apa pun kecerdasan buatan, ia tidak akan pernah memiliki jiwa.

Perjalanan emosional ini dapat disaksikan di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai besok, 22 Januari 2026.

Post Sebelumnya

Ducati MX Team Indonesia Resmi Mengaspal: Ambisi Taklukkan Kejurnas dan Kiblat Otomotif ASEAN

Post Selanjutnya

Nabila Taqiyyah Ubah Istilah Viral ‘Cegil’ Jadi Lagu Pop Romantis yang Relate bagi Gen-Z

Iwan Purnama

Iwan Purnama

Berita Terkait

Kisah kelam Manohara kembali mencuat ke publik

Manohara Bongkar Masa Lalu Kelam: Dijual Ibunya dan Jadi Korban Pernikahan Dini

oleh Hasrul Ekoin
22 Januari 2026
0

Kisah ini kembali membuka perbincangan soal perlindungan anak, pernikahan dini, dan kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia, sekaligus mengingatkan masyarakat...

Nabila Taqiyyah(foto istimewa)

Nabila Taqiyyah Ubah Istilah Viral ‘Cegil’ Jadi Lagu Pop Romantis yang Relate bagi Gen-Z

oleh Iwan Purnama
21 Januari 2026
0

“Ceritanya tentang cewek yang sudah 'kecintaan' banget. Dia berharap si cowok bisa bersama dia selamanya. Kadang kalau sudah jatuh cinta,...

Tangkapan layar klarifikasi dari akun TikTok @queivns terkait video viral Ricky Harun karaoke bersama wanita, menepis isu sebagai wanita bayaran.

Ricky Harun Dikaitkan Karaoke Misterius, Klarifikasi Wanita Bikin Heboh Publik

oleh Hasrul Ekoin
18 Januari 2026
0

“Hallo guys, aku mau klarifikasi. Aku kenal Ricky 2024, tapi aku tidak tahu latar belakang dia. Aku kenal saja, bukan...

Aktris Nadya Arina memerankan Tiara, pramugari muda yang terjebak hubungan manipulatif dengan Kapten Deva (Jerome Kurnia) dalam film Penerbangan Terakhir produksi VMS Studio, yang mulai tayang serentak di bioskop pada 15 Januari 2026.

Film Penerbangan Terakhir, Ketika Karisma di Balik Kokpit Menjadi Jerat Manipulasi

oleh Iwan Purnama
15 Januari 2026
0

Dijadwalkan tayang serentak mulai 15 Januari 2026, Penerbangan Terakhir membawa pesan kuat soal bahaya sosok manipulatif yang dibungkus kemapanan profesi...

Post Selanjutnya
Nabila Taqiyyah(foto istimewa)

Nabila Taqiyyah Ubah Istilah Viral 'Cegil' Jadi Lagu Pop Romantis yang Relate bagi Gen-Z

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.