Jakarta, Ekoin.co — Kinerja Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sepanjang 2025 mendapat apresiasi dari Komisi VII DPR RI.
Berbagai program strategis dinilai berhasil memperkuat fondasi ekonomi rakyat, sekaligus mencetak capaian penting dalam pembiayaan produktif nasional.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menyebut realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor produksi yang menembus lebih dari 60 persen sebagai pencapaian bersejarah.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah terhadap UMKM produktif sebagai penggerak ekonomi nasional.
“Komisi VII mengapresiasi kinerja Kementerian UMKM sepanjang 2025. Capaian KUR sektor produksi di atas 60 persen merupakan langkah monumental untuk mendorong UMKM naik kelas,” ujar Lamhot dalam rapat kerja bersama Kementerian UMKM di Gedung DPR/MPR, Senayan, Selasa (20/1).
Menanggapi apresiasi tersebut, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan keberhasilan itu merupakan hasil konsistensi dalam menerjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait penguatan kolaborasi lintas sektor.
“Kementerian UMKM tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan sektor swasta menjadi kunci,” tegas Maman.
Salah satu bentuk kolaborasi diwujudkan melalui Holding UMKM Klaster Olahraga. Pada Desember 2025, Kementerian UMKM menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Program percontohan ini melibatkan 20 stadion yang dikelola 20 klub sepak bola, dengan UMKM terlibat langsung dalam ekosistem bisnis olahraga nasional.
Di sisi lain, Kementerian UMKM juga berkontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga kini, sebanyak 18.614 UMKM terlibat sebagai pemasok dan menyerap sekitar 2,25 juta tenaga kerja di berbagai daerah.
Selain itu, Kementerian UMKM turut mendorong pemulihan ekonomi daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui program Klinik UMKM Bangkit.
Dari sisi tata kelola, kinerja kementerian juga menunjukkan tren positif dengan peningkatan nilai integritas, raihan opini WTP, serta indeks pelayanan publik berpredikat A.
Memasuki 2026, Kementerian UMKM menegaskan komitmennya menjadikan UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan kemandirian bangsa.





