Jakarta, Ekoin.co – Mobil yang terendam banjir berpotensi mengalami kerusakan serius pada mesin, sistem kelistrikan, hingga komponen keselamatan kendaraan. Kondisi ini kerap terjadi saat intensitas hujan tinggi dan genangan air melanda sejumlah wilayah perkotaan.
Peristiwa mobil terendam banjir umumnya terjadi ketika pengendara melintasi jalan yang tergenang atau saat kendaraan terparkir di area rawan banjir. Air yang masuk ke bagian mesin dan kabin dapat menimbulkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang jika tidak ditangani dengan tepat.
Risiko Kerusakan Mobil Akibat Banjir
Berdasarkan panduan perawatan kendaraan, batas aman genangan air bagi mobil berada di kisaran 10 hingga 15 sentimeter atau setara setengah tinggi ban. Apabila air melebihi batas tersebut dan merendam area mesin atau sistem kelistrikan, kendaraan tidak disarankan untuk dihidupkan.
Air bercampur lumpur dapat masuk ke ruang mesin, saluran udara, serta komponen elektronik. Kondisi ini berisiko menimbulkan korsleting, kerusakan ECU, hingga kontaminasi oli mesin yang berdampak pada performa kendaraan.
Langkah Awal Usai Mobil Terendam Banjir
Setelah mobil terendam banjir, pengemudi dianjurkan segera mematikan mesin dan mencabut kunci kontak. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah arus listrik mengalir ke komponen yang basah.
Pemeriksaan awal meliputi pengecekan kedalaman air, kondisi oli mesin menggunakan dipstick, serta memastikan tidak ada air yang tercampur dalam sistem bahan bakar. Jika ditemukan indikasi kontaminasi, kendaraan sebaiknya tidak digunakan dan langsung dibawa ke bengkel.
Pemeriksaan Komponen Penting Kendaraan
Beberapa komponen yang perlu diperiksa secara menyeluruh setelah mobil terendam banjir antara lain filter udara, sistem kelistrikan, rem, dan ban. Filter udara yang basah dapat menghambat aliran udara ke mesin, sementara air pada sistem rem dapat menurunkan efektivitas pengereman.
Komponen kelistrikan seperti alternator, soket, sekring, dan unit kontrol elektronik juga perlu diperiksa untuk memastikan tidak terjadi korsleting. Jika pengemudi tidak memiliki keahlian teknis, pemeriksaan lanjutan sebaiknya dilakukan oleh mekanik profesional.
Pembersihan Interior dan Bodi Mobil
Selain komponen mesin, bagian interior dan bodi mobil perlu dibersihkan secara menyeluruh. Air banjir yang mengandung lumpur dan kotoran dapat memicu karat pada panel bodi serta jamur dan bau tidak sedap di dalam kabin.
Pembersihan dilakukan pada lantai, karpet, jok, dan bagian bawah kendaraan. Pengeringan menyeluruh diperlukan untuk mencegah kerusakan lanjutan akibat kelembapan.
Pemeriksaan Lanjutan di Bengkel
Mobil yang terendam banjir disarankan menjalani pemeriksaan lanjutan di bengkel terpercaya. Pemeriksaan menyeluruh bertujuan memastikan seluruh sistem kendaraan kembali berfungsi normal dan aman digunakan.
Langkah penanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi risiko kerusakan permanen serta memperpanjang usia pakai kendaraan setelah terendam banjir. ()





