Jakarta, Ekoin.co – Aksi korporasi Grab Holdings Ltd mengakuisisi GoTo Group (GOTO) miliaran temui hambatan. Hambatan datang dari Telkomsel karena kepemilikan sekitar 2% saham di GoTo.
Laporan Bloomberg dikutip Sabtu (24/1) menyebutkan bahwa Telkomsel, yang mayoritas sahamnya dimiliki PT Telkom Indonesia (TLKM) ogah melepas sahamnya di kisaran valuasi saat. Karena investasi awal dilakukan pada harga yang jauh lebih tinggi.
“Ada kekhawatiran atas potensi kerugian yang melibatkan modal negara, yang dapat dikenai sanksi berdasarkan hukum Indonesia, kata sumber dikutip Bloomberg.
Meski Telkomsel dapat memilih untuk tidak menerima penawaran akuisisi dari Grab dan mempertahankan kepemilikannya, perusahaan itu disebut berupaya memanfaatkan potensi penawaran tersebut untuk menegosiasikan harga yang lebih tinggi.
Grab yang berbasis di Singapura ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan di Indonesia mendukung rencana akuisisi, mengingat kesepakatan tersebut memerlukan persetujuan pemerintah Indonesia.
Telkomsel menjadi hambatan upaya Grab selama bertahun-tahun untuk bergabung dengan GoTo. Potensi penolakan regulator serta perbedaan persepsi valuasi telah menunda pembahasan, meski Grab tetap mendorong tercapainya kesepakatan yang dapat meningkatkan pangsa pasar dan meredakan tekanan harga.
Selain itu, Bloomberg mencatat Telkomsel – yang dibentuk sebagai usaha patungan antara Telkom dan Singapore Telecommunications Ltd – pada 2021 menanamkan investasi sebesar USD300 juta di entitas yang kemudian menjadi GoTo.
Investasi tersebut menyusul pembelian obligasi konversi senilai USD150 juta pada tahun sebelumnya.
“Penjualan saham pada harga GoTo saat ini berpotensi menimbulkan kerugian hingga ratusan juta dolar AS,” kata sumber tersebut.
Negosiasi masih berlangsung dan skema terpisah untuk membeli saham Telkomsel tengah dibahas, namun belum ada keputusan final. (*)





