Awal 2026, Aset Modal Ventura Capai Rp27 Triliun Meski Laba Turun

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan industri modal ventura diharapkan memperluas skala usaha dengan tetap menjaga kualitas penyaluran.
Ainurrahman Hasrul Ekoin
Ilustrasi pendanaan startup oleh perusahaan modal ventura seiring pertumbuhan industri pembiayaan di Indonesia.

Jakarta, Ekoin.co – Nilai pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp 15,95 triliun per Januari 2026, tumbuh 0,83% secara tahunan. Sementara itu, aset industri modal ventura per Januari 2026 sebesar Rp 27,01 triliun, atau tumbuh 1,58% secara secara year on year (yoy).

Dengan pertumhuhan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri modal ventura melakukan sejumlah upaya untuk menjaga pertumbuhan aset dan pembiayaan pada 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan industri modal ventura diharapkan memperluas skala usaha dengan tetap menjaga kualitas penyaluran.

“Selain itu, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko,” ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, dikutip Minggu (8/3).

Lewat sejumlah upaya itu, Agusman memproyeksikan aset dan pembiayaan industri modal ventura masih berpeluang terus tumbuh pada 2026.

Meskipun demikian, dia mengatakan industri juga perlu mewaspadai tantangan yang bisa mempengaruhi kinerja pada 2026.

Agusman menyebut industri menghadapi tantangan berupa dinamika perekonomian yang mendorong penerapan analisis risiko dan selektivitas investasi yang lebih ketat.

Sebagai informasi, data OJK mencatat, laba industri modal ventura mencapai Rp 52,60 miliar pada Januari 2026, terkontraksi 48,43% secara secara yoy. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini